Nama : Teresa Anindita Banjuradja
NIM :
00000008989
1. “Tuhan itu Maha Kuasa” apakah
pernyataan tersebut termasuk pernyataan anlitik, evaluatif ataukah empiris ?
Menurut saya pernyataan diatas merupakan pernyataan evaluatif karena pernyataan
tersebut merupakan pernyataan yang makna benar atau salahnya tergantung opini
dari pembaca pernyataan itu sendiri. Mungkin bagi kebanyakan orang beragama
pernyataan itu benar adanya namun bagi sebagian orang mungkin pernyataan itu
masih diragukan kebenarannya. Karena itulah pernyataan tersebut termasuk
pernyataan evaluatif.
2.
Kutiplah
sumber apapun koran , majalah, dll dalam satu paragrafh yang menarik. Kemudian
komentari lah apakah dalam paragrafh tersebut memiliki makna analitik, empiris,
atau evaluatif ?
"Jadi
bukan salah diskoteknya dong? Kalau gitu (diskotek) yang
dangdut-dangdut perempuan di pinggir jalan pantura enggak boleh dong? Saya sih
enggak suka ke diskotek, tetapi enggak usah munafiklah, salah diskotek di mana?"
kata Basuki bertanya.
Sumber : Kompas.com
(26 September 2015)
Ahok: Enggak Usah Munafiklah, Salahnya Diskotek di Mana?
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/09/26/09491671/Ahok.Enggak.Usah.Munafiklah.Salahnya.Diskotek.di.Mana.
Menurut saya dalam penggalan paragraf diatas ada
makna evaluatif didalamnya. Karena di dalam paragraf tersebut Ahok
mempertanyakan dimana letak kesalahan munculnya tempat diskotek. Ahok merasa
bahwa diskotek bukan lah tempat yang salah, yang salah adalah orang-orang yang
keluar masuk diskotek dan menyalahgunakan tempat tersebut untuk melakukan
tindakan yang kurang baik. Benar atau salahnya pernyataan ini didasari oleh
opini subjektif dari orang-orang yang membaca pernyataan ini. Mungkin bagi
orang-orang yang memiliki mind-set bahwa
tempat diskotek bukanlah tempat pelacuran atau tempat hal-hal buruk lainnya
melainkan hanyalah sebagai wadah industri bagi orang lain, hal ini benar
adanya. Namun, bagi sebagian orang lainnya yang merasa bahwa diskotek hanyalah
tempat dimana hal-hal kurang baik, temoat pengedaran narkoba, dan hal-hal lain
yang menjurus ke arah negatif pernyataan Ahok tersebut salah. Jadi kembali lagi
kepada pribadi masing-masing orang yang membaca pernyataan Ahok tersebut,
apakah mereka setuju atau tidak terhadap pernyataan tersebut.
3.
Hal apa yang
menarik dalam pertemuan minggu ini ?
Hal yang menarik bagi saya ialah, tentang hal-hal apa saja yang ternyata bisa
menghambat orang lain untuk berpikit kritis. Misalnya saja pemikiran yang
subjektif itu bisa membuat orang lain susah untuk berpikir kritis karena dengan
pemikiran yang subjektif tersebut kita tidak bisa berpikir tentang apa yang
memang sebetulnya terjadi, melainkan apa yang kita rasakan terjadi (pendapat
kita pribadi). Hal-hal lain yang juga dapat menghambat pemikiran kritis ialah,
kurangnya wawasasan / pengetahuan kita akan masalah tersebut, kurangnya rasa
percaya diri kita untuk mengkrtitisi hal tersebut, terbiasa dengan suara
mayoritas jadi merasa hal tersebut sudah mewakili kebenaran (sifat Sosio-sentris), serta ada juga sifat Ego-sentris dimana kita merasa bahwa
pendapat kita selalu benar dan pendapat orang lain salah adanya. Hal-hal
tersebut lah yang menurut saya menarik pada pembelajaran ini.
4.
Apa yang paling bermanfaat dalam hubungannya anda sebagai mahasiswa
terhadap mata kuliah ini?
Menurut saya hal yang bermanfaat dalam pelajaran untuk kehidupan kami sabagai
mahasiswa, adalah hambatan-hambatan dalam berpikir kritis yang sudah saya
jelaskan dalam pertanyaan sebelumnya. Hal tersebut sangat penting bagi
kehidupan kita sebagai mahasiswa karena dengan kita mengetahui hal-hal tersebut
kita dapat mencoba untuk menghindari hal
tersebut pada saat kita diposisikan harus berpikir kritis. Karena sebagai
mahasiswa sering kali kita dihadapkan pada hl-hal yang harus bisa kritisi,
namun apabila kita masih memiliki sikap-sikap penghambat berpikir kritis,
tentunya akan sangat susah bagi kita untuk dapat menemukan solusi atas
permasalahan yang harus kita kritisi tersebut. Oleh karena itu kita perlu
melatih diri kita untuk dapat menjauhi sikap-sikap yang dapat menghambat kita
berpikir kritis tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar