Minggu, 18 Oktober 2015

10 Adzra Vabiant P - 00000008933 dan 17 Elizabeth Listiani C. - 00000009023

 Bisnis di Usia Muda

Dewasa ini, kita banyak melihat ataupun menemukan pebisnis-pebisnis berusia sekitar 20-an ke atas dan banyak dari mereka yang sudah sukses namun tak jarang ada juga yang mengalami kegagalan. Mindset masyarakat Indonesia mengasumsikan bahwa orang-orang yang usianya di bawah 20-an masih harus fokus dalam menyelesaikan studi dan masih dianggap belum bisa mengelola suatu bisnis tertentu. Padahal, di luar negeri anak-anak muda (terutama anak SMA) sudah diajarkan untuk hidup mandiri bahkan menyelesaikan studi sambil bekerja, misalnya menjadi pelayan restoran, kasir toko, dan masih banyak lagi.
Tidak menutup kemungkinan, jiwa-jiwa muda di Indonesia saat ini sudah ada yang berani mencoba berbisnis walaupun belum sebanyak remaja-remaja di luar negeri. Kami mempunyai dua narasumber yang sudah berani mencoba berbisnis di usia muda, yaitu Angelina Evelina yang bergerak di bidang EO bernama Wonder Mac sejak usianya masih 17 tahun dan  Edfano yang memulai bisnis online nya bernama DIECAST MALANG sejak usianya  21 tahun, pada saat itu dia baru semeter 6.
Memulai bisnis EO di usia tersebut ternyata banyak menemukan masalah, salah satunya adalah harga saing dengan EO lainnya yang tinggi serta harga vendor yang lumayan tinggi. Sedangkan di Wonder Mac, Angel lebih mengutamakan dengan servis yang baik dengan cara selalu sabar tidak mudah  marah dalam menangani pelanggan dan juga harus pintar membujuk customer.
Selain Angel ada juga pembisnis muda yaitu Edfano. Dalam bisnisnya ini Edfano menjual beberapa miniatur mainan mobil-mobilan dengan berbagai merek seperti hotwheels, kinsmart, matchbox,  jada. Dalam bisnisnya ini ia menggunakan prinsip ATM (Amati Tiru Modifikasi). Edfano memulai bisnis Diecast nya ini dengan modal awal 3 Juta, dalam memulai bisnisnya dia mengambil uang dari tabungannya sebesar Rp 2.250.000 dan juga hasil ia menjual PS sebesar Rp 2.750.000.
Edfano mendapatkan barangnya ini dari Malaysia dan China dengan sistem supply. Jadi, ketika barang sudah datang, akan  dikumpulkan di gudang Surabaya yang notabene adalah tempat perkumpulan penjualnya. Kemudian dibagi ke beberapa penjual di Jawa Timur, biasanya di berikan uang sebesar 10-20 juta tiap bulan dan diperbolehkan  membayar belakangan asal barang tidak dikembali ke gudang lagi, dan di supply bertahap sebulan 3-7 kali tergantung barang yang masuk ke gudang.
Kesulitannya dalam berbisnis ini salah satunya adalah banyaknya persaingan. Edfano pernah menghadapi kegagalan berkali-kali, tapi dia menghadapinya dengan terus belajar dari kegagalan tersebut, mencari penyebabnya, terus mengembangkan bisnisnya, tidak berhenti di satu titik sukses saja, dan juga jangan cepat merasa puas dan aman, dan  dia juga terus mencoba lagi bisnisnya berkali-kali sampai tujuannya tercapai.
Kedua contoh narasumber di atas dapat disimpulkan bahwa memang memulai bisnis di usia muda dan bukan suatu hal yang mudah. Akan terdapat banyak rintangan dalam menjalaninya, namun justru dari rintangan ataupun kegagalan itulah kita dapat belajar suatu pengalaman berharga. Yang penting adalah komitmen yang harus kita pegang sejak awal membuka usaha. Dan juga tidak mudah menyerah menghadapi masalah-masalah di dalamnya nanti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar