Sabtu, 17 Oktober 2015

29. Calvin Anggara - 00000009128

Hubungan Berpikir Kritis dan Kreatif Terhadap Ilmu Komunikasi

Banyak orang yang belum mengetahui apa itu ilmu komunikasi, ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang berbagai macam cara-cara berkomunikasi terhadap orang lain, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi sering dianggap hanya berbicara kepada orang banyak, sebenarnya ada banyak cara dalam berkomunikasi dengan orang lain, bisa melalu media cetak, media tulis, media social, dll.

Dalam ilmu komunikasi ini kita diajarkan banyak tentang bagaimana menyampaikan pesan dengan baik, bagaimana kita mengetahui pesan yang orang lain sampaikan melalui mimik wajah, gerakan tubuh, tatapan mata,dll. Di dalam ilmu komunisi ini kita juga diajarkan bagiamana kita dapat berpikir secara kreatif namun juga kritis. Berhubung saya berminat pada jurnalistik, menurut saya pelajaran ini sangat penting, dunia jurnalistik tidak jauh dari yang namanya liputan, berita, reportase, dll. Junalis akan dituntut untuk bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik kepada konsumen, menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang akurat dan kritis kepada narasumber, menulis berita dengan kritis dan kreatif, berbicara menggunakan bahasa yang formal dan mudah dimengerti, memiliki argument yang kritis, dan masih banyak lagi. Mengetahui hal-hal tersebut sangat memudahkan kita untuk menjadi jurnalis atau PR yang handal dan berkompeten.

Dalam berpikir kritis dan kreatif kita dituntut untuk berpikir secara cepat dan tepat, dengan mempelajari hal tersebut secara rutin itu membuat pelajaran berpikir kritis dan kreatif ini dapat mewujudkan jurnalis dan PR yang dapat bersaing dengan baik, mampu memberikan argument-argument yang akurat, memberikan berita yang terikini, dapat memecahkan masalah dengan cepat.

Jurnalis yang handal harus memiliki kemampuan berargumen yang baik, kemampuan berargumen yang baik di awali dengan berpikir kritis, memiliki wawasan yang luas, berdasarkan fakta dan data, sehingga argument yang di keluarkan tidaklah asal-asalan yang membuat jurnalis tersebut menjadi jurnalis yang handal dan terampil. Contohnya adalah seorang tokoh jurnalis terkenal di Indonesia yaitu Andy F. Noya, beliau adalah pembawa acara Kick Andy, di setiap acara selalu terdapat argumen tentang dampak dari hal-hal yang sebabkan oleh bintang tamunya, karena bintang tamu di setiap acara berbeda-beda beliau harus memiliki wawasan yang luas, pengetahuan yang berdasarkan fakta, bertanya dengan cepat dan kritis, sehingga membuat beliau menjadi jurnalis yang terampil dan handal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar