Hubungan Berpikir
Kritis dan Kreatif Terhadap Ilmu Komunikasi
Banyak orang yang belum mengetahui apa itu ilmu komunikasi,
ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang berbagai macam cara-cara
berkomunikasi terhadap orang lain, baik secara verbal maupun non verbal.
Komunikasi sering dianggap hanya berbicara kepada orang banyak, sebenarnya ada
banyak cara dalam berkomunikasi dengan orang lain, bisa melalu media cetak,
media tulis, media social, dll.
Dalam ilmu komunikasi ini kita diajarkan banyak tentang
bagaimana menyampaikan pesan dengan baik, bagaimana kita mengetahui pesan yang
orang lain sampaikan melalui mimik wajah, gerakan tubuh, tatapan mata,dll. Di
dalam ilmu komunisi ini kita juga diajarkan bagiamana kita dapat berpikir
secara kreatif namun juga kritis. Berhubung saya berminat pada jurnalistik,
menurut saya pelajaran ini sangat penting, dunia jurnalistik tidak jauh dari
yang namanya liputan, berita, reportase, dll. Junalis akan dituntut untuk
bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik kepada konsumen, menyajikan
pertanyaan-pertanyaan yang akurat dan kritis kepada narasumber, menulis berita
dengan kritis dan kreatif, berbicara menggunakan bahasa yang formal dan mudah
dimengerti, memiliki argument yang kritis, dan masih banyak lagi. Mengetahui
hal-hal tersebut sangat memudahkan kita untuk menjadi jurnalis atau PR yang
handal dan berkompeten.
Dalam berpikir kritis dan kreatif kita dituntut untuk
berpikir secara cepat dan tepat, dengan mempelajari hal tersebut secara rutin
itu membuat pelajaran berpikir kritis dan kreatif ini dapat mewujudkan jurnalis
dan PR yang dapat bersaing dengan baik, mampu memberikan argument-argument yang
akurat, memberikan berita yang terikini, dapat memecahkan masalah dengan cepat.
Jurnalis yang handal harus memiliki kemampuan berargumen
yang baik, kemampuan berargumen yang baik di awali dengan berpikir kritis,
memiliki wawasan yang luas, berdasarkan fakta dan data, sehingga argument yang
di keluarkan tidaklah asal-asalan yang membuat jurnalis tersebut menjadi
jurnalis yang handal dan terampil. Contohnya adalah seorang tokoh jurnalis
terkenal di Indonesia yaitu Andy F. Noya, beliau adalah pembawa acara Kick
Andy, di setiap acara selalu terdapat argumen tentang dampak dari hal-hal yang
sebabkan oleh bintang tamunya, karena bintang tamu di setiap acara berbeda-beda
beliau harus memiliki wawasan yang luas, pengetahuan yang berdasarkan fakta,
bertanya dengan cepat dan kritis, sehingga membuat beliau menjadi jurnalis yang
terampil dan handal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar