Essai
Hubungan Ilmu Komunikasi dengan Berpikir Kritis”
Sesuai
dengan tagline Universitas Multimedia
Nusantara yaitu excellent career begins
with excellent education, di kampus ini pembelajaran ilmu komunikasi
menjadi lebih menyenangkan karena sudah menyediakan fasilitas-fasilitas yang
lengkap dan mendukung, juga dosen-dosen yang berpengalaman yang siap membimbing
kita menjadi seorang jurnalistik handal. Belajar berkomunikasi tidak se-simpel
bagaimana cara kita berbicara antara satu orang dengan orang yang lainnya,
melainkan ada beberapa hal yang dapat mendukung kita menjadi seorang
komunikator handal. Dalam belajar ilmu komunikasi, kita belajar memahami argumen yang berbeda-beda dari orang lain, berusaha
tidak hanya mengikuti pendapat dari satu pihak saja melainkan dapat
mengkritisinya lebih lanjut. Belajar berpikir kreatif dalam menangani suatu
permasalahan yang ada sehingga akhirnya benar-benar bisa tercapai jalan keluar
yang cerdas.
Ilmu komunikasi juga mendukung
seseorang yang ingin mendalami dunia jurnalistik. Karena, di dalam dunia
jurnalistik diperlukan pengkrtitisan dalam menangani suatu permasalahan,
pemikiran yang kreatif sehingga dapat menuangkannya dengan baik dalam bentuk
tulisan. Tulisan yang kita buat tersebut pada akhirnya harus menarik untuk
dibaca masyarakat. Di sisi lain sebagai host,
kita akan berhadapan dengan narasumber. Di sinilah pemikiran kritis dan kreatif
diperlukan karena kita akan dituntut
menggunakan bahasa yang mudah dipahami penonton, tidak bias, objektif, serta
mampu mengklarifikasi mana pernyataan yang valid dan tidak valid. Sehingga pada
akhirnya sesi tanya jawab yang berlangsung tidak berhenti di tengah-tengah dan
mampu membangkitkan rasa penasaran bagi penonton.
Seperti
contohnya host Andy Noya dalam acara
yang dibawakannya, yaitu Kick Andy. Andy berhasil membuat penonton baik di
dalam studio maupun penonton di rumah penasaran akan kelanjutan cerita tiap narasumber
yang diundangnya dalam acara tersebut. Salah satunya dalam acaranya yang
berjudul “Uncover Papua”, Andy berhasil menerapkan langkah-langkah berpikir
kritis dalam tanya jawabnya dengan kedua narasumber. Ia mengulik lebih dalam
tentang kegiatan-kegiatan mereka selama 80 hari di Papua, kesulitan-kesulitan
yang dialami, tak jarang juga Andy menyelipkan guyonan sehingga lebih menarik. Andy juga mencatat hal-hal penting
yang diutarakan narasumbernya, sehingga akhirnya bisa diambil kesimpulan dari
keseluruhan jawaban yang diberikan tersebut. Andy menerapkan cara berpikir
secara empiris, artinya, dia tidak hanya menerima jawaban yang diberikan
narasumber begitu saja kemudian beralih ke pertanyaan lain, namun
mempertanyakan lebih dalam. Menjadi seorang host
juga harus pintar-pintar memilah pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan.
Jangan sampai pertanyaan yang diberikan menghasilkan
jawaban ya/tidak saja. Inilah alasan mengapa belajar menjadi pribadi yang
kritis dan kreatif begitu penting berkaitan dengan jurusan ilmu komunikasi.
Kritik dan
saran: elizabethlistianic@yahoo.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar