Minggu, 04 Oktober 2015

20. Theresia Michelle Christie - 00000009052

Jakarta - Presiden Joko Widodo terus mendapat serangan di media sosial Twitter dengan bermacam tagar. Cuitan para netizen itu hampir setiap hari masuk ke jajaran trending topic Indonesia.

"Kritik adalah vitamin bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik," ujar Seskab Pramono Anung saat mengomentari fenomena tersebut, Minggu (4/10/2015).

Tagar-tagar tersebut bermunculan selama beberapa pekan terakhir. Isinya, suara-suara negatif yang direpresentasikan lewat tagar. Namun, tagar itu juga kadang dilawan oleh tagar positif dari pendukung Jokowi. 

Pramono kemudian melanjutkan bagaimana kondisi ekonomi yang sering dikritik saat ini sebetulnya disebabkan faktor eksternal. Pemerintah pun telah serius menghadapi persoalan ini dengan sejumlah paket kebijakan ekonomi.

"Pemerintah telah melakukan deregulasi dan kemudahan dalam investasi, pemerintah berupaya untuk segera mengatasi beban ekonomi dan memanfaatkan momentum ini untuk meletakkan pondasi ekonomi yang lebih efisien dan berdaya saing," tutur Pramono.

Rencananya pemerintah akan segera mengumkan paket kebijakan ekonomi jilid III. Paket ketiga ini dijanjikan akan lebih menyentuh masyarakat.

Bocoran dari paket itu salah satunya adalah penurunan harga BBM jenis Premium. Pertamina sudah diminta menghitung efisiensi untuk mewujudkan hal itu dan dilaporkan ke Presiden Jokowi pada Senin (5/10). (bag/mad)

1. Identifikasi masalah: Presiden Jokowi mendapat suara-suara negatif dari rakyat melalui jejaring sosial Twitter yang mengulas kondisi ekonomi Indonesia.

2. Solusi/pemecahan masalah: Sebenarnya pemecahan masalah sudah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya yaitu dengan menyusun paket kebijakan ekonomi jilid III. Tetapi sebaiknya yang berusaha untuk memecahkan masalah perekonomian bukan hanya dari pemerintah, tetapi rakyat juga dapat bekerjasama dengan pemerintah agar kondisi ekonomi Indonesia membaik, seperti menggunakan sumber daya negara agar negara mendapat infrastruktur.

3. Data/Informasi:
  • Tagar-tagar tersebut bermunculan selama beberapa pekan terakhir
  • Rencananya pemerintah akan segera mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid III
  • Pertamina sudah diminta menghitung efisiensi untuk mewujudkan hal itu dan dilaporkan pada Presiden Jokowi pada Senin (5/10)

4. Kesimpulan: Presiden Jokowi mendapat suara negative dari rakyat atau protes rakyat terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Hal itu disampaikan rakyat melalui jejaring media social Twitter dengan tagar-tagar negatif. Menanggapi hal tersebut pemerintah Indonesia menyusun paket kebijakan ekonomi jilid III yaitu dengan menurunkan harga BBM premium. Dan sebaiknya pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk menuntaskan suara rakyat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar