Tugas Mencari Kesesatan Dalam Acara “Mata Najwa:
Para Penantang Politik”
Elizabeth Listiani.C
00000009023
1. Mohamad
Sanusi (anggota DPRD fraksi Gerindra): beliau mengatakan dengan yakin bahwa Pak
Ahok akan masuk ke Gerindra lagi. Beliau juga menjelaskan sejarahnya saat calon-calon
Ahok independen sehingga ujungnya, Pak Ahok tidak mendapat KTP. Akhirnya, Pak
Ahok bertemu orang Gerindra sehingga bisa masuk ke Gerindra. Hal itu yang
semakin menegaskan dirinya dan Gerindra tidak lagi mendukung Ahok. Najwa menyerang
pernyataan Sanusi dengan menjelaskan pernyataan dari Sandiagas, adik ketua umum
sekaligus wakil ketua Dewan Pembina yang mengatakan pintu selalu terbuka untuk
Pak Ahok. Kesesatan Sanusi termasuk Elenchi.
2. Adhyaksa Dault (Ketua Kwartir Nasional Pramuka):
terlalu banyak bertele-tele ketika menjawab. Salah satunya saat ditanya
kemantapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017, beliau malah
menyombongkan teman-temannya yang berdaulat mendukung secara penuh. Padahal,
pertanyaan yang diajukan Najwa hanya sesimpel siap atau tidak mencalonkan diri.
Kesesatan ini termasuk pengalihan perhatian.
Contoh
lainnya, teman-teman Adhyaksa mengutarakan bahwa Gubernur DKI harus beragama
muslim. Ketika Najwa mengkonfirmasi pernyataan tersebut, Adhyaksa bertele-tele
mengatakan pendukungnya tidak hanya orang pribumi, melainkan juga banyak tokoh.
Baru pada kesimpulannya, beliau mengatakan dari sisi agama, beliau memang
setuju Pak Ahok harus muslim supaya dirinya bisa ikut mendukung. Ini termasuk
kesesatan hominem sirkumstansial sekaligus pengalihan perhatian.
3. Bursah
Zarnubi (relawan lawan Ahok): beliau melakukan kesesatan hominem merendahkan
sekaligus Elenchi saat ditanya apakah Ahok memang sering berkata kasar. Beliau
dengan mantap menjawab sering sekali, lalu menjelek-jelekkan Ahok dengan
berkata seorang pemimpin harusnya tidak mengeluarkan kata-kata seperti
comberan.
4. Tubagus
Ramadhan (relawan teman Ahok): melakukan argumen bayangan saat bertanya pada
Bursah tentang pendiriannya. Pada awalnya, Bursah mengatakan gerakan lawan Ahok
bertujuan untuk menghentikan Ahok berkata kasar. Namun, Bursah juga sempat
mengatakan gerakannya bertujuan menghentikan pemimpin otoriter.
5. Marko
Kusumawijaya: beliau mengatakan akan lebih memperhatikan kepentingan warga
Jakarta saat ini dengan menyombongkan track
record-nya sebagai ahli tata kota. Sehingga pasti lebih bisa menata kota
Jakarta mejadi lebih baik berdasar pengalamannya tersebut. Kesesatan ini
termasuk kesesatan populum langsung.
6. Pernyataan
Najwa yang terlihat memihak Ahok:
a) Saat
Mohamad Sanusi mengatakan bahwa Pak Ahok akan kembali masuk Gerindra, Najwa mengklarifikasi
dengan menegaskan Pak Ahok sudah keluar dari Gerindra dan menanyakan alasan Sanusi
begitu yakin Pak Ahok kembali lagi ke Gerindra.
b) Saat
Bursah Zarnubi mengatakan sisi negatif dari Ahok, Najwa mengatakan ulang
pernyataan Ahok yang jelas-jelas mendukung Bursah sebagai calon gubernur DKI
Jakarta 2017.
c) Dalam tanya jawabnya dengan Mohamad Sanusi,
Najwa memperjelas pernyataan-pernyataan yang dikemukakan Sanusi perihal apakah
beliau benar-benar yakin dapat memimpin Jakarta dibandingkan Ahok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar