Minggu, 06 Desember 2015

Tugas Mencari Kesesatan Dalam Acara “Mata Najwa: Para Penantang Politik”
Elizabeth Listiani.C
00000009023

    1.        Mohamad Sanusi (anggota DPRD fraksi Gerindra): beliau mengatakan dengan yakin bahwa Pak Ahok akan masuk ke Gerindra lagi. Beliau juga menjelaskan sejarahnya saat calon-calon Ahok independen sehingga ujungnya, Pak Ahok tidak mendapat KTP. Akhirnya, Pak Ahok bertemu orang Gerindra sehingga bisa masuk ke Gerindra. Hal itu yang semakin menegaskan dirinya dan Gerindra tidak lagi mendukung Ahok. Najwa menyerang pernyataan Sanusi dengan menjelaskan pernyataan dari Sandiagas, adik ketua umum sekaligus wakil ketua Dewan Pembina yang mengatakan pintu selalu terbuka untuk Pak Ahok. Kesesatan Sanusi termasuk Elenchi.

    2.       Adhyaksa Dault (Ketua Kwartir Nasional Pramuka): terlalu banyak bertele-tele ketika menjawab. Salah satunya saat ditanya kemantapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017, beliau malah menyombongkan teman-temannya yang berdaulat mendukung secara penuh. Padahal, pertanyaan yang diajukan Najwa hanya sesimpel siap atau tidak mencalonkan diri. Kesesatan ini termasuk pengalihan perhatian.
Contoh lainnya, teman-teman Adhyaksa mengutarakan bahwa Gubernur DKI harus beragama muslim. Ketika Najwa mengkonfirmasi pernyataan tersebut, Adhyaksa bertele-tele mengatakan pendukungnya tidak hanya orang pribumi, melainkan juga banyak tokoh. Baru pada kesimpulannya, beliau mengatakan dari sisi agama, beliau memang setuju Pak Ahok harus muslim supaya dirinya bisa ikut mendukung. Ini termasuk kesesatan hominem sirkumstansial sekaligus pengalihan perhatian.

    3.      Bursah Zarnubi (relawan lawan Ahok): beliau melakukan kesesatan hominem merendahkan sekaligus Elenchi saat ditanya apakah Ahok memang sering berkata kasar. Beliau dengan mantap menjawab sering sekali, lalu menjelek-jelekkan Ahok dengan berkata seorang pemimpin harusnya tidak mengeluarkan kata-kata seperti comberan.

    4.      Tubagus Ramadhan (relawan teman Ahok): melakukan argumen bayangan saat bertanya pada Bursah tentang pendiriannya. Pada awalnya, Bursah mengatakan gerakan lawan Ahok bertujuan untuk menghentikan Ahok berkata kasar. Namun, Bursah juga sempat mengatakan gerakannya bertujuan menghentikan pemimpin otoriter.



    5.      Marko Kusumawijaya: beliau mengatakan akan lebih memperhatikan kepentingan warga Jakarta saat ini dengan menyombongkan track record-nya sebagai ahli tata kota. Sehingga pasti lebih bisa menata kota Jakarta mejadi lebih baik berdasar pengalamannya tersebut. Kesesatan ini termasuk kesesatan populum langsung.

    6.      Pernyataan Najwa yang terlihat memihak Ahok:

a)      Saat Mohamad Sanusi mengatakan bahwa Pak Ahok akan kembali masuk Gerindra, Najwa mengklarifikasi dengan menegaskan Pak Ahok sudah keluar dari Gerindra dan menanyakan alasan Sanusi begitu yakin Pak Ahok kembali lagi ke Gerindra.
b)      Saat Bursah Zarnubi mengatakan sisi negatif dari Ahok, Najwa mengatakan ulang pernyataan Ahok yang jelas-jelas mendukung Bursah sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017.
            c) Dalam tanya jawabnya dengan Mohamad Sanusi, Najwa memperjelas pernyataan-pernyataan yang dikemukakan Sanusi perihal apakah beliau benar-benar yakin dapat memimpin Jakarta dibandingkan Ahok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar