Berdasarkan
tayangan Mata Najwa di Metro TV yang berjudul "Para Penantang Ahok" ditemukan
beberapa kesesatan, yaitu:
1. Marco Kusumawijaya
Kesesatan populum langsung dengan menunjukkan eksistensinya di dalam komunitas, kesenian dan lingkungan. Ia juga mempromosikan diri sebagai ahli tata kota dan lebih berhak memimpin DKI Jakarta dibanding Ahok.
2. Adhyaksa Dault
Kesesatan verecundiam, populum langsung dan hominem sirkumstansial.
Kesesatan verecundiam dan populum langsung terlihat saat beliau selalu menekankan tentang pengalaman beliau di dunia politik, bahwa beliau sudah menjadi menteri selama lima tahun, juga sebagai ketua kwartir nasional pramuka serta sebagai pengurus dari organisasi-organisasi yang beliau pimpin. Ia merasa yakin dan pantas dapat memimpin Jakarta lebih baik daripada yang lainnya terutama Ahok. Terlihat juga mempromosikan diri sendiri melalui media televisi agar masyarakat memilihnya.
Kesesatan hominem sirkumstansial terlihat saat beliau mengatakan pada Ahok, akan mendukungnya menjadi gubernur bahkan presiden apabila Ahok beragama Islam. Ia juga meminta Ahok untuk masuk ke agama Islam, sehingga secara tidak langsung Ahok direndahkan karena ia non-muslim.
Kesesatan pengalih perhatian karena beliau terkesan tidak pada pointnya dalam menjawab pertanyaan, beliau mengalihkan pembicaraan dengan melakukan pencitraan.
3.
Mohammad Sanusi (Fraksi Partai Gerindra dan anggota DPRD DKI Jakarta)
Kesesatan elenchi dan hominem merendahkan, pada saat beliau berkata bahwa Ahok ingin kembali ke Gerindra namun beliau mengatakan Gerindra tidak akan mau menerima Ahok kembali. Beliau yang mengatakan bahwa Ahok terkesan "mengemis kepada Gerindra" pada saat Ahok ingin maju secara independen. Beliau juga terlihat mengkritisi gaya bicara Ahok dan beliau terlihat merendahkan Ahok.
Kesesatan elenchi dan hominem merendahkan, pada saat beliau berkata bahwa Ahok ingin kembali ke Gerindra namun beliau mengatakan Gerindra tidak akan mau menerima Ahok kembali. Beliau yang mengatakan bahwa Ahok terkesan "mengemis kepada Gerindra" pada saat Ahok ingin maju secara independen. Beliau juga terlihat mengkritisi gaya bicara Ahok dan beliau terlihat merendahkan Ahok.
4. Prasetyo Edi Marsudi
Kesesatan hominem merendahkan. Beliau ditanya siapa yang berpotensi untuk maju ke pilkada Jakarta (Wagub Djarot) beliau malah menjuruskan pembicaraan dengan merendahkan Ahok yang dikata tidak memiliki etika dengan omongannya yang dirasa terlalu keras.
5.
Bursah Zarnubi
Kesesatan hominem merendahkan Ahok tidak beretika dengan dirasa berkata-kata kotor saat marah serta menuduh bahwa Ahok yang belum selesai menjabat sebagai gubernur sengaja menyuruh para relawan Teman Ahok untuk mendukungnya dengan mengumpulkan KTP. Beliau juga menuduh Teman Ahok mengejek dengan membuat poster yang membuatnya terkesan ingin maju sebagai calon gubernur lalu membentuk gerakan Lawan Ahok. Beliau mengatakan bahwa Ahok "mengemis dukungan" kepadanya.
6. Tubagus Ramadhan
Kesesatan argumen bayangan dengan menanyakan apakah gerakan lawan Ahok ingin menghentikan Ahok untuk berkata-kata kotor atau menghentikan pemerintah yang otoriter. Berusaha untuk menunjukkan bahwa Bursah Zarnubi dan gerakannya tidak relevan dan bukan ingin menjadi gerakan moral tetapi ingin mencegah Ahok untuk melanjutkan pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
7. Najwa Shihab
Terlihat tidak netral dan sedikit memihak Ahok
Pada saat ia menanyakan Mohammad Sanusi mengenai Ahok yang tidak lagi diterima lagi oleh Gerindra. Ia berusaha menyerang dengan membacakan sebuah kutipan yang intinya bahwa Ahok masih diterima di Gerindra. Nada bicaranya dan raut muka yang terkesan mengejek pada saat ia melakukan klarifikasi saat Adhyaksa Dault mengaku tidak mendengar video rekaman bahwa ia meminta Ahok masuk Islam.
Kesesatan hominem merendahkan Ahok tidak beretika dengan dirasa berkata-kata kotor saat marah serta menuduh bahwa Ahok yang belum selesai menjabat sebagai gubernur sengaja menyuruh para relawan Teman Ahok untuk mendukungnya dengan mengumpulkan KTP. Beliau juga menuduh Teman Ahok mengejek dengan membuat poster yang membuatnya terkesan ingin maju sebagai calon gubernur lalu membentuk gerakan Lawan Ahok. Beliau mengatakan bahwa Ahok "mengemis dukungan" kepadanya.
6. Tubagus Ramadhan
Kesesatan argumen bayangan dengan menanyakan apakah gerakan lawan Ahok ingin menghentikan Ahok untuk berkata-kata kotor atau menghentikan pemerintah yang otoriter. Berusaha untuk menunjukkan bahwa Bursah Zarnubi dan gerakannya tidak relevan dan bukan ingin menjadi gerakan moral tetapi ingin mencegah Ahok untuk melanjutkan pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
7. Najwa Shihab
Terlihat tidak netral dan sedikit memihak Ahok
Pada saat ia menanyakan Mohammad Sanusi mengenai Ahok yang tidak lagi diterima lagi oleh Gerindra. Ia berusaha menyerang dengan membacakan sebuah kutipan yang intinya bahwa Ahok masih diterima di Gerindra. Nada bicaranya dan raut muka yang terkesan mengejek pada saat ia melakukan klarifikasi saat Adhyaksa Dault mengaku tidak mendengar video rekaman bahwa ia meminta Ahok masuk Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar