Kesesatan dalam Mata Najwa - Para Penantang Ahok
1. Adhyaksa Dault
Terdapat kesesatan hominem sirkumstansial, yaitu saat
Adhyaksa Dault mengatakan bahwa Ahok jika ingin menjadi gubernur harus menjadi
Islam terlebih dahulu karena Islam merupakan agama mayoritas dan jika Ahok
masuk Islam maka Adhyaksa akan mendukungnya.
Selain itu terdapat juga kesesatan pengalihan perhatian,
yaitu saat Adhyaksa menjawab pertanyaan yang diberikan Najwa secara
bertele-tele.
Terakhir adalah kesesatan verecundiam. Adhyaksa Dault pernah
menjabat sebagai mentri selama 5 tahun dan menjabat sebagai kwartir nasional
pramuka selain itu juga beliau sudah lama tinggal di Jakarta, oleh karena itu
beliau merasa dirinya lebih baik dari pada Ahok. Beliau merasa lebih pantas
untuk menjadi gubernur daripada ahok
.
2. Marko Kusumawijaya
Terdapat kesesatan populum langsung. Marko melakukan
kampanye agar dirinya menjadi gubernur Jakarta melalui facebook dan menyuarakan
pengalamannya khususnya di bidang lingkungan hidup.
3. Prasetyo Edi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Prasetyo merendahkan
Ahok dengan mengeluarkan pernyataan
bahwa etika Ahok tidak baik dan menimbulkan beban untuk ketua DPRD DKI. Ahok
merupakan pemimpin yang kerjanya bagus tetapi saat berbicara seperti ingin
bertengkar.
4. Mohammad Sanusi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Saat M.Sanusi
berkata Ahok mau kembali ke gerindra tetapi gerindra belum tentu mau. Disini
seakan-akan Ahok sangat menginginkan kembali ke gerindra tetapi ditolak.
5. Bursah Zarnubi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Bursah Zarnubi
merupakan pendiri lawan ahok, beliau mengeluarkan pernyataan bahwa Ahok itu
memiliki etika yang jelek dan sering berkata-kata kotor.
Selain itu juga terdapat kesesatan elenchi yaitu Bursah
Zarnubi ,mengatakan bahwa belum juga pemilu tetapi Ahok sudah mengumpulkan
relawan. Pernyataan Bursah tersebut tidak memiliki bukti dan dasar.
6. Tubagus Ramadhan
Terdapat kesesatan bayangan. Saat Tubagus berkata kepada
Burdah apakah lawan Ahok ingin menghentikan Ahok berkata kasar atau ingin
menghentikan pemimpin yang otoriter.
7. Najwa Sihab
Disini Najwa terlihat seperti pro Ahok (tidak netral).
Pernyataan tersebut adalah saat Najwa berkata bahwa gerindra plinplan, Najwa
juga berkata bahwa Sanusi terlalu pede bisa menang menjadi gubernur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar