Senin, 11 Januari 2016

Mangala Pratama.S 00000009103

Kesesatan dalam Mata Najwa - Para Penantang Ahok

1. Adhyaksa Dault

Kesesatan yang saya temui yaitu pada saat beliau menyatakan bahwa ia pantas memimpin Jakarta karena beliau sudah menjadi mentri selama 5 tahun dan itu mengandung kesesatan verecundiam karena belum tentu bahwa ia sudah mampu menjadi mentri selama 5 tahun beliau dapat memimpin jakarta lebih baik dari Ahok.

lalu kesesatan yang selanjutnya adalah hominem sirkumstensial yaitu pada saat beliau menyatakan bahwa ia akan mendung ahok apabila ahok adalah seorang islam.

2.       Marco Kusumawijaya

Terdapat kesesatan populum langsung yaitu melalui kampanye yang iya bawakan secara langsung kepada para penonton.

3. Mohammad Sanusi 

Terdapat kesesatan hominem merendahkan yaitu saat beliau berkata bahwa Ahok ingin kembali ke Gerindra namun beliau mengatakan Gerindra tidak akan mau dengan alasan gaya pemimpin Ahok yang keras dengan mengatakan "... pemimpin jangan jadi tontonan, harus menjadi tuntunan" dan juga sambil menyinggung bahwa Ahok tegas namun tidak bisa menjaga perkataannya.

4. Prasetyo Edi Marsudi


Terdapat kesesatan elenchi yaitu pada saat beliau ditanya mengenai kader PDIP yang berpotensi untuk maju ke pilkada Jakarta namun belia malah mengkritisi ahok.

5. Bursah Zarnubi

 Terdapat kesesatan  Hominem merendahkan karena beliau tidak menanggapi argumen yangada namun terus merendahkan ahok dengan  argumennya bahwa ahok merupakan pemimpin yang berkata kotor dan beliau juga menyatakan bahwa "kita butuh pemimpin seperti ahok namun tidak mulutnya"

6. Najwa Shihab

Terdapat ketidak netralan beliau sebagai mediator yaitu pada saat menanyakan sanusi mengenai ahok tidak diterima lagi di gerindra namun beilau terilhat sedikit memihak ahok dengan  menyatakan beberapa pernyataan bahwa ahok masih di terima di gerindra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar