Rabu, 14 Oktober 2015

12. Dorothea Agatha D. 00000008988

Hubungan Ilmu Komunikasi Dengan Berpikir Kritis dan Kreatif

Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara menyampaikan pesan/informasi kepada khalayak umum. Bukan hanya cara menyampaikan pesan saja, tetapi juga bagaimana cara untuk merangkai pesan tersebut agar dapat dimengerti oleh khalayak umum.Ilmu komunikasi juga mempelajari tentang media yang digunakan dalam komunikasi, efek dari terjadinya komunikasi tersebut, hingga gangguan (noise) yang muncul saat berkomunikasi. Di dalam ilmu komunikasi juga mengajarkan untuk menjadi seorang jurnalis dan public relation yang handal.

Untuk menjadi seorang jurnalis atau public relation, harus bisa berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan bekal dasar untuk menjadi seorang jurnalis atau public relation yang handal dan berkompeten. Contoh, untuk mengetahui sebuah kebenaran, seorang jurnalis harus kritis. Seorang jurnalis harus bisa melihat kejanggalan apa yang ada saat proses wawancara berlangsung. Selain itu, hasil yang telah didapatkan jangan semata-mata diterima mentah-mentah, harus dikritisi lagi sampai pada akhirnya mencapai sebuah hasil yang tidak janggal lagi. Selain itu, seorang jurnalis atau public relation harus bisa melihat inti dari masalahnya, dapat mengumpulkan fakta dan informasi untuk mendukung argument yang disampaikan. Argumen harus memiliki alasan kuat dan tentu saja logis.

Dalam ilmu komunikasi juga diajarkan bagaimana kita mengemas sebuah pesan untuk menarik perhatian masyarakat umum untuk membaca atau mendengarkannya. Untuk bisa mengemas pesan tersebut agar menarik, dibutuhkan ide-ide yang kreatif dari seorang jurnalis atau public relation. Misalnya seperti iklan. Penggunaan bahasa di iklan sangatlah penting. Contoh: iklan sabun mandi. Jika kita menggunakan bahasa ilmiah misalnya tentang bahan-bahan kimia yang menjadi bahan dasar sabun mandi tersebut, maka belum tentu semua orang tahu istilah-istilah ilmiah tersebut. Belum tentu masyarakat golongan bawah mengerti akan hal semacam itu, maka otomatis masyarakat yang tidak mengerti, tidak akan membeli sabun mandi tersebut. Sebaliknya, jika kita menggunakan bahasa yang ringan dan dimengerti banyak orang dan memberikan gambar ataupun video ilustrasi , dengan hal itu dapat membantu masyarakat lebih mengerti apa kegunaan sabun mandi tersebut, apa kelebihannya, dan lain sebagainya. Dan otomatis masyarakat akan lebih memilih untuk membeli sabun mandi yang mereka sudah pahami apa kegunaannya, dari pada membeli sabun mandi yang mereka tidak mengerti kegunaannya.

Kritik dan Saran : dorotheaagathadwyastri@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar