Minggu, 18 Oktober 2015

13. Teresa Anindita - 00000008989

HUBUNGAN ILMU KOMUNIKASI DENGAN
BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

Ilmu komunikasi? Banyak diantara kita yang mungkin masih mepertanyakan apa itu ilmu komunikasi ? Untuk apa kita mempelajari suatu ilmu yang setiap hari sudah kita praktekkan dengan berbicara dengan orang lain? Nah, jika diantara kalian ada yang berpikir demikian, ilmu komunikasi bukan hanya sekedar mempelajari cara berbicara dengan orang lain. Memang sejak dulu, bahkan berpuluh-pulu tahun yang lalu manusia sudah berkomunikasi dengan orang lain. Tapi belum tentu semua paham caranya bukan ? Untuk itulah imu komunikasi hadir sebagai salah satu jurusan dalam dunia perkuliahan, sehngga dalam ilmu komunikasi ini dipelajari lagi secara lebih mendalam tentang bagaimana cara-cara untuk mentransfer ide dari satu individu ataupun grup ke individu atau grup yang lain. Proses transfer itu sendiri bisa melalui media tertulis, lisan, maupun media-media yang lain.

Seperti yang telah kita ketahui, komunikasi merupakan sesuatu yang unik. Karena komunikasi  bisa menjadi penyebab sekaligus solusi dari sebuah konflik. Dalam jurusan Ilmu Komunikasi juga akan mempelajari secara lebih dalam mengenai aspek-aspek komunikasi, baik secara teori dan praktik. Aspek-aspek komunikasi yang akan dipelajari tentunya harus di dukung oleh cara berpikir kita. Untuk itulah dalam mempelajari ilmu komunikasi khususnya di Universitas Multimedia Nusantara juga terdapat mata kuliah Critical and Creative Writing (CCT).

Berpikir kritis (Critical Thinking) adalah kemampuan untuk membuat penilaian terhadap sejumlah pernyataan berdasarkan pada pertimbangan yang objektif dan fakta-fakta yang mendukung. Nah, dari hasil pemikiran kritis tersebut, maka segala sesuatu harus kita pertanyakan apabila hal tersebut belum tentu benar dari situlah kita dilatih untuk menjadi para pemikir kritis yang mampu mencari kekurangan yang terdapat dalam argumen-argumen dan menolak pernyataan-pernyataan yang tidak didukung fakta. Setelah mempunyai pola pikir yang kritis tersebut, muncul pemikiran out of the box sehingaa timbul otak keatif dari kita sebagai para pemikir kritis. Sehingga dalam berpikir kritis mencakup kemampuan untuk bersikap kreatif dan konstruktif, kemampuan melontarkan berbagai penjelasan alternatif terhadap kejadian-kejadian yang ada, memikirkan dampak dari hasil penelitian yang diperoleh, dan mengaplikasikan pengetahuan baru keberbagai masalah sosial maupun pribadi.
Dengan memahami bagaimana berpikir kritis dan kreatif tersebut tentunya akan sangat membantu kita dalam proses mempelajari Ilmu Komunikasi di dunia perkuliahan ini. Misalnya saja, sebagai mahasiswa tentunya kita masih menerima pembelajaran dari para dosen. Saat kita menerima pelajaran oleh para dosen, dosen bukan hanya sekadar menginformasikan pelajaran tsb  kepada kita, beliau juga berusaha meyakinkan kita bahwa materi yang disampaikanya benar dan bisa diterima oleh kita para muridnya. Kita sebagai mahasiswa harus bisa pula memilah-milah materi tersebut. Bagaimana memilah-milahnya ? tentu saja dengan menggunakan dasar pemikiran kritis seperti yang telah saya sebutkan diatas, sehinga melalui Mata Kuliah Berpikir Kritis dan Kreatif  kita diupayakan untuk bisa paham tentang paradigma kritis, dasar-dasar berpikir kritis. Sehingga dengan memhami materi perkuliahan ini akan sangat menolong kita untuk tidak menjadi seperti "kerbau yang dicocok hidung" nya yang hanya menyetujui saja apa yang dikatakan oleh orang lain, tanpa mengkritisinya lagi lebih lanjut

Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara memiliki dua konsentrasi yang harus dipilih oleh mahasiswa ketika memasuki semester tiga. Dua konsentrasi tersebut adalah Komunikasi Public Relation dan Komunikasi Jurnalistik. Dalam komunikasi Public Relation atau biasa disebut dengan PR, Mahasiswa yang memilih konsentrasi ini akan mempelajari berbagai hal terkait public relation strategi,dan manajemen . Sedangkan konsentrasi Komunikasi Jurnalistik mempelajari berbagai hal terkait jurnalistik, dan  media (berbagai media massa) mulai hal-hal yang umum hingga yang rumit. Tentunya 2 konsentrasi tersebut dapat dipelajari / dikuasai mahasiswa dapat dengan baik, apabila para mahasiswa memiliki keterampilan dalam berpikir kritis.

Keterampilan dalam berpikir kritis disini mencakup beberapa hal yakni : Interpretasi (menyangkut tentang klarifikasi makna ide/ berita) ,  Analisa ( memeriksa gagasan, mengidentifikasi argumen, menganalisis argument) , Evaluasi ( menilai setiap klaim/ pernyataan) , Inferensi ( mempertanyakan setiap klaim, memikirkan alternatif dari setiap masalah, menarik kesimpulan, memecahkan masalah,  mengambil keputusan) , Penjelasan ( menyatakan apa masalahnya, menyatakan hasil,  mengemukakan kebenaran prosedur , dan mengemukakan argument) ,  Regulasi diri ( meneliti pribadi sendiri , mengoreksi diri masing-masing).
Keterampilan-keterampilan diatas inilah yang selayaknya dimiliki oleh setiap mahasiswa khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi agar dalam setiap perjalanan hidupnya, baik itu dalam lingkup dunia perkuliahan, maupun nanti saat sudah mulai terjun bekerja akan sangat berguna bagi diri kita.

Seperti telah saya singgung sebelumnya, menjadi bagian dari jurusan Ilmu Komunikasi berarti harus menyiapkan diri untuk berpikiran kritis dan kreatif Mengapa demikian ? Karena Ilmu Komunikasi merupakan ilmu yang luas, menurut pandangan saya pribadi, Ilmu Komunikasi merupakan ilmu yang diperlukan di hampir segala bidang pekerjaan. Bukan hanya di bidang Jurnalistik ataupun di bidang Public Relation saja. Dengan mempunyai kemampuan untuk berpikir kritis dan kreatif tentunya nanti saat sudah menjadi komunikator, kita akan menjadi komunikator handal yang dapat memberikan agrumen yang bukan hanya valid tapi juga benar adanya, selain itu juga dapat berpikiran terbuka karena pemikiran kritis bukan masalah accept or reject someone opinion. Sehingga berpikir krtis haruslah netral, objektif, dan tidak bias.

Kritik dan saran : theresa.anindita@gmail.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar