Kamis, 15 Oktober 2015

27. Axela Rosean - 00000009119



Hubungan Ilmu Komunikasi Dengan Berpikir Kritis dan Kreatif
              
Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar di depan khalayak. Ilmu komunikasi juga mempelajari tentang tata cara berkomunikasi serta menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai saran komunikasi terhadap masyarakat. Dalam komunikasi sikap kritis dan kreatif sangat diperlukan, karena kita diajak untuk lebih kritis dalam menangani suatu masalah dan didasarkan pemikiran oleh logika. Kita diajari untuk lebih peka dan memiliki keingintahuan yang lebih dalam lagi untuk mempertanyakan suatu masalah. Hal-hal yang dapat dipelajari dalam mata kuliah ini adalah memiliki pemikiran yang didasarkan oleh logika, mengerti perbedaan antara opini dan fakta, memiliki kemampuan inti berpikir kritis, memiliki keterampilan dalam berpikir, mengetahui langkah-langkah dalam berpikir kritis, mengetahui makna berpikir kritis, mengetahui perbedaan antara argumen dengan non-argumen beserta premis dan kesimpulannya, mengetahui jenis-jenis argumen, dan mengetahui valid dan tidak validnya suatu kalimat.
Dalam berpikir kritis dan kreatif, keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan yaitu: memahami hubungan-hubungan logis antargagasan, mampu mengidentifikasi, mengkonstruksi, dan mengevaluasi argumen,  dapat mendeteksi inkonsistensi dan kesalahan umum dalam pemberian alasan, dan mampu  memecahkan masalah secara sistematis. Misalnya, seorang EO harus mampu berbicara di depan konsumen dengan baik dan benar agar konsumen tertarik terhadap ide-ide yang dilontarkannya. Seorang EO harus kreatif dalam menangani acara-acara yang akan diadakan. Saat ada masalah atau perbedaan pendapat antara keinginan konsumen dan EO tersebut, ia harus mampu memecahkan masalah dengan cepat, tanggap, dan benar terlebih lagi saat ia diharuskan mengambil keputusan. Untuk menjadi seorang Komunikator, entre/techno-preneurship yang handal, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan adalah memiliki wawasan yang luas, mampu mengenali masalah, mampu menemukan cara-cara untuk menangani masalah, dan dapat menarik kesimpulan.  Contohnya seperti seorang Public Relations (PR) dalam suatu perusahaan, seorang PR diharapkan mampu membawa nama baik perusahaan dengan cara memberikan kesan yang baik terhadap masyarakat tentang perusahaan tersebut, ia juga harus memiliki wawasan yang luas jika masyarakat menanyakan tentang perusahaan tersebut. Jika terjadi suatu masalah, PR juga harus mampu menemukan cara-cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan cepat dan benar. Dalam mengambil suatu keputusan PR harus mempertimbangkan baik buruknya untuk perusahaan itu kedepannya, jadi tidak hanya baik untuk awalnya saja.
Dalam berkomunikasi hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah bahasa. Bahasa memiliki kekuatan yang dapat mengubah cara berpikir seseorang. Melalui bahasa, orang dapat terpengaruh dan bisa ragu dalam keputusan yang sudah diambilnya. Keterampilan lainnya yang perlu dikuasai seorang jurnalis adalah dapat membedakan antara fakta dan opini. Dalam meliput suatu berita, biasanya dibutuhkan seorang narasumber. Narasumber tersebut bersifat membantu sang jurnalis untuk mengumpulkan berita-berita yang diperlukannya. Dalam informasi yang diberikan oleh narasumber tersebut, jurnalis harus mampu membedakan mana fakta dan opini dari data-data tersebut. Dalam penulisan sebuah berita seorang jurnalis juga harus mampu berpikir kritis dan kreatif, serta harus menyajikan sebuah berita sesuai faktanya dan tidak didasarkan melalui pemikiran subjektif sang jurnalis tersebut. Suatu argumen juga diperlukan dalam suatu penulisan sebuah berita yaitu tentang benar adanya suatu kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang ada.



Kritik & Saran: miss.axela@ymail.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar