Hubungan Ilmu
Komunikasi Dengan Berpikir Kritis dan Kreatif
Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari
tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar di depan khalayak.
Ilmu komunikasi juga mempelajari tentang tata cara berkomunikasi serta
menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai saran komunikasi terhadap
masyarakat. Dalam komunikasi sikap kritis dan kreatif sangat diperlukan, karena
kita diajak untuk lebih kritis dalam menangani suatu masalah dan didasarkan
pemikiran oleh logika. Kita diajari untuk lebih peka dan memiliki keingintahuan
yang lebih dalam lagi untuk mempertanyakan suatu masalah. Hal-hal yang dapat
dipelajari dalam mata kuliah ini adalah memiliki pemikiran yang didasarkan oleh
logika, mengerti perbedaan antara opini dan fakta, memiliki kemampuan inti
berpikir kritis, memiliki keterampilan dalam berpikir, mengetahui langkah-langkah
dalam berpikir kritis, mengetahui makna berpikir kritis, mengetahui perbedaan
antara argumen dengan non-argumen beserta premis dan kesimpulannya, mengetahui jenis-jenis
argumen, dan mengetahui valid dan tidak validnya suatu kalimat.
Dalam berpikir kritis dan kreatif, keterampilan-keterampilan
yang dibutuhkan yaitu: memahami hubungan-hubungan logis antargagasan, mampu mengidentifikasi,
mengkonstruksi, dan mengevaluasi argumen, dapat mendeteksi inkonsistensi dan kesalahan
umum dalam pemberian alasan, dan mampu memecahkan masalah secara sistematis.
Misalnya, seorang EO harus mampu berbicara di depan konsumen dengan baik dan
benar agar konsumen tertarik terhadap ide-ide yang dilontarkannya. Seorang EO
harus kreatif dalam menangani acara-acara yang akan diadakan. Saat ada masalah
atau perbedaan pendapat antara keinginan konsumen dan EO tersebut, ia harus
mampu memecahkan masalah dengan cepat, tanggap, dan benar terlebih lagi saat ia
diharuskan mengambil keputusan. Untuk menjadi seorang Komunikator, entre/techno-preneurship yang handal,
keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan adalah memiliki wawasan yang luas,
mampu mengenali masalah, mampu menemukan cara-cara untuk menangani masalah, dan
dapat menarik kesimpulan. Contohnya
seperti seorang Public Relations (PR)
dalam suatu perusahaan, seorang PR diharapkan mampu membawa nama baik
perusahaan dengan cara memberikan kesan yang baik terhadap masyarakat tentang
perusahaan tersebut, ia juga harus memiliki wawasan yang luas jika masyarakat
menanyakan tentang perusahaan tersebut. Jika terjadi suatu masalah, PR juga
harus mampu menemukan cara-cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan cepat
dan benar. Dalam mengambil suatu keputusan PR harus mempertimbangkan baik
buruknya untuk perusahaan itu kedepannya, jadi tidak hanya baik untuk awalnya
saja.
Dalam berkomunikasi hal yang perlu diperhatikan
lainnya adalah bahasa. Bahasa memiliki kekuatan yang dapat mengubah cara
berpikir seseorang. Melalui bahasa, orang dapat terpengaruh dan bisa ragu dalam
keputusan yang sudah diambilnya. Keterampilan lainnya yang perlu dikuasai
seorang jurnalis adalah dapat membedakan antara fakta dan opini. Dalam meliput
suatu berita, biasanya dibutuhkan seorang narasumber. Narasumber tersebut
bersifat membantu sang jurnalis untuk mengumpulkan berita-berita yang
diperlukannya. Dalam informasi yang diberikan oleh narasumber tersebut,
jurnalis harus mampu membedakan mana fakta dan opini dari data-data tersebut. Dalam
penulisan sebuah berita seorang jurnalis juga harus mampu berpikir kritis dan
kreatif, serta harus menyajikan sebuah berita sesuai faktanya dan tidak
didasarkan melalui pemikiran subjektif sang jurnalis tersebut. Suatu argumen juga
diperlukan dalam suatu penulisan sebuah berita yaitu tentang benar adanya suatu
kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang ada.
Kritik
& Saran: miss.axela@ymail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar