HUBUNGAN ILMU KOMUNIKASI DENGAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF
Ilmu komunikasi adalah sebuah
pengetahuan yang mempelajari tentang semua seluk-beluk komunikasi. Yang dapat
dipelajari dari komunikasi itu sangat banyak, antara lain sejarah komunikasi,
teori-teori komunikasi, cara berpikir kritis dan kreatif, perbedaan opini dan
fakta, kemampuan berpikir kritis, keterampilan dalam berpikir kritis,
pengertian analitik, cara membuat laporan secara koheren, pemahaman tentang
evaluatif, empiris, dan analitik, langkah-langkah berpikir kritis , perbedaan
subjektif dan obejktif serta pengertian argumen. Keterampilan berpikir kritis
dan kreatif yang diperlukan oleh masyarakat, khususnya mahasiswa antara lain
memahami hubungan-hubungan logis antar gagasan, mengidentifikasi,
mengkonstruksi, dan mengevaluasi argumen, medeteksi kesalahan umum dalam
pemberian alasan, memecahkan masalah secara sistematis, mengidentifikasi
relevansi dan kepentingan gagasan, dan merefleksikan kebenaran keyakinan dan
nilai-nilai diri sendiri. Contohnya, saat saya sedang meneliti suatu wacana di
internet tentang koruptor bernama Rudi Rubiandini. Dalam kasus tersebut, bisa
dilihat keharmonisan antar gagasan, menganalisis argumen yang terjadi mengenai
Rudi Rubiandini, mencari alasan-alasan yang kurang masuk akal dalam wacana
tersebut, mencari solusi yang tepat terhadap permasalahan, menilai
gagasan-gagasan yang penting dan relevan, serta memberikan tanggapan,kritik dan
saran pribadi terhadap kasus tersebut. Keterampilan seperti diatas membantu dan
mendukung saya untuk lebih teliti dan fokus dalam berpikir kreatif dan kritis.
Tidak hanya berpikir, namun berbicara , bertanya dan semuanya yang bersangkutan
dengan komunikasi.
Untuk menjadi komunikator yang
handal dan menjadi seorang pebisnis yang baik, keterampilan dan pengetahuan
yang saya perlukan adalah semua yang saya pelajari dalam ilmu komunikasi,
seperti contohnya saat saya ingin membuat laporan kerja yang akan diserahkan
kepada atasan kita. Dalam membuat laporan kerja tersebut, kita harus mengenali
dan menguasai, mempraktekkan, dan merangkai bahan laporan yang akan kita buat.
Cara menguasai itu semua membutuhkan pengetahuan yang luas sehingga dalam
penyusunan laporan itu dapat berjalan lancar. Menjadi komunikator yang handal
juga membutuhkan keterampilan dan pengetahuan dalam berbicara. Contohnya, saat
kita ingin mempromosikan suatu barang. Jika ingin mempromosikan suatu barang
kepada konsumen, kita harus mampu membuat konsumen tertarik dengan produk
tersebut, dengan menggunakan cara persuasi ( mengajak dan mempengaruhi ).
Tentunya, kita tidak hanya asal bicara, karen sifat setiap konsumen berbeda.
Ada baiknya kita menggunakan bahasa yang sopan dan santun, sehingga setiap
konsumen merasa nyaman saat mendengar perkataan yang kita ucapkan. Semua itu
membutuhkan pengetahuan dan keterampilan. Bahasa memiliki fungsi kritis dalam
mengungkapkan ide-ide kreatif dan mampu merubah cara berpikir seseorang. Untuk
itu, kemampuan mengkomunikasikan melalui keterampilan argumentasi mutlak
dikuasai, khususnya sebagai seorang jurnalis yang terampil dan kritis.
Keterampilan argumentasi yang perlu kita kuasai yaitu mampu bermain dengan
kata-kata, maksudnya kita mampu merangkai kata yang akan kita sampaikan kepada
komunikan. Dalam hal ini, secara tidak sadar otak kita dipaksa untuk mampu
berpikir dengan kritis dan kreatif terhadap argumentasi yang akan kita
sampaikan kepada target yang dituju, mampu membuat orang percaya dengan argumen
yang kita berikan disertakan dengan alasan mengapa harus mempercayai itu.
KRITIK DAN SARAN : gabnellys13@gmail.com
KRITIK DAN SARAN : gabnellys13@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar