Masalah
: Penembakan terulang di Amerika Serikat yang menewaskan 10 orang
Solusi
:
1. Di
butuhkan undang-undang baru terkait kepemilikan dan penggunaan senjata api
2. Razia
senjata api ilegal
3. Hukuman
berat penyalahgunaan senjata api
Data
/ informasi :
1. Sebuah
studi terbaru menujukkan bahwa tidak ada negara lain di seluruh dunia yang
memiliki angka pembunuhan akibat penembakan massal terbanyak selain di AS
2.
Mengutip CNN, antara tahun 1966 hingga
2012 ada 90 penembakan massa
3.
Presiden AS Barack Obama geram karena peraturan
terkait undang-undang kepemilikan senjata api yang terus digaungkannya selalu
dihambat di Kongres
4.
Pelaku penembakan juga tewas
5.
Pelaku (Harper) merupakan penggemar
Vester Flanagan yang juga merupakan pelaku utama dalam kasus penembakan dua
jurnalis di Virgina
6.
Pada 2015 telah terjadi sedikitnya 5
kasus penembakan
7.
Korban : 20 orang luka-luka, 10 orang
tewas
8.
Pelaku membawa tiga pistol dan satu
senjata api laras panjang, dengan amunisi yang sangat panjang
9. Menurut
salah satu korban, pelaku menyuruh semua orang yang beragama Kristen untuk
berdiri lalu menembaki mereka
Kesimpulan
:
Amerika Serikat merupakan negara
dengan kasus penembakan massal terbanyak di dunia. Kasus penembakan yang satu,
menginspirasi kasus penembakan lain, dan begitu seterusnya sehinga kasus
penembakan terus terjadi. Pelaku penembakan pun menjadikan pelaku penembakan
kasus lain sebagai inspirator. Bila melihat kasus penembakan yang baru terjadi
pada 1 Oktober 2015, pelaku penembakan diduga rasis dan anti terhadap suatu
agama. Terlihat dari perintah pelaku agar semua orang beragama Kristen untuk
berdiri, dan menembaki mereka. Untuk mencegah kasus penembakan terus terjadi
dibutuhkan undang-undang mengenai peredaran senjata api yang lebih ketat lagi,
termasuk dengan sanksi hukum yang lebih. Presiden Barack Obama sudah berjuang
keras dengan selalu menggaungkan undang-undang kepemilikan senjata api. Namun
apa daya, kerja kerasnya selalu terhambat di Kongres.
Sumber
lain :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar