Sabtu, 03 Oktober 2015

41. Sesilia Sophia Kadita - 00000009210


Masalah : Penembakan terulang di Amerika Serikat yang menewaskan 10 orang

 

Solusi :

1.      Di butuhkan undang-undang baru terkait kepemilikan dan penggunaan senjata api

2.      Razia senjata api ilegal

3.      Hukuman berat penyalahgunaan senjata api

 

Data / informasi :

1.      Sebuah studi terbaru menujukkan bahwa tidak ada negara lain di seluruh dunia yang memiliki angka pembunuhan akibat penembakan massal terbanyak selain di AS

2.      Mengutip CNN, antara tahun 1966 hingga 2012 ada 90 penembakan massa

3.      Presiden AS Barack Obama geram karena peraturan terkait undang-undang kepemilikan senjata api yang terus digaungkannya selalu dihambat di Kongres

4.      Pelaku penembakan juga tewas

5.      Pelaku (Harper) merupakan penggemar Vester Flanagan yang juga merupakan pelaku utama dalam kasus penembakan dua jurnalis di Virgina

6.      Pada 2015 telah terjadi sedikitnya 5 kasus penembakan

7.      Korban : 20 orang luka-luka, 10 orang tewas

8.      Pelaku membawa tiga pistol dan satu senjata api laras panjang, dengan amunisi yang sangat panjang

9.      Menurut salah satu korban, pelaku menyuruh semua orang yang beragama Kristen untuk berdiri lalu menembaki mereka

 

Kesimpulan :

            Amerika Serikat merupakan negara dengan kasus penembakan massal terbanyak di dunia. Kasus penembakan yang satu, menginspirasi kasus penembakan lain, dan begitu seterusnya sehinga kasus penembakan terus terjadi. Pelaku penembakan pun menjadikan pelaku penembakan kasus lain sebagai inspirator. Bila melihat kasus penembakan yang baru terjadi pada 1 Oktober 2015, pelaku penembakan diduga rasis dan anti terhadap suatu agama. Terlihat dari perintah pelaku agar semua orang beragama Kristen untuk berdiri, dan menembaki mereka. Untuk mencegah kasus penembakan terus terjadi dibutuhkan undang-undang mengenai peredaran senjata api yang lebih ketat lagi, termasuk dengan sanksi hukum yang lebih. Presiden Barack Obama sudah berjuang keras dengan selalu menggaungkan undang-undang kepemilikan senjata api. Namun apa daya, kerja kerasnya selalu terhambat di Kongres.

 

 

Sumber berita : http://pmlseaepaper.pressmart.com/ (halaman 8 pada Sabtu, 3 Oktober 2015)

Sumber lain :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar