TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 5
Nama : Monica Pratiwi Dewi Gigih Putri
NIM : 000 000 09207
PERTANYAAN :
Mengutip suatu berita dari koran dan ditelusuri
menurut delapan langkah-langkah berpikir kritis!
JAWABAN :
1. Menangani masalah.
Masalah
yang dihadapi oleh Pemprov DKI, menyiasati keterbatasan lahan di tengah naiknya
harga lahan untuk pembangunan rusun bagi warga Jakarta yang terkena daerah normalisasi baik yang
berada di bantaran sungai atau sekitar
rel kereta api hingga yang berada di sekitar waduk. Ketiga daerah
tersebut perlu diadakan relokasi ke beberapa rusunawa yang sudah ada.
2. Menemukan cara-cara untuk menangani
masalah.
Sejauh ini berbagai cara terus
dilakukan oleh Pemprov DKI untuk menyelesaikan masalah rrelokasi warga yang
terkena normalisasi. Salah satucaranya
adalah dengan pembangunan rusunawa secara vertikal (meningkat keatas atau
bertingkat). Cara ini dinilai menjawab masalah keterbatasan lahan ditengah
mendesaknya kebutuhan akan rusun baru dan meroketnya kondisi harga tanah di ibu
kota.
3. Mengumpulkan dan menyusun informasi
yang diperlukan.
·
Pemerintah pusat dan Pemprov DKI sepakat menggunakan hunian
vertikal (rusunawa).
·
Menurut Menteri agraria dan tata ruang, ferry mursyidan baldan,
penataan bantaran sungai di Jakarta terpaksa memakai konsep relokasi terutama
bagi warga negara yang bermukim di lahan sempadan sungai atau bantaran dan
tidak memiliki dokumen kepemilikan tanah.
·
Meskipun diadakan relokasi, jaringan sosial antar warga harus
tetep terjalin.
·
Persoalan utama setiap kota adalah ketersediaan lahan. Hunian
rusun adalah jalan keluar agar tidak mengorbankan lahan produktif yang ada.
·
Pemerintah pusat dan Pemprov DKI telah menyiapkan rusun, namun
hingga tahun 2013 rusun tersebut masih kosong.
·
Pemprov DKI bersama dengan gperusahaan properti mengusahakan untuk
menambahkan hunian rakyat berupa rumah susun.
·
Adanya target pembangunan rusun tersebut hingga mencapai 50.000
unit yang akan di peruntukkan bagi warga yang akan direlokasi dari bantaran
sungai dan pinggir rel kereta.
·
Di samping pembangunan rusunawa mandiri, Pemprov DKI juga
berencana membangun rusun terpadu dengan pasar.
4. Mengenali asumsi-asumsi.
·
Pemprov DKI masih mengalami kesulitan dalam pendirian rusunawa di
beberapa daerah di Jakarta.
·
hubungan antar masyarakat yang terkena daerah normalisasi kurang
terjalin baik dan cenderung merenggang antara satu dengan yang lain.
·
harga tanah cenderung naik setiap tahunnya, sehingga menyulitkan Pemprov DKI dalam mendirikan rusunawa di sekitar
daerah rusunawa.
·
perusahaan properti masih sulit
bekerja sama dengan Pemprov DKI yang berkaitan dengan rusunawa.
5. Menggunakan bahasa yang tepat,
jelas, dan khas.
·
Pemprov
DKI
akan membangun sejumlah rusunawa
dibeberapa daerah sekitar Jakarta.
6. Mengevaluasi data, fakta, serta pernyataan-pernyataan.
·
Ada beberapa hal yang kurang lengkap
karena narasumber tidak menyertakan data secara lengkap mengenai banyaknya
warga yang dipindah ke rusunawa,
·
Tidak memaparkan alasan yang jelas,
mengapa beberapa rusunawa yang masih kosong pada tahun 2009.
7. Mencermati hubungan logis.
Berita
dengan judul Rusun Menjadi Solusi sudah memiliki hubungan yang logis dan saling
berkesinambungan antara masalah yang dipaparkan dengan solusi. Masalah yang
dihadapi oleh Pemprov DKI adalah keterbatasan lahan untuk mendirikan rusunawa
bagi warga yang rumahnya terkena normalisasi di bantaran sungai, waduk, dan rel
kereta api. Lalu sebagai solusi, yang dilakukan Pemprov DKI adalah mendirikan
rusunawa vertikal
(
bertingkat hingga beberapa lantai ) agar dapat menampung warga dalam jumlah
banyak.
8. Menarik kesimpulan atau pendapat.
Pemprov
DKI mengusahakan pembangunan rusunawa bagi warga yang terkena daerah
normalisasi meskipun dilanda naiknya harga tanah. Selain itu, hubungan akrab antar satu warga
dengan warga yang lain terus dipertahankan meski sudah tinggal di rusunawa.
Pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga dirasa penting, untuk mencapai kehidupan
yang layak dan memadai.

