Rabu, 14 Oktober 2015

37. Tesalonika Dara Ivory - 00000009181

Hubungan Antara Ilmu Komunikasi dengan Berfikir Kreatif dan Kritis

Ilmu komunikasi adalah mempelajari tentang tata cara bagaimana berkomunikasi dengan baik, mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dalam masyarakat sekitar. Menjadi seorang pembicara yang tertata dalam bahasa komunikasi yang baik. Mempelajari bagaimana berfikir kritis dan kreatif, mengetahui paragraf empiris, evaluatif, analitik, mengetahui lebih jelas mengenai fakta dan opini, mengetahui langkah-langkah dalam berfikir kritis, mempelajari argumentasi, valid dan tidak valid sebuah kalimat. Keterampilan yang harus dimiliki sebagai seorang mahasiswa adalah cara kita berfikir kritis dan menjelaskan pemikiran kita tersebut dengan bahasa ilmu komunikasi yang baik dan tertata. Terampil dalam menganalisis sebuah paragraf maupun yang lainnya. Terampil juga dalam mengetahui sebuah argumentasi. Berfikir kritis dan ilmu komunikasi sangat mempunyai keterkaitan yang sangan kuat. Keterampilan berfikir kritis dapat mendukung jalannya sebuah musyawarah atau yang lainnya karena dapat lebih detail dalam meperjelas sesuatu hal. Membantu dalam mengetahui berbagai paragraf. Menjadi seorang Technopreneurship atau Enterpreneurship yang handal adalah cukup dengan mempunyai pengetahuan yang luas mengenai berbagai hal dengan demikian akan sangat mudah untuk menjalankan suatu usaha atau menjalani relasi dengan orang banyak di berbagai daerah. Mendapatkan pengetahuan luas bisa dilakukan dengan cara memperbanyak koneksi dengan orang-orang sekitar dengan cara lebih banyak ikut kegiatan bersosialisasi dengan cara itu akan lebih mempermudah. Ide yang dapat muncul pada pengetahuan yang luas tersebut adalah bagaimana kita mendatkan relasi yang luas dengan cara mengikuti kegiatan sosial yang ada di kalangan sekitar atau lebih peka terhadap lingkungan rumah dahulu saja maka di lingkungan rumah juga termasuk area sosial, bisa juga dengan membaca surat kabar cetak maupun elektronik dengan demikian akan mendapatkan pengetahuan luas. Keterampilan argumentasi yang trampil dan kritis, mengetahui bagaimana argumentasi terdiri dari premis dan kesimpulan, mengetahui lebih tentang argumen dan non argumentasi , non argumen di bagi menjadi 2 , ada deduktif dan induktif. Yang terpenting adalah dapat membuat suatu paragraf argumentasi yang baik dengan menggunakan ilmu bahasa komunikasi yang baik dan tertata.


kritik dan saran : daraivory@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar