Kamis, 26 November 2015

13. Teresa Anindita 00000008989

TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 
MINGGU KE 9
 
      Pada pertemuan ke 
Pertemuan kali ini memperlihatkan contoh-contoh kesesatan yang ada di sekitar kita. Kebanyakan mempresentasikan iklan sebagai contohnya. Hal ini menarik menurut saya, karena hampir semua iklan yang ada ternyata mengandung kesesatan. Hal menarik lainnya adalah, bahwa iklan atau apa pun bisa mengandung lebih dari satu kesesatan.

Sekarang kita tahu bahwa iklan-iklan yang beredar mengandung kesesatan. Maka dari itu, hendaknya kita semakin teliti dengan iklan dan tawaran-tawaran yang ada. Jangan mudah percaya dengan slogan-slogan yang terdapat dalam iklan. Itu semua merupakan trik produsen untuk menarik minat konsumen. 

Menjadi menarik ketika mempresentasikan hasil pencarian video dan pernyataan dalam berita dari internet di depan kelas. Menunjukkan bahwa tidak semua iklan itu benar adanya dan sesuai disertai dengan alasan kesesatan yang mendukung. Dilanjutkan dengan berdiskusi bersama, membahas bahwa dalam suatu video atau pernyataan berita tidak hanya memiliki satu kesesatan, namun bisa memiliki kesesatan dua bahkan lebih yang dilihat dari berbagai aspek yang berbeda. Selain itu, menonton video juga menjadi hiburan semata dan mengetahui bahwa masih banyak iklan atau tontonan yang dibuat menarik dan kreatif.
2.      Materi ini sangat bermanfaat, membuka wawasan dan memperluas ilmu pengetahuan. Mengerti mana hal yang bisa disebut dengan kesesatan, mana yang tidak. Belajar untuk dapat mengungkapkan pendapat secara kritis berdasarkan teori-teori yang ada. Belajar mengenali berbagai macam kesesatan yang ada pada iklan secara tuntas dan mendetail. Mengupas secara mendalam mengenai kesesatan yang ada pada iklan, argumen, pernyataan, dan berita sehingga tidak menerima segala sesuatu secara mentah-mentah, tetapi mencerna dan menelaah secara kritis.

13. Teresa Anindita 00000008989

TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 
MINGGU KE 8
       
       Pada pertemuan ke 8 mata kuliah CCT, hal yang menarik yang saya dapatkan adalah tentang kesasatan yang sering dilakukan dalam berargumen. Ternyata tanpa kita sadari sering sekali kita melontarkan argumen-argumen sesat yang sekilas tampak benar namun ternyata mengandung kesesatan, seperti yang contoh-contoh yang diberikan dalam pelajaran yang tadi diberikan. Dalam kesesatan argumen tenyata dibagi menjadi tiga hal pokok, antara lain : ambiguitas, relevansi, dan presumsi. 
       Kesesatan ambiguitas adalah kesesatan berargumen yang terjadi karena pilihan kata/ penyampaian argumen memiliki banyak arti. Kesesatan relevansi adalah kesesatan yang terjadi saat hubungan premis dan konklusi tidak relevan (tidak nyambung). dan yang terakhir, kesesatan presumsi terjadi saat si penulis / pembicara dalam argumen tersebut sudah memiliki asumsi sendiri yang kebanarannya masih diragukan. dari 3 hal pokok ini, tentunya juga akan dibagi menjadi sub-sub kesesatan lainnya. Dengan mempelajari keseluruhan kesesatan tersebut kita jadi menyadari bahwa seing kali secara tidak sadar kita mengucapkan banyak hal, yang ternyata menimbulkan banyak kesesatan pikir.
         Materi ini tentunya sangat bermanfaat, khususnya bagi kita kaum mahasiswa. Seperti yang kita ketahui bahwa mahasiswa merupakan kaum berpendidikan yang sudah dianggap sebagai bibit-bibit penerus bangsa. Cara kita berbicara, cara kita berpikir menunjukkan pula identitas kita. Sehingga dalam berargumen maupun menciptakan suatu karya hendaknya tidak mengandung kesesatan yang bisa menyesatkan orang lain. 
          Dengan mengetahui jenis-jenis kesesatan dalam berargumen, kita juga dilatih untuk menjadi semakin teliti terhadap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Sehingga kita dapat berpikir lebih rasional terhadap argumen / karya orang lain tersebut mengandung kesesatan atau tidak. Dengan begitu, kita bisa lebih berhati-hati dan cermat untuk dapat mempercayai dengan perkataan / argumen / tindakan orang lain. Dengan begitu,  kita dapat lebih kritis dan kreatif akan hal-hal yang terjadi di sekitar kita..

13. Teresa Anindita 00000008989

TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 
MINGGU KE 7
 
       Pada pertemuan ke 7 sebelum UTS dilaksanakan, hal menarik yang saya temukan adalah pertanyaan-pertanyaan seputar materi perkuliahan yang diberikan selama setengah semester ini dapat menjadi pedoman kita dalam menyusun suatu essay yang sistematis dan runtut berdasarkan topik dasar yang diberikan yaitu : berpikir kritis dan kreatif dalam Ilmu Komunikasi. Dengan pedoman pertanyaan-pertanyaan tersebut kita mengolah semua materi yang diberikan selama setengah semester ini menjadi suatu karangan essay yang sistematis, runtut, dan dapat dibaca dengan baik oleh para pembaca.
       Tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang diberikan itu sangat bermanfaat bagi kita para mahasiswa karena dengan pedoman pertanyaan tersebut sangat membantu kita dalam membuat sebuah karangan essay yang benar bagi para pembaca. Hal ini tentu saja juga berguna untuk melatih kita dalam membuat artikel / berita / laporan untuk kehidupan perkuliahan atau di masa kerja mendatang. Setelah merasakan sendiri manfaat dari pedoman pertanyaan tersebut, kita jadi dapat mengetahui bahwa wawasan yang luas akan topik yang kita tulis tidaklah cukup untuk membuat suatu karangan yang benar, diperlukan juga kemampuan kita membahasakan dan menuliskan karangan tersebut menjadi suatu karangan yang sistematis, runtut, dan benar. Nah, tentunya dalam menuliskan dan membahasakan sebuah karangan tersebut agar layak dibaca oleh pembacanya diperlukan  pertanyaan-pertanyaan "pembantu" guna mengarahkan kita pada suatu karangan yang sistematis, runtut, benar dan layak dibaca oleh para pembaca.