Rabu, 23 Desember 2015

18. Silvia Veronika S - 00000009031


Pada pertemuan ke 9, hal yang menarik pada hari ini adalah ketika mahasiswa mempresentasikan, iklan dan pernyataan dalam berita dari internet di kelas. Tidak semua iklan itu benar dan sesuai. Setelah persentasi selesai kita berdiskusi bersama, dan membahas bahwa dalam video atau pernyataan berita, mengandung dua kesesatan atau bahkan lebih. Banyak masyarakat yang tidak menyadari kesesatan dalam sebuah iklan. Kesesatan itu dibuat, supaya daya tarik produk tersebut meningkat.
Materi  ini bermanfaat bagi mahasiswa, karena mahasiswa dapat memahami bahwa setiap iklan memiliki kesesatan, namun kesesatan itu digunakan untuk membuat daya tarik beli. Pentingnya memahami iklan sangatlah di perlukan, agar tidak kemakan omongan-omongan dalam iklan.

18. Silvia Veronika Sitompul - 00000009031

Pada pertemuan ke 8, halyang menarik pada hari ini adalah tentang kesasatan yang dilakukan dalam berargumen. Banyak orang-orang yang melontarkan argumen yang sesat, tetapi sekilas tanpa mereka sadar argumen mereka mengandung kesesatan. Ada tiga keseatan dibagi menjadi tiga hal pokok, antara lain : ambiguitas, relevansi, dan presumsi.
1. Kesesatan ambiguitas adalah kesesatan berargumen yang terjadi karena pilihan kata/ penyampaian argumen memiliki banyak arti.
2. Kesesatan  relevansi adalah kesesatan yang terjadi saat hubungan premis dan konklusi tidak relevan (tidak nyambung). dan yang terakhir,
3. Kesesatan  presumsi terjadi saat si penulis / pembicara dalam argumen tersebut sudah memiliki asumsi sendiri yang kebanarannya masih diragukan.
Materi critical thiking sangat bermanfaat bagi seorang jurnalis, karena tanpa kita memahami kesesatan yang sudah dipelqjari, semua argumen yang kita dengar. Kita langsung telan matang-matang, tanpa memikirkan apakah argumen tersebut mendidik atau tidak.
18

Minggu, 06 Desember 2015

Analisis Program Mata Najwa "Para Penantang Ahok"

Christian Karnanda Yang - 00000008881

Berdasarkan tayangan Mata Najwa yang berjudul "Para Penantang Ahok" ditemukan beberapa kesesatan yang dilakukan baik oleh narasumber maupun Najwa Shihab sendiri.

1. Marco Kusumawijaya

Menggunakan kesesatan populum langsung dengan mempromosikan dirinya sendiri melalui media televisi mengenai program-programnya, pengalamannya, dan terutama statusnya sebagai ahli tata kota yang dianggap bisa memimpin Jakarta dan menata Jakarta dengan lebih baik daripada kompetitornya terutama dalam hal ini Ahok.

2. Adhyaksa Dault

Menggunakan kesesatan verecundiam dikombinasi dengan populum langsung dan hominem sirkumstansial.

Kesesatan verecundiam yang dikombinasi dengan populum langsung terlihat saat beliau selalu menekankan tentang pengalaman beliau di dunia politik, bahwa beliau sudah menjadi menteri lima tahun selama pemerintahan SBY, juga sepak terjangnya sebagai ketua kwartir nasional pramuka serta sebagai pengurus dari organisasi-organisasi yang beliau pimpin, membuatnya merasa yakin dan pantas dapat memimpin Jakarta lebih baik daripada kompetitor lainnya terutama Ahok. Secara tidak langsung juga mempromosikan diri sendiri melalui media televisi agar masyarakat memilihnya.

Kesesatan hominem sirkumstansial terlihat saat beliau mengatakan beliau akan mendukung Ahok sebagai gubernur, bahkan mendukungnya menjadi presiden RI apabila Ahok memeluk agama Islam dengan menyuruhnya untuk memeluk agama Islam. Beliau juga mengatakan bahwa sebagai Muslim ia ingin dipimpin oleh seseorang yang beragama Muslim juga. Secara tidak langsung merendahkan Ahok dan menunjukkan bahwa dengan Ahok yang merupakan non-Muslim, Ahok dirasa tidak berkualifikasi sebagai pemimpin.

Kedua kesesatan ini juga menimbulkan kesesatan pengalih perhatian dengan beliau yang terkesan bertele-tele dan menyombongkan diri untuk melakukan pencitraan sebagai calon gubernur DKI Jakarta dengan mengalihkan pembicaraan pada saat ditanya Najwa untuk maju sebagai calon gubernur atau tidak (dengan melakukan kesesatan verecundiam dan populum langsung) dan pada saat ditanya mengenai komentarnya mengenai kepercayaan yang dipegang Ahok (dengan melakukan kesesatan hominem sirkumstansial).

3. Mohammad Sanusi (Fraksi Partai Gerindra dan anggota DPRD DKI Jakarta)

Menggunakan kesesatan elenchi dan hominem merendahkan, pada saat beliau berkata bahwa Ahok ingin kembali ke Gerindra namun beliau mengatakan Gerindra tidak akan mau. Juga dengan beliau yang mengatakan bahwa Ahok terkesan "mengemis kepada Gerindra" pada saat Ahok ingin maju secara independen namun tidak mendapat KTP yang cukup. Beliau juga secara tidak langsung mekritisi gaya pemimpin Ahok yang keras dengan mengatakan "... pemimpin jangan jadi tontonan, harus menjadi tuntunan". Sambil menyinggung bahwa Ahok tegas namun tidak bisa menjaga perkataannya. Beliau secara tidak langsung juga mengatakan bahwa Ahok jujur namun terlalu sering mencari-cari kesalahan orang-orang yang dirasa tidak jujur. Terkesan menjelekkan Ahok untuk menurunkan elektabilitasnya dan secara tidak langsung merasa bahwa dirinya lebih mampu untuk memimpin Jakarta daripada Ahok dengan pembicaraan yang menjurus kepada rumor pencalonan dirinya sebagai calon gubernur.

4. Prasetyo Edi Marsudi

Kesesatan hominem merendahkan dengan elenchi. Saat ditanya mengenai kader PDIP yang berpotensi untuk maju ke pilkada Jakarta (Wagub Djarot) beliau malah menjuruskan pembicaraan dengan merendahkan Ahok yang dikata tidak beretika dengan omongannya yang dirasa terlalu keras. Beliau juga mengatakan bahwa cara kerja Ahok yang memecat PNS yang tidak bekerja dengan baik kegiatan pemerintahan menjadi tidak efektif. Secara tidak langsung menurunkan elektabilitas Ahok.

5. Bursah Zarnubi

Menggunakan kesesatan hominem merendahkan Ahok tidak beretika dengan dirasa berkata-kata kotor saat marah (gaya kepemimpinan yang keras) dan menuduh bahwa Ahok yang belum selesai menjabat sebagai gubernur sengaja menyuruh para relawan Teman Ahok untuk mendukungnya dengan mengumpulkan KTP. Beliau juga menuduh Teman Ahok mengolok-olok dirinya dengan menyebarkan poster yang membuatnya terkesan ingin maju sebagai calon gubernur dengan membentuk gerakan Lawan Ahok. Juga dengan mengatakan bahwa Ahok terkesan "mengemis dukungan" kepadanya. Kesesatan hominem sirkumstansial juga muncul dengan beliau mengungkit-ungkit latar belakang agama dan suku Ahok yang Kristen dan Tionghoa yang terkesan merendahkan dengan beliau berkata dengan latar belakang demikian Ahok kurang mendapat dukungan.

6. Tubagus Ramadhan

Menggunakan kesesatan argument bayangan dengan menanyakan apakah gerakan lawan Ahok ingin menghentikan Ahok untuk berkata-kata kotor atau menghentikan pemerintah yang otoriter. Berusaha untuk menunjukkan bahwa Bursah Zarnubi dan gerakannya tidak relevan dan bukan ingin menjadi gerakan moral tetapi ingin mencegah Ahok untuk melanjutkan pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

7. Najwa Shihab

Dianggap kurang netral sebagai mediator dan jurnalis dalam forum ini dengan cenderung untuk mendukung Ahok. Dengan mengemukakan beberapa sarkasme di beberapa kesempatan.

Pada saat ia menanyakan Mohammad Sanusi mengenai Ahok yang tidak lagi diterima lagi oleh Gerindra. Ia berusaha menyerang dengan membacakan sebuah kutipan yang intinya bahwa Ahok masih diterima di Gerindra. Berusaha diklarifikasi oleh Moh. Sanusi namun Najwa malah berkata bahwa Gerindra plin-plan

Nada bicaranya dan raut muka yang terkesan mengejek pada saat ia melakukan klarifikasi saat Adhyaksa Dault mengaku tidak mendengar pernyataan Ahok yang mengatakan bahwa Adhyaksa Dault ingin Ahok masuk Islam.



30. Heribertus Bima Prabowo - 00000009133

                                     






Tugas mencari kesesatan Mata Najwa : Para Penantang Ahok


    1. Adhyaksa Dault : bertele-tele ketika menjawab. saat ditanya kesiapan untuk mencalonkan diri sebagai calon Gubernur, beliau malah menyombongkan dirinya. Padahal, pertanyaan yang diajukan Najwa hanya simpel siap atau tidak mencalonkan diri. Kesesatan Adhyaksa termasuk Pengalihan Perhatian.

    2. Tubagus Ramadhan : Saat bertanya pada Bursah tentang pendiriannya. Bursah menyimpulkan gerakan lawan Ahok yang bertujuan untuk menghentikan Ahok berkata kasar. Namun, Bursah juga sempat mengatakan gerakannya bertujuan menghentikan pemimpin otoriter.
Kesesatan Tubagus termasuk Argumen Bayangan.

   3.   Marko Kusumawijaya: mengatakan akan lebih memperhatikan kepentingan warga Jakarta dengan menyombongkan diri sebagai ahli tata kota. Sehingga lebih yakin membangun kota Jakarta menjadi lebih baik berdasar pengalamannya. Kesesatan ini termasuk kesesatan populum langsung.

        Pernyataan Najwa yang terlihat memihak Ahok:

-     Saat Mohamad Sanusi mengatakan bahwa Pak Ahok akan kembali masuk Gerindra, Najwa mengklarifikasi dengan menegaskan Pak Ahok sudah keluar dari Gerindra dan menanyakan alasan Sanusi begitu yakin Pak Ahok kembali lagi ke Gerindra.

-     Najwa merendahkan Sanusi dengan bertanya secara berulang-ulang dengan nada yang meremehkan "Anda yakin bisa melawan Ahok ? Bisa mengalahkannya? Pasti menang?"

Kritik/Saran : tagawafer12@yahoo.co.id 




"Berifikir Kritis adalah Kemampuan memberi alasan secara terorganisasi dan  mengevaluasi kualitas suatu alasan secara sistematis. - (Hassoubah)"

29. Calvin anggara - 00000009128

Tugas mencari kesesatan Mata Najwa : Para Penantang Ahok


1. Marco Kusumawijaya : kesesatan populum langsung : karena beliau berargumen tentang kehebatan dibidangnya dan berkata bahwa beliau lebih baik dibandingkan dengan ketiga kompetitor yang disebutkan oleh Najwa, memuji diri sendiri seakan-akan mempromosikan dirinya.

2. Parsetyo Edi Marsudi :
-kesesatan hominem merendahkan : beliau merendahkan Ahok dengan argumen "kerja baik, tapi kalo etika jelek buat apa."
-kesesatan elenchi : ketika di tanya Najwa tentang Jarot beliau malah menjelek-jelekan Ahok dengan berkata kita butuh kepemimpinan seperti Ahok, tapi kita ga butuh mulut seperti Ahok.

3. Mohammad Sanusi : kesesatan hominem merendahkan : dengan argumen tentang Ahok pasti akan kembali lagi ke gerindra, seakan-akan merendahkan Ahok tidak bisa apa-apa tanpa gerindra.

4. Adhyaksa Dault :
-kesesatan populum langsung : menyombongkan diri dengan berkata coba cari siapa yang lebih baik, lebih fresh dari saya. mempromosikan jabatan 5 tahun jadi mentri dan pengalamannya di Jakarta.

5. Tubagus Ramadhan : argumen bayangan : beliau mendistorsi argumen Bursah dengan mengatakan anda mau merubah perkataan kasar Ahok atau mengganti pemimpin yang otoriter?

6. Bursah Zarnubi : kesesatan verecundiam : beliau mengatakan bahwa teman Ahok pasti suruhan Ahok atau ada kerja sama, dan menuding teman Ahok yang membuat poster tentang dia.

7. Argumen Najwa yang terlihat pro Ahok : Najwa merendahkan Sanusi dengan bertanya secara berulang-ulang dengan nada yang meremehkan "anda yakin bisa melawan Ahok? Bisa? Pasti menang?"

Tugas mencari kesesatan Mata Najwa : Para Penantang Ahok

Tugas Mencari Kesesatan Dalam Acara “Mata Najwa: Para Penantang Politik”
Elizabeth Listiani.C
00000009023

    1.        Mohamad Sanusi (anggota DPRD fraksi Gerindra): beliau mengatakan dengan yakin bahwa Pak Ahok akan masuk ke Gerindra lagi. Beliau juga menjelaskan sejarahnya saat calon-calon Ahok independen sehingga ujungnya, Pak Ahok tidak mendapat KTP. Akhirnya, Pak Ahok bertemu orang Gerindra sehingga bisa masuk ke Gerindra. Hal itu yang semakin menegaskan dirinya dan Gerindra tidak lagi mendukung Ahok. Najwa menyerang pernyataan Sanusi dengan menjelaskan pernyataan dari Sandiagas, adik ketua umum sekaligus wakil ketua Dewan Pembina yang mengatakan pintu selalu terbuka untuk Pak Ahok. Kesesatan Sanusi termasuk Elenchi.

    2.       Adhyaksa Dault (Ketua Kwartir Nasional Pramuka): terlalu banyak bertele-tele ketika menjawab. Salah satunya saat ditanya kemantapannya untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017, beliau malah menyombongkan teman-temannya yang berdaulat mendukung secara penuh. Padahal, pertanyaan yang diajukan Najwa hanya sesimpel siap atau tidak mencalonkan diri. Kesesatan ini termasuk pengalihan perhatian.
Contoh lainnya, teman-teman Adhyaksa mengutarakan bahwa Gubernur DKI harus beragama muslim. Ketika Najwa mengkonfirmasi pernyataan tersebut, Adhyaksa bertele-tele mengatakan pendukungnya tidak hanya orang pribumi, melainkan juga banyak tokoh. Baru pada kesimpulannya, beliau mengatakan dari sisi agama, beliau memang setuju Pak Ahok harus muslim supaya dirinya bisa ikut mendukung. Ini termasuk kesesatan hominem sirkumstansial sekaligus pengalihan perhatian.

    3.      Bursah Zarnubi (relawan lawan Ahok): beliau melakukan kesesatan hominem merendahkan sekaligus Elenchi saat ditanya apakah Ahok memang sering berkata kasar. Beliau dengan mantap menjawab sering sekali, lalu menjelek-jelekkan Ahok dengan berkata seorang pemimpin harusnya tidak mengeluarkan kata-kata seperti comberan.

    4.      Tubagus Ramadhan (relawan teman Ahok): melakukan argumen bayangan saat bertanya pada Bursah tentang pendiriannya. Pada awalnya, Bursah mengatakan gerakan lawan Ahok bertujuan untuk menghentikan Ahok berkata kasar. Namun, Bursah juga sempat mengatakan gerakannya bertujuan menghentikan pemimpin otoriter.



    5.      Marko Kusumawijaya: beliau mengatakan akan lebih memperhatikan kepentingan warga Jakarta saat ini dengan menyombongkan track record-nya sebagai ahli tata kota. Sehingga pasti lebih bisa menata kota Jakarta mejadi lebih baik berdasar pengalamannya tersebut. Kesesatan ini termasuk kesesatan populum langsung.

    6.      Pernyataan Najwa yang terlihat memihak Ahok:

a)      Saat Mohamad Sanusi mengatakan bahwa Pak Ahok akan kembali masuk Gerindra, Najwa mengklarifikasi dengan menegaskan Pak Ahok sudah keluar dari Gerindra dan menanyakan alasan Sanusi begitu yakin Pak Ahok kembali lagi ke Gerindra.
b)      Saat Bursah Zarnubi mengatakan sisi negatif dari Ahok, Najwa mengatakan ulang pernyataan Ahok yang jelas-jelas mendukung Bursah sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017.
            c) Dalam tanya jawabnya dengan Mohamad Sanusi, Najwa memperjelas pernyataan-pernyataan yang dikemukakan Sanusi perihal apakah beliau benar-benar yakin dapat memimpin Jakarta dibandingkan Ahok.

Kamis, 26 November 2015

13. Teresa Anindita 00000008989

TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 
MINGGU KE 9
 
      Pada pertemuan ke 
Pertemuan kali ini memperlihatkan contoh-contoh kesesatan yang ada di sekitar kita. Kebanyakan mempresentasikan iklan sebagai contohnya. Hal ini menarik menurut saya, karena hampir semua iklan yang ada ternyata mengandung kesesatan. Hal menarik lainnya adalah, bahwa iklan atau apa pun bisa mengandung lebih dari satu kesesatan.

Sekarang kita tahu bahwa iklan-iklan yang beredar mengandung kesesatan. Maka dari itu, hendaknya kita semakin teliti dengan iklan dan tawaran-tawaran yang ada. Jangan mudah percaya dengan slogan-slogan yang terdapat dalam iklan. Itu semua merupakan trik produsen untuk menarik minat konsumen. 

Menjadi menarik ketika mempresentasikan hasil pencarian video dan pernyataan dalam berita dari internet di depan kelas. Menunjukkan bahwa tidak semua iklan itu benar adanya dan sesuai disertai dengan alasan kesesatan yang mendukung. Dilanjutkan dengan berdiskusi bersama, membahas bahwa dalam suatu video atau pernyataan berita tidak hanya memiliki satu kesesatan, namun bisa memiliki kesesatan dua bahkan lebih yang dilihat dari berbagai aspek yang berbeda. Selain itu, menonton video juga menjadi hiburan semata dan mengetahui bahwa masih banyak iklan atau tontonan yang dibuat menarik dan kreatif.
2.      Materi ini sangat bermanfaat, membuka wawasan dan memperluas ilmu pengetahuan. Mengerti mana hal yang bisa disebut dengan kesesatan, mana yang tidak. Belajar untuk dapat mengungkapkan pendapat secara kritis berdasarkan teori-teori yang ada. Belajar mengenali berbagai macam kesesatan yang ada pada iklan secara tuntas dan mendetail. Mengupas secara mendalam mengenai kesesatan yang ada pada iklan, argumen, pernyataan, dan berita sehingga tidak menerima segala sesuatu secara mentah-mentah, tetapi mencerna dan menelaah secara kritis.

13. Teresa Anindita 00000008989

TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 
MINGGU KE 8
       
       Pada pertemuan ke 8 mata kuliah CCT, hal yang menarik yang saya dapatkan adalah tentang kesasatan yang sering dilakukan dalam berargumen. Ternyata tanpa kita sadari sering sekali kita melontarkan argumen-argumen sesat yang sekilas tampak benar namun ternyata mengandung kesesatan, seperti yang contoh-contoh yang diberikan dalam pelajaran yang tadi diberikan. Dalam kesesatan argumen tenyata dibagi menjadi tiga hal pokok, antara lain : ambiguitas, relevansi, dan presumsi. 
       Kesesatan ambiguitas adalah kesesatan berargumen yang terjadi karena pilihan kata/ penyampaian argumen memiliki banyak arti. Kesesatan relevansi adalah kesesatan yang terjadi saat hubungan premis dan konklusi tidak relevan (tidak nyambung). dan yang terakhir, kesesatan presumsi terjadi saat si penulis / pembicara dalam argumen tersebut sudah memiliki asumsi sendiri yang kebanarannya masih diragukan. dari 3 hal pokok ini, tentunya juga akan dibagi menjadi sub-sub kesesatan lainnya. Dengan mempelajari keseluruhan kesesatan tersebut kita jadi menyadari bahwa seing kali secara tidak sadar kita mengucapkan banyak hal, yang ternyata menimbulkan banyak kesesatan pikir.
         Materi ini tentunya sangat bermanfaat, khususnya bagi kita kaum mahasiswa. Seperti yang kita ketahui bahwa mahasiswa merupakan kaum berpendidikan yang sudah dianggap sebagai bibit-bibit penerus bangsa. Cara kita berbicara, cara kita berpikir menunjukkan pula identitas kita. Sehingga dalam berargumen maupun menciptakan suatu karya hendaknya tidak mengandung kesesatan yang bisa menyesatkan orang lain. 
          Dengan mengetahui jenis-jenis kesesatan dalam berargumen, kita juga dilatih untuk menjadi semakin teliti terhadap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Sehingga kita dapat berpikir lebih rasional terhadap argumen / karya orang lain tersebut mengandung kesesatan atau tidak. Dengan begitu, kita bisa lebih berhati-hati dan cermat untuk dapat mempercayai dengan perkataan / argumen / tindakan orang lain. Dengan begitu,  kita dapat lebih kritis dan kreatif akan hal-hal yang terjadi di sekitar kita..

13. Teresa Anindita 00000008989

TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 
MINGGU KE 7
 
       Pada pertemuan ke 7 sebelum UTS dilaksanakan, hal menarik yang saya temukan adalah pertanyaan-pertanyaan seputar materi perkuliahan yang diberikan selama setengah semester ini dapat menjadi pedoman kita dalam menyusun suatu essay yang sistematis dan runtut berdasarkan topik dasar yang diberikan yaitu : berpikir kritis dan kreatif dalam Ilmu Komunikasi. Dengan pedoman pertanyaan-pertanyaan tersebut kita mengolah semua materi yang diberikan selama setengah semester ini menjadi suatu karangan essay yang sistematis, runtut, dan dapat dibaca dengan baik oleh para pembaca.
       Tentu saja pertanyaan-pertanyaan yang diberikan itu sangat bermanfaat bagi kita para mahasiswa karena dengan pedoman pertanyaan tersebut sangat membantu kita dalam membuat sebuah karangan essay yang benar bagi para pembaca. Hal ini tentu saja juga berguna untuk melatih kita dalam membuat artikel / berita / laporan untuk kehidupan perkuliahan atau di masa kerja mendatang. Setelah merasakan sendiri manfaat dari pedoman pertanyaan tersebut, kita jadi dapat mengetahui bahwa wawasan yang luas akan topik yang kita tulis tidaklah cukup untuk membuat suatu karangan yang benar, diperlukan juga kemampuan kita membahasakan dan menuliskan karangan tersebut menjadi suatu karangan yang sistematis, runtut, dan benar. Nah, tentunya dalam menuliskan dan membahasakan sebuah karangan tersebut agar layak dibaca oleh pembacanya diperlukan  pertanyaan-pertanyaan "pembantu" guna mengarahkan kita pada suatu karangan yang sistematis, runtut, benar dan layak dibaca oleh para pembaca.

Sabtu, 21 November 2015

10 Adzra Vabiant Purwantie 00000008933

     
    Tugas cct minggu ke 9


  1.      Hal yang menarik pada pelajaran ini yaitu saya dapat mengetahui macam-macam video iklan yang masih banyak sekali mengandung kesesatan dan jenis-jenis kesesatannya pada setiap video iklan yang ditampilkan pada setiap kelompok yang maju.
     2.  Pelajaran ini sangat bermanfaat karena saya dapat lebih mengetahui mana saja video yang                 mengandung kesesatan, juga argumen yang mengandung kesesatan. Serta saya bisa lebih           dalam mencirikan video iklan yang mengandung kesesatan

10 Adzra Vabiant Purwantie 00000008933

   
     TUGAS CCT MINGGU KE 8



               Hal yang menarik pada pelajaran ini adalah pertama kali saya mendapatkan ilmu tentang kesesatan, ternyata sebagai seorang jurnalis kita sangat perlu mengetahui maca-macam kesesatan. Banyak sekali iklan, argumen dan film yang mengandung kesesatan. kesesatan yang paling banyak terjadi adalah di sebuah iklan. Kesesatan dibagi menjadi tiga pokok bagian, yaitu ada kesesatan ambiguitas (memiliki banyak arti), kesesatan relevansi (hubungan konklusi dengan premis tidak relevan), dan terakhir adalah kesesatan presumsi (penulis sudah dapat berasumsi sendiri).
              Hal yang bermanfaat pada pelajaran ini yaitu saya dapat mengetahui apa saja jenis-jenis kesesatan Relevansi yang sangat berguna dalam jurusan yang saya pilih nanti, yaitu ada kesesatan Argumentum ad Baculum, kesesatan Argumentum ad Misericordiam kesesatan Argumentum ad Populum, kesesatan Argumentum ad Hominem, kesesatan Argumentum ad Varecundiam, kesesatan Argumentum ad Ignorantiam, kesesatan Ignoratio Elenchi, kesesatan Argumen Bayangan, dan terakhir adalah kesesatan Pengalihan Perhatian.

Kamis, 19 November 2015

30. Heribertus Bima Prabowo - 00000009133

                                     







Evaluasi Critical and Creative Thinking ke- 7

    1.    Hal apa yang paling menarik dari penyampaian hari ini?
       Pertemuan kali menarik karena kita dia ajarkan bagimana kita membuat suatu pernyataan agar sistematis dalam penyampaian mengerjakan soal UTS menjadi sebuah pernyataan - pernyataan yang kritif dan kreatif. Hal ini membuat pernyataan yang biasa saja menjadi lebih sistematis dalem mengerjakan soal - soal ulangan UTS nantinya.
  
    2.    Apa yang anda temukan paling bermanfaat dalam hubungannya anda sebagai mahasiswa terhadap mata kuliah ini?
      Manfaatnya bisa digunakan dalam kita menulis sebuah artikel atau berita. Kemampuan ini digunakan untuk menulis secara teratur dan sistematis dalam membuat suatu berita, atau artikel secara baik dan benar. Selain itu kita di ajak untuk selalu berfikir kristis dan kreatif dalam menyusun dan membuat agar menarik dan memiliki kualitas yang baik.  


Kritik/Saran : tagawafer12@yahoo.co.id 




"Berifikir Kritis adalah Kemampuan memberi alasan secara terorganisasi dan  mengevaluasi kualitas suatu alasan secara sistematis. - (Hassoubah)"

Senin, 16 November 2015

40. Monica Pratiwi 000 000 09207




TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 9
Nama : Monica Pratiwi Dewi Gigih Putri
NIM : 000 000 09207
PERTANYAAN :
1.      Hal apa yang menarik dari hari ini?
2.      Seberapa manfaat materi ini untuk kalian mahasiswa?
JAWABAN :
1.      Menjadi menarik ketika mempresentasikan hasil pencarian video dan pernyataan dalam berita dari internet di depan kelas. Menunjukkan bahwa tidak semua iklan itu benar adanya dan sesuai disertai dengan alasan kesesatan yang mendukung. Dilanjutkan dengan berdiskusi bersama, membahas bahwa dalam suatu video atau pernyataan berita tidak hanya memiliki satu kesesatan, namun bisa memiliki kesesatan dua bahkan lebih yang dilihat dari berbagai aspek yang berbeda. Selain itu, menonton video juga menjadi hiburan semata dan mengetahui bahwa masih banyak iklan atau tontonan yang dibuat menarik dan kreatif.
2.      Materi ini sangat bermanfaat, membuka wawasan dan memperluas ilmu pengetahuan. Mengerti mana hal yang bisa disebut dengan kesesatan, mana yang tidak. Belajar untuk dapat mengungkapkan pendapat secara kritis berdasarkan teori-teori yang ada. Belajar mengenali berbagai macam kesesatan yang ada pada iklan secara tuntas dan mendetail. Mengupas secara mendalam mengenai kesesatan yang ada pada iklan, argumen, pernyataan, dan berita sehingga tidak menerima segala sesuatu secara mentah-mentah, tetapi mencerna dan menelaah secara kritis.


40. Monica Pratiwi 000 000 09207




TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 8
Nama : Monica Pratiwi Dewi Gigih Putri
NIM : 000 000 09207
PERTANYAAN :
1.      Hal apa yang menarik dari hari ini?
2.      Seberapa manfaat materi ini untuk kalian mahasiswa?
JAWABAN :
1.       Materi yang diajarkan menarik karena ini adalah kali pertama mendapat pelajaran mengenai kesesatan. Baru disadari ternyata dari sekian banyak argumen atau pernyataan atau artikel atau iklan yang sekilas terlihat baik dan memikat ternyata justru menyimpan banyak kesesatan. Dimulai dari kesesatan yang memiliki kadar rendah hingga yang memiliki kadar salah tinggi sehingga kesalahan sangat jelas terlihat. Kesesatan dibagi menjadi tiga pokok bagian, antara lain : ambiguitas, relevansi, dan presumsi.
o   Ambiguitas      : memiliki banyak arti.
o   Relevansi         : Hubungan konklusi dengan premis tidak relevan.
o   Presumsi          : Penulis sudah dapat berasumsi sendiri.
2.       Materi ini bermanfaat dan bisa menjadikan pedoman dalam menelaah suatu pernyataan, argumen, berita, dan artikel. Mengetahui mana berita atau pernyataan yang baik dan sesuai dengan konteks. Dapat memilah-milah konten secara benar, tidak hanya melihat dari kalimat yang menarik dan memikat, tetapi juga memperhitungkan komposisi kalimat secara seimbang. Dapat mengkritisi dan berpikir kreatif secara luas sekaligus menambah ilmu pengetahuan dan wawasan.

40. Monica Pratiwi 000 000 09207




TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 7
Nama : Monica Pratiwi Dewi Gigih Putri
NIM : 000 000 09207
PERTANYAAN :
1.      Hal apa yang menarik dari hari ini?
2.      Seberapa manfaat materi ini untuk kalian mahasiswa?
JAWABAN :
1.       Pada pertemuan kali ini, menjadi menarik karena penyampaian materi dan sistematika menjawab ketika UTS melalui sebuah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan behubungan dengan berpikir kritis dan kreatif dengan ilmu komunikasi. Hal ini sangat penting karena dapat memacu daya pikir untuk mengubah yang awalnya hanya sebuah rentetan pertanyaan  menjadi sebuah esai yang sitematis. Dapat diartikan bahwa pertanyaan-pertanyaaan tersebut adalah sebuah pedoman dalam menulis sehingga dapat menghasilkan sebuah hasil karya yang sistematis.
2.      Materi hari ini  memiliki manfaat yang berguna dan bisa diterapkan pada saat akan menulis esai atau artikel hardnews. Kemampuan menulis secara runtut, teratur, dan sistematis sangat diperlukan sehingga dapat menyuguhkan sebuah berita, artikel atau argumen secara menyeluruh dan mendalam. Selain pengetahuan yang dimiliki seseorang, penulisan yang baik juga didukung oleh kemampuan berpikir yang kritis dan kreatif. Mengapa demikian? Seseorang yang memiliki kemampuan berpikir dan menulis secara kritis dan kreatif tentu akan lebih mudah mencerna dan menyusun berita sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, dapat mengembangkan suatu bacaan atau artikel menjadi lebih menarik dan memiliki standar kualitas yang baik. Penggunaan komunikasi yang efektif dan mendahulukan informasi yang penting terlebih dahulu juga mendukung dan perlu untuk diaplikasikan dalam sebuah hasil karya sesorang.