Kamis, 26 November 2015

13. Teresa Anindita 00000008989

TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 
MINGGU KE 8
       
       Pada pertemuan ke 8 mata kuliah CCT, hal yang menarik yang saya dapatkan adalah tentang kesasatan yang sering dilakukan dalam berargumen. Ternyata tanpa kita sadari sering sekali kita melontarkan argumen-argumen sesat yang sekilas tampak benar namun ternyata mengandung kesesatan, seperti yang contoh-contoh yang diberikan dalam pelajaran yang tadi diberikan. Dalam kesesatan argumen tenyata dibagi menjadi tiga hal pokok, antara lain : ambiguitas, relevansi, dan presumsi. 
       Kesesatan ambiguitas adalah kesesatan berargumen yang terjadi karena pilihan kata/ penyampaian argumen memiliki banyak arti. Kesesatan relevansi adalah kesesatan yang terjadi saat hubungan premis dan konklusi tidak relevan (tidak nyambung). dan yang terakhir, kesesatan presumsi terjadi saat si penulis / pembicara dalam argumen tersebut sudah memiliki asumsi sendiri yang kebanarannya masih diragukan. dari 3 hal pokok ini, tentunya juga akan dibagi menjadi sub-sub kesesatan lainnya. Dengan mempelajari keseluruhan kesesatan tersebut kita jadi menyadari bahwa seing kali secara tidak sadar kita mengucapkan banyak hal, yang ternyata menimbulkan banyak kesesatan pikir.
         Materi ini tentunya sangat bermanfaat, khususnya bagi kita kaum mahasiswa. Seperti yang kita ketahui bahwa mahasiswa merupakan kaum berpendidikan yang sudah dianggap sebagai bibit-bibit penerus bangsa. Cara kita berbicara, cara kita berpikir menunjukkan pula identitas kita. Sehingga dalam berargumen maupun menciptakan suatu karya hendaknya tidak mengandung kesesatan yang bisa menyesatkan orang lain. 
          Dengan mengetahui jenis-jenis kesesatan dalam berargumen, kita juga dilatih untuk menjadi semakin teliti terhadap kejadian yang terjadi di sekitar kita. Sehingga kita dapat berpikir lebih rasional terhadap argumen / karya orang lain tersebut mengandung kesesatan atau tidak. Dengan begitu, kita bisa lebih berhati-hati dan cermat untuk dapat mempercayai dengan perkataan / argumen / tindakan orang lain. Dengan begitu,  kita dapat lebih kritis dan kreatif akan hal-hal yang terjadi di sekitar kita..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar