Sabtu, 09 Januari 2016

1. Harvey Darian - 00000008857



Tugas mencari kesesatan dari program Mata Najwa: Para Penantang Ahok

      1.       Adhyaksa Dault

Kesesaatan beliau yang dapat kita lihat yang pertama adalah kesesatan verecundiam dan populum langsung. Ketika Najwa bertanya dari ukuran dukungan yang didapat oleh Adhyaksa, apakah beliau dapat menyaingi ahok. Dengan nada yang tegas beliau mengatakan bahwa dia pernah menjadi menteri 5 tahun,  ketua KNPI, HMI. Kemudian beliau juga mengatakan tidak mencari kekuasaan, padahal dengan jelas dia menceritakan latar belakang  dan menyebutkan nama tokoh-tokoh besar yang mendukung beiau. Dengan demikian sebenarnya beliau secara tidak langsung sedang mempromosikan dirinya sendiri.

Yang Kedua adalah pengalihan perhatian, Ketika sebenarnya Najwa hanya menanyakan pertanyaan singkat yaitu apakah bung Adhyaksa mantap untuk maju menjadi calon Gubernur, bung Adhyaksa menjawab dengan berbelit-belit. Seperti, dirinya telah dikukung oleh tokoh-tokoh ternama dan lain sebagainya.

Yang ketiga adalah kesesatan hominem sirkumstansial, kesesatan ini terlihat ketika bung Adhyaksa mengatakan bahwa Ahok akan didukung oleh beliau bila dia beragama Islam. Secara tidak langsung pandangan beliau terhadap Ahok menurun karena Ahok non-muslim

      2.       Marco Kusumawijaya

Kesesatan populum langsung, hal ini dapat dilihat ketika beliau dengan tegas mengatakan bahwa dia memiliki keunggulan dari calon Gubernur lain dilihat dari platform yang dia usulkan. Seperti beliau menyebutkan paling berpengalaman di bidang lingkungan, paling banyak bekerja dalam komunitas  dan berkeja di seni budaya. Beliau juga mengatakan bahwa beliau adalah mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta.  Secara tidak langsung beliau juga mempromosikan dirinya sebagai calon gubernur.

      3.       Prasetyo Edi

Kesesatan hominem merendahkan dan ignorantio elenchi, dapat dilihat ketika bung Prasetyo menyatakan bahwa dia tidak mau maju menjadi calon gubernur dengan alasan permasalahan Jakarta tidak mudah , lalu tiba-tiba dia mengatakan dengan ketegasan Ahok masih kurang lalu menyangkut pautkan dengan etika beliau Ahok yang kurang baik. Hal ini sangat tidak berhubungan dengan pernyataan utama yang menjadi alasan bung Prasetyo tidak mau menjadi Gubernur, malah merendahkan beliau Ahok.
      
4.       Mohammad Sanusi

Kesesatan hominem merendahkan, dapat dilihat ketika beliau mengatakan pimpinan jangan hanya jadi tontonan tetapi juga tuntutan, dan yang paling terlihat adalah “tegas boleh, tetapi kata-katanya harus dijaga.”. Secara tidak langsung, beliau sedang menyindir Ahok.
      
5.       Najwa Shihab

Terlihat memihak Ahok saat dia menanyakan beliau Sanusi, “berani maju? Melawan Ahok?  Menang gak?” Hal ini ditanyakan dengan nada yang sedikit meremehkan. Begitu pula, saat Najwa mengkonfirmasi bahwa partai Gerindra, selalu membukakan pintu untuk Ahok namun bung Sanusi mengatakan intinya tidak. Najwa lalu mengatakan Gerindra partai yang plin-plan.

      6.       Bursah Zarnubi

Sebagai penggagas “Lawan Ahok” menggunakan kesesatan hominem merendahkan. Beliau mengatakan bahwa Ahok sering menggunakan kata-kata kasar dan tidak beretika. Beliau menambahkan Ahok menindas rakyat dan pemimpin yang otoriter. Beliau juga memfitnah bahwa Ahok yang sengaja membuat tim relawan, dan poster yang mendukung beliau menjadi calon Gubernur dibuat oleh tim relawan Ahok untuk menjatuhkan Ahok. Beliau juga menggunakan kesesatan verecundiam,  dengan tegas mengatakan beliau adalah senior poitisi dan menyebutkan bahwa  yang menjadi penonton Mata Najwa di studio adalah  para pendukung ahok serta semua ini adalah sudah menjadi akal-akalan Metro TV.

      7.       Tubagus Ramadhan

Secara langsung menyindir gerakan yang di gagas oleh bung Bursah Zarnubi plin-plan. Dapat dilihat dari pertanyaan beliau yaitu “jadi sebenarnya ingin menghentikan pemimpin yang otoriter atau ingin agar Ahok tidak berkata kasar lagi? Ini terlihat inkonsisten.” 

4. Sarah Yovanka Dhian - 00000008872


Berdasarkan tayangan Mata Najwa di Metro TV yang berjudul "Para Penantang Ahok" ditemukan beberapa kesesatan, yaitu:

1. Marco Kusumawijaya 

Kesesatan populum langsung dengan menunjukkan eksistensinya di dalam komunitas, kesenian dan lingkungan. Ia juga mempromosikan diri sebagai ahli tata kota dan lebih berhak memimpin DKI Jakarta dibanding Ahok. 

2. Adhyaksa Dault 

Kesesatan verecundiam, populum langsung dan hominem sirkumstansial. 

Kesesatan verecundiam dan populum langsung terlihat saat beliau selalu menekankan tentang pengalaman beliau di dunia politik, bahwa beliau sudah menjadi menteri selama lima tahun, juga sebagai ketua kwartir nasional pramuka serta sebagai pengurus dari organisasi-organisasi yang beliau pimpin. Ia merasa yakin dan pantas dapat memimpin Jakarta lebih baik daripada yang lainnya terutama Ahok. Terlihat juga mempromosikan diri sendiri melalui media televisi agar masyarakat memilihnya.

Kesesatan hominem sirkumstansial terlihat saat beliau mengatakan pada Ahok, akan mendukungnya menjadi gubernur bahkan presiden apabila Ahok beragama Islam. Ia juga meminta Ahok untuk masuk ke agama Islam, sehingga secara tidak langsung Ahok direndahkan karena ia non-muslim.

Kesesatan pengalih perhatian karena beliau terkesan tidak pada pointnya dalam menjawab pertanyaan, beliau mengalihkan pembicaraan dengan melakukan pencitraan.


3. Mohammad Sanusi (Fraksi Partai Gerindra dan anggota DPRD DKI Jakarta) 

Kesesatan elenchi dan hominem merendahkan, pada saat beliau berkata bahwa Ahok ingin kembali ke Gerindra namun beliau mengatakan Gerindra tidak akan mau menerima Ahok kembali. Beliau yang mengatakan bahwa Ahok terkesan "mengemis kepada Gerindra" pada saat Ahok ingin maju secara independen. Beliau juga terlihat mengkritisi gaya bicara Ahok dan beliau terlihat merendahkan Ahok.

4. Prasetyo Edi Marsudi 

Kesesatan hominem merendahkan. Beliau ditanya siapa yang berpotensi untuk maju ke pilkada Jakarta (Wagub Djarot) beliau malah menjuruskan pembicaraan dengan merendahkan Ahok yang dikata tidak memiliki etika dengan omongannya yang dirasa terlalu keras.
5. Bursah Zarnubi 

Kesesatan hominem merendahkan Ahok tidak beretika dengan dirasa berkata-kata kotor saat marah serta menuduh bahwa Ahok yang belum selesai menjabat sebagai gubernur sengaja menyuruh para relawan Teman Ahok untuk mendukungnya dengan mengumpulkan KTP. Beliau juga menuduh Teman Ahok mengejek dengan membuat poster yang membuatnya terkesan ingin maju sebagai calon gubernur lalu membentuk gerakan Lawan Ahok. Beliau mengatakan bahwa Ahok  "mengemis dukungan" kepadanya.

6. Tubagus Ramadhan 

Kesesatan argumen bayangan dengan menanyakan apakah gerakan lawan Ahok ingin menghentikan Ahok untuk berkata-kata kotor atau menghentikan pemerintah yang otoriter. Berusaha untuk menunjukkan bahwa Bursah Zarnubi dan gerakannya tidak relevan dan bukan ingin menjadi gerakan moral tetapi ingin mencegah Ahok untuk melanjutkan pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. 

7. Najwa Shihab 

Terlihat tidak netral dan sedikit memihak Ahok

Pada saat ia menanyakan Mohammad Sanusi mengenai Ahok yang tidak lagi diterima lagi oleh Gerindra. Ia berusaha menyerang dengan membacakan sebuah kutipan yang intinya bahwa Ahok masih diterima di Gerindra. Nada bicaranya dan raut muka yang terkesan mengejek pada saat ia melakukan klarifikasi saat Adhyaksa Dault mengaku tidak mendengar video rekaman bahwa ia meminta Ahok masuk Islam.

Jumat, 08 Januari 2016

Nama : Jocelind Ellise Iskandar
NIM    : 00000009102

1.  Hal apa yang paling menarik dari mata kuliah ini ?
Menurut saya hal yang paling menarik dari mata kuliah ini adalah pada proses pembelajarannya. Pada saat setiap kelompok mempresentasikan setiap iklan ataupun berita yang telah kelompok mereka pilih. Di dalam presentasi itu dapat dilihat bahwa tidak semua iklan itu benar. Banyak didalamnya berbagai macam kesesatan apabila kita melihatnya secara kritis. Serta di dalam berita atau iklan tersebut tidak jarang yang memiliki lebih dari satu macam kesesatan bahkan ada yang mengandung tiga macam kesesatan sekaligus bahkan lebih. Selain itu setelah mempresentasikan kesesatan yang telah masing masing kelompok tampilkan, di perbolehkan untuk tanya jawab. DI dalam proses tanya jawab itu berlangsung, mereka akan menerima argumen balik dari anak- anak kelas yang melontarkan argumen mereka terhadap argumen yang telah mereka presetasikan. Hal ini membuat suasana belajar mengajar menjadi mengasikan namun santai. Dan materi yang di presentasikan dapat di mengerti dengan jelas.

2. Apa yang anda temukan yang bermanfaat dalam mata kuliah ini dengan anda sebagai mahasiswa?
Hal yang bermanfaat yang saya temukan dalam mata kuliah ini, masih sama dengan minggu sebelumnya yang mengajarkan kita untuk berpikir secara kritis dalam membedakan sebuah argumen. Namun pada minggu kesembilan ini di perjelas dengan studi kasus yang dibawakan oleh masing masing kelompok. Yang mengajarkan kita dalam mengupas lebih dalam lagi kesesatan yang ada sepert di dalan iklan dan berita yang ada di sekitar kita.


Nama : Jocelind Ellise Iskandar
NIM    : 00000009102

1.  Hal apa yang paling menarik dari mata kuliah ini ?
Menurut saya hal yang paling menarik dari mata kuliah ini adalah materi yang diajarkan. Yaitu adanya berbagai macam kesesatan yang ada di dalam sebuah argumen. Kesesatan itu sendiri dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kesesatan ambiguitas, relevansi dan presumsi. Kesesatan relevansi merupakan kesesatan antara presumsi dengan kesimpulannya karena adanya emosional. Selain itu ambiguitas adalah kesesatan dalam berargumen karena adanya pemilihan kata atau makna dalam kalimat tersebut memiliki banyak arti, tergantung dari sudut pandang lawan argumennya, yang mengakibatkan kesesatan. Dan yang terakhir adalah kesesatan presumsi.Terjadi saat orang yang sedang berargumen ini sudah memiliki asumsinya sendiri yang kebenarannya masih diragukan atau belum dapat dipastikan. Dari tiga macam kesesatan ini, masih dibagi lagi kedalam beberapa bagian lagi yang lebih spesifik.

2. Apa yang anda temukan yang bermanfaat dalam hubungan anda sebagai mahasiswa dengan mata kuliah ini?

Hal yang bermanfaat antara saya sebagai mahasiswa dengan mata kuliah ini adalah saya dibimbing untuk menjadi mahasiswa yang memiliki penalaran secara logis dan kritis khususnya dala hal berargumen. Sehingga dapat membedakan manakah argumen yang baik dan manakah yang mengandung suatu kesesatan. Selain itu saya juga dapat menilai argumen orang lain, sehingga argumen tersebut apabila mengandung kesesatan, saya tidak akan ikut terbawa ke dalam argumen yag sesat itu.Selain itu apabila saya ingin berargumen, saya dapat mengajukan argumen yang baik dan benar yang tidak mengandung kesesatan sama sekali.

8. Luz Clarita Sinjaya (00000008928)

Tugas Mencari Kesesatan Mata Najwa : Para Penantang Ahok

1.      Marco Kusumawijaya
Salah satu calon gubernur DKI Jakarta yang mempunyai pegangan menggunakan platform-nya. Pada cuplikan acara ini beliau terlihat yakin dengan latar belakang yang ia miliki dan posisinya sebagai ahli tata kota. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya warga menuntut kualitas hidup yang lebih baik, yang berarti berhubungan dengan lingkungan yang baik. Pak Marco juga dengan pedenya mengatakan bahwa, timnya sudah melakukan berbagai pertemuan dan akan terlihat hasilnya pada beberapa minggu kedepan. Intinya beliau merasa ia dapat membangun Jakarta menjadi lebih baik dari pada competitor yang lain, termasuk Pak Ahok. Kesesatan ini termasuk dalam jenis populum langsung.

2.      Adhyaksa Dault
Ketua Kwartir Nasional Pramuka yang menyampaikan pendapatnya menggunakan kesesatan pengalihan perhatian, terlihat pada saat beliau menjawab pertanyaan, tidak secara langsung tetapi memutar jawaban ke arah yang lain, sehingga ini membingungkan penonton ketika mendengar jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan.
Terdapat juga kesesatan jenis hominem sirkumstansial, yang terlihat pada dakwanya kepada Pak Ahok yang menunjukkan bahwa beliau berharap Pak Ahok berpindah agama menjadi Islam, dengan begitu maka Pak Ahok bisa maju dengan lancar tanpa hambatan.
Kesesatan lainnya yaitu jenis verecundiam. Beliau mengatakan secara panjang lebar tentang latar belakang yang ia miliki, jabatan apa saja yang pernah ia duduki, dan teman-teman yang mendukung beliau untuk maju. Padahal pada awalnya beliau mengatakan bahwa ia tidak mengincar kedudukan. Tetapi secara tidak langsung ia sedang mempromosikan dirinya sendiri kepada masyarakat.

3.      Prasetyo Edi Marsudi
Ketua DPRD sekaligus sekretaris DPD PDI Perjuangan, beliau menggunakan kesesatan elenchi. Ketika diberi pertanyaan apakah PDI perjuangan mendukung atau melawan Pak Ahok, jawaban yang beliau berikan tidak menjawab pertanyaan dan juga melesat ke ketegasan Pak Ahok yang masih membuat kita kekurangan, artinya kerja baik tapi etika tidak ada sehingga menciptakan konflik.

4.      Mohammad Sanusi
Fraksi Partai Gerindra dan anggota DPRD DKI Jakarta, beliau sangat yakin dapat menang melawan Pak Ahok dan juga beliau sangat yakin dengan 99,999% bahwa Gerindra tidak akan menerima Pak Ahok kembali untuk bergabung dan tidak  akan mencalonkan Pak Ahok . beliau juga menambahkan pada sekarang ini, pemimpin itu hanya selalu merasa bisa tapi kurang bisa merasa, pemimpin itu jangan menjadi tontonan tapi harus jadi tuntunan. Pada bagian ini terlihat beliau sedang menyindir Pak Ahok dan terjadi kesesatan hominem merendahkan.

5.      Bursah Zarnubi 
Lawan Ahok, ia menggunakan kesesatan hominem merendahkan. Terlihat pada saat menjawab beberapa pertanyaan, ia menuding sebanyak 2 kali kepada Teman Ahok yaitu Tubagus Ramadhan. Tudingan tersebut adalah ia mengatakan poster yang beredar merupakan hasil pekerjaan Teman Ahok, dan juga ia mengaku kecewa terhadap Metro TV yang menyiarkan saat Pak Ahok berkata kasar menghina DPRD. 
Ia juga mengatakan bahwa Pak Ahok mengumpulkan relawan untuk membantunya mengumpulkan 1 juta KTP. Padahal yang ia katakan tidaklah benar.

6.      Tubagus Ramadhan
Teman Ahok, ia menggunakan argument bayangan saat menanyakan kejelasan maksud Lawan Ahok yang tidak relevan, antara ingin menghentikan Pak Ahok dalam berbicara kasar atau mencegah Pak Ahok untuk menjadi calon gubernur.

Najwa Shihab
Pertanyaan Najwa yang memperlihatkan bahwa ia berpihak kepada Pak Ahok adalah saat ia mengajukan pertanyaan kepada Mohammad Sanusi, “Berani maju? Menang ga? Yakin? Kok Anda bisa pede banget pasti menang?” Lalu bagian berikutnya adalah pada bagian nada tertawanya kepada Adhyaksa yang mengaku tidak mendengar cuplikan Pak Ahok.  Juga pada bagian saat Bursah Zarnubi mengatakan sesuatu yang negatif mengenai Pak Ahok, tetapi Najwa menyangkalnya dengan cuplikan Pak Ahok yang ternyata mendukung Bursah Zarnubi.