Rabu, 20 Januari 2016

41. Sesilia Sophia Kadita - 00000009210 (Mata Najwa)

Mencari kesesatan dan kejanggalan yang terjadi dalam tayangan Mata Najwa yang berjudul "Para Penantang Ahok"

1.       Kesesatan pertama yang saya temukan adalah pada menit 16.22 oleh Adhyaksa Dault. Saat itu Najwa Shihab bertanya, apakah pernyataan “apresiasi” dari yang diutarakan Adhyaksa merupakan basa-basi politik atau jujur memuji Ahok. Awalnya Adhyaksa menjawab, bahwa pernyataan tersebut bukan merupakan basa-basi atau memuji, namun ia hanya mengatakan apa yang dilihatnya saja. Kemudian ia lanjut menjawab, bahwa untuk mendapatkan kekuasaan, orang tidak harus menjelek-jelekkan orang lain. Jawaban adhyaksa yang seperti ini tidak menjawab pertanyaan Najwa sama sekali.
2.       Menit 22.08 oleh Adhyaksa Dault. Di tayangkan pernyataan Ahok mengenai pertemuannya bersama Adhyaksa Dault. Ahok berkata bahwa Adhyaksa menginginkan Ahok masuk Islam supaya jalannya di dunia politik menjadi lancar. Najwa bertanya, apakah itu berarti Adhyaksa melakukan rasisme karena suku dan agama Ahok yang tidak seperti mayoritas warna Indonesia. Jawaban Adhyaksa terlihat tidak jelas. Beliau pertama mengatakan, bahwa ia tidak setuju dengan pernyataan Ahok tersebut. Tetapi setelah ditanya lagi dan lagi, Adhyaksa menjawab “Cuma sebagai Islam, saya menginginkan Anda (Ahok) masuk Islam. Kalau Anda masuk Islam, jadi gubernur lagi sudah lancar, karena saya sendiri akan dukung Anda. Kalau dari sisi agama”. Dari pernyataan Adhyaksa tersebut terlihat bahwa Adhyaksa sangat mempermasalahkan agama Ahok yang bukan mayoritas.
3.       Kesesatan selanjutnya adalah dari sang reporter atau pembawa acaranya sendiri, yaitu Najwa Shihab. Saai itu Ketua DPRD yang diundang menjadi tamu berkata, bahwa Ahok itu bandel sejak menjadi Gubernur DKI. Kemudia Najwa berkata, bahwa jika Jakarta harus bandel, kalau tidak bisa ikut arus penjahat-penjahat. Dari pernyataan yang dilontarkan Najwa tersebut, terlihat bahwa ia mulai memihak kepada suatu pihak, yang dalam hal ini adalah ia memihak Ahok. Najwa mendukung Ahok, yang dinilai oleh Ketua DPRD, menjadi bandel saat menjabat sebagai Gubernur DKI.
4.       Pada menit 45.00 oleh salah satu Relawan Ahok, Bursah Zarnubi. Beliau mengatakan, bahwa “Lawan Ahok” ini merupakan organisasi yang dibentuk dengan tujuan agar Ahok tidak berbicara kotor (menjaga mulut). Padahal menit sebelumnya pada 44.15, Beliau sendiri mengucakpan kata-kata umpatan. Bagaimana bisa ia menjalankan organisasi yang tujuannya untuk tidak berbicara kotor, tapi ia sendiri berbicara kotor.
5.       Pada menit 46.10 oleh Najwa Shihab. Pada menit ini Najwa terlihat membela salah satu relawan “Teman Ahok” yang saat itu hadir menjadi bintang tamu. Najwa terlihat membantu relawan dari “Teman Ahok” ketika relawan dari “Lawan Ahok” menyatakan pendapatnya yang tanpa bukti.

Selasa, 12 Januari 2016

22. Aldy Dwyan Putra - 00000009063

Acara mata najwa adalah acara yang cukup terkenal dalam kancah pertelevisian Indonesia. Namun pada acara ini, seringkali juga terdapat pernyataan-pernyataan atau Argumen yang mengandung kesesatan. Dalam episode “Para Penantang Ahok” terdapat beberapa kesesatan argumen yang dilakukan oleh para narasumber di mata najwa dan juga dari host mata najwa, yaitu Najwa Shihab.

Marco Kusuma  Wijaya (bakal calon gubernur DKI Jakarta)

Kesesatan populum langsung dilakukan oleh beliau saat beliau menyombongkan dirinya dengen pernyataan kalau beliau lah yang paling unggul di antar para calon karena beliau ahli di bidang lingkungan, mantan ketua kesenian Jakarta, dan lain-lain. Beliau juga membanggakan platform yang beliau milki.

Adhyaksa Dault

Dalam pernyataan pertama beliau yaitu “Saya sudah pernah menteri lima tahun, saya sedang memimpin warnas pramuka,....” terlihat kalau beliau menyombongkan dirinya dan juga jabatan-jabatan yang dimiliki. Hal ini termasuk dalam kesesatan populum langsung. Kesesatan pengalihan perhatian juga dilakukan oleh beliau saat beliau tidak langsung menjawab pertanyaan dari najwa, dengan cara menjawab bertele-tele. Di pertanyaan sesi selanjutanya pun beliau terus menyombongkan jabatan-jabatan yang dia miliki. Contohnya adalah: “Untuk apa jadi wagub? Saya pernah jadi menteri 5 tahun, dll”. Selain itu juga kesesatan hominem sirkumstansial yang menyinggung agama Ahok kalau Ahok itu Kristen. Beliau berkata andai saja Ahok itu Islam, pasti  beliau menjadi presiden.

Prasetyo Adi                                

Kesesatan hominem abuse dilakukan oleh beliau saat beliau mengeluarkan pernyataan “Kerja baik, tapi kalau etika tidak ada...” yang ditunjukan kepada Ahok. Saat mata najwa menanyakan soal mendukung Ahok atau tidak, beliau juga selalu mengalihkan perhatian dengan menjawab: “kembali ke ibu ketua”. Selain itu juga beliau menyatakan kalau Ahok itu bandel karena Ahok sering memecat para PNS di Jakarta yang padahal memang terbukti bersalah.

Mohammad Sanusi

Beliau melakukan kesesatan ignoratio elenchi pada saat beliau berkata bahwa Ahok pasti ingin masuk gerindra, tapi gerindra belom tentu mau. Padahal belom tentu gerindra memang tidak mau mendukung ahok. Beliau juga cenderung plin-plan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Najwa. Beliau juga melakukan kesesatan Hominem abuse saat beliau menyatak “Pemimpin harus jadi tuntunan”. Hal ini seakan-seakan menyerang sikap Ahok yang tidak bisa menjadi tuntunan bagi warga Jakarta. Dalam pernyataan beliau: “Tegas baik, tapi kalu etika tidak ada...” ini juga merupakan kesesatan hominem abuse yang menyerang diri Ahok.

Bursah Zarnubi

Dalam pernyataan beliau kalau pemimpin harus menjaga mulut dan secara tidak langsung beliau juga menyindir ahok sebagai orang yang tidak beradab. Hal ini termasuk dalam kesesatan hominem abuse. Beliau juga secara gamblang mengatakan kalau Ahok tidak memilki etika. Dan lebih dari itu, beliau juga menuding kalau teman Ahok (relawan) adalah suruhan Ahok, tanpa dasar yang jelas. Beliau juga menuding bahwa teman ahok yang telah membuat poster dirinya tanpa bukti dan fakta yang jelas. Beliau juga menyinggung masalah SARA, saat menyebut kata “Cina” yang termasuk kesesatan hominem sirkumstansial.

Tubagus Ramadhan

Tubagus sebenarnya tidak terlalu sering mengeluarkan argumen yang mengandung kesesatan. Namun pada saat Tubagus mengeluarkan pernyataan: “Jadi sebenarnya ingin menghentikan pemimpin yang otoriter atau pengen Ahok supaya gak ngomong kotor lagi?” terkesan mengdistorsi pernyataan lawan dan termasuk dalam argumen bayangan.

Najwa Shihab

Dalam episode ini, najwa cenderung pro ahok karena najwa di beberapa kesempatan melakukan distorsi kepada argumen narasumber yang termasuk ke dalam kesesatan argumen bayangan. Contohnya pada saat mengatakan kalau partai gerindra adalah partai yang plin-plan.

18. Silvia Veronika S - 00000009031



Para penantang politik.
1.       Mohamad Sanusi (Anggota DPRD fraksi Gerindra)
Beliau mengatakan bahwa sebenarnya Ahok ingin masuk partai Gerindra, tetapi partai Gerindra belum tentu menerimanya. Beliau juga menjelaskan mengenai sejarah calon-calon Ahok independen maka dari itu pak Ahok tidak mendapat KTP, dan akhirnya Pak Ahok bertemu dengan temannya dipartai Gerindra sehingga pak Ahok dapat masuk dalam partai Gerindra. Dari pernyataan tersebut bapak Sanusi  seolah ingin menekankan bahwa dirinya dan partai Gerindra tidak mendukung Ahok. Najwa selalu memberikan pertanyaan kepada Sanusi, dan memberikan pernyataan dari  Sandiagas, adik ketua umum sekaligus wakil ketua dewan Pembina, yang mengatakan bahwa pintu akan selalu terbuka untuk pak Ahok.
Kesesatan dari argument dari pak Sanusi adalah kesesatan Elenchi

2.       Adhyaksa Dault (Ketua Kwartir Nasional Pramuka)
Beliau selalu men jawab pertanyaan dengan berbelit-belit dan bertele-tele.  Contoh yang pertama pada saat Adhyaksa bertele-tele dalam menjawab pertanyaan adalah pada saat Najwa menanyakan mengenai kemantapan Adhyaksa dalam mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017. Tetapi Adhyaksa Dault bukan menjawab pertanyaan tersebut, melainkan member tahukan banyak teman-temannya berdaulat mendukungnya secara penuh. Kesesatan dialam pernyataan ini adalah kesesatan pengalihan perhatian. 
Contoh kedua adalah pada saat Najwa mengkonfirmasi apakah benar pemimpin yang baik untuk kota Jakarta adalah masyarakat yang beragama muslim. Adhyaksa kembali menjawab pertanyaan tersebut dengan bertele-tele dan mengatakan bahwa maksud dia tidak seperti itu, banyak juga tokoh-tokoh masyarakat yang bukan pribumi atau tidak beragama muslim mendukungnya sebagai gubernur Jakarta 2017. Beliau ingin mendukung pak Ahok, jika pak Ahok masuk dalam agama muslim. Kesesatan dalam hal ini adalah kesesatan pengalihan perhatian dan Hominem Sirkumtansial.

3.       Bursah Zarnubi (Relawan lawan Ahok)
Beliau selalu merendahkan Ahok, dalam pernyataan beliau, beliau selalu membicarakan mengenai kata-kata kasar yang sering Ahok katakan, beliau juga mengatakan bahwa sebagai seorang pemimpin tidak pantas mengatakan kata-kata seperti comberan. Kesetan ini menggunakan kesesatan hominem merendahkan dan elenchi.

4.       Tubagus Ramadhan (Relawan temen Ahok)
Tubagus menanyakan Bursah mengenai pendiriannya,  Bursah mengatakan gerekan lawan Ahok bertujuan untuk memberhentikan kata-kata kasar yang sering Ahok katakan dimedia massa ataupun kepada para menantangnya dan menghentikan pemimpin yang memiliki ototriter. Kesesatan dalam hal ini adalah kesesatan Argumen bayangan.

5.       Marko Kusumawijaya
Dalam pernyataan atau argumen yang dia katakana ketika menjawab pertanyaan, yang menanyakan apakah dia siap menjadi pemimpin Jakarta 2017. Beliau selalu mengatakan akan lebih berpusat kepada kepentingan warga Jakarta , dengan menyebutkan track recordnya karena dia adalah seorang yang ahli mengenai tata kota. Menurut beliau Jakarta akan semakin lebih baik karena pengalamannya menjadi ahli tata kota. Kesesatan ini termasuk kesesatan Populum langsung.

Pertanyaan Najwa yang terlihat memihak kepada Ahok :
1.       Pada saat Pak Sanusi mengatakan, bahwa sebenarnya Ahok ingin kembali ke partai Garindra, tetapi Najwa mengatakan bahwa Ahok sudah keluar dari Gerindra, dan menanyakan kembali kepada pak Sanusi, mengapa beliau yakin bahwa Ahok ingin kembali ke partai garindra.

2.       Pada saat Najwa menanyakan kepada Adhyaksa Dault, apakah seorang Adhyaksa Dault dapat memimpin Jakarta lebih baik dari pada Ahok.


Senin, 11 Januari 2016

Mangala Pratama.S 00000009103

Kesesatan dalam Mata Najwa - Para Penantang Ahok

1. Adhyaksa Dault

Kesesatan yang saya temui yaitu pada saat beliau menyatakan bahwa ia pantas memimpin Jakarta karena beliau sudah menjadi mentri selama 5 tahun dan itu mengandung kesesatan verecundiam karena belum tentu bahwa ia sudah mampu menjadi mentri selama 5 tahun beliau dapat memimpin jakarta lebih baik dari Ahok.

lalu kesesatan yang selanjutnya adalah hominem sirkumstensial yaitu pada saat beliau menyatakan bahwa ia akan mendung ahok apabila ahok adalah seorang islam.

2.       Marco Kusumawijaya

Terdapat kesesatan populum langsung yaitu melalui kampanye yang iya bawakan secara langsung kepada para penonton.

3. Mohammad Sanusi 

Terdapat kesesatan hominem merendahkan yaitu saat beliau berkata bahwa Ahok ingin kembali ke Gerindra namun beliau mengatakan Gerindra tidak akan mau dengan alasan gaya pemimpin Ahok yang keras dengan mengatakan "... pemimpin jangan jadi tontonan, harus menjadi tuntunan" dan juga sambil menyinggung bahwa Ahok tegas namun tidak bisa menjaga perkataannya.

4. Prasetyo Edi Marsudi


Terdapat kesesatan elenchi yaitu pada saat beliau ditanya mengenai kader PDIP yang berpotensi untuk maju ke pilkada Jakarta namun belia malah mengkritisi ahok.

5. Bursah Zarnubi

 Terdapat kesesatan  Hominem merendahkan karena beliau tidak menanggapi argumen yangada namun terus merendahkan ahok dengan  argumennya bahwa ahok merupakan pemimpin yang berkata kotor dan beliau juga menyatakan bahwa "kita butuh pemimpin seperti ahok namun tidak mulutnya"

6. Najwa Shihab

Terdapat ketidak netralan beliau sebagai mediator yaitu pada saat menanyakan sanusi mengenai ahok tidak diterima lagi di gerindra namun beilau terilhat sedikit memihak ahok dengan  menyatakan beberapa pernyataan bahwa ahok masih di terima di gerindra.

Mangala Pratama.S 00000009103

1.Hal apa yang paling menarik dari mata kuliah ini ?
  yaitu saya dapat mempelajari jenis-jenis kesatan dalam dunia massa seperti iklan yang ternyata di dalamnya terdapat banyak sekali kesesatan yang selama ini tidak saya ketahui.

2.Apa yang anda temukan yang bermanfaat dalam mata kuliah ini dengan anda sebagai mahasiswa?
yang saya temukan yaitu saya dapat mempelajari jenis2 kesesatan dalam dimensi yang berbeda. 

Mangala Pratama.S 00000009103

1.Hal apa yang paling menarik dari mata kuliah ini ?
Hal yang menarik yang bisa saya dapatkan adalah saya dapat mengenal berbagai macam kesesatan yang selama ini tidak saya ketahui dan juga saya dapat mengetahui bagaimana cara kita untuk dapat mengenal kesesatan dalam suatu kasus atau argumen sehingga memacu saya untuk lebih dapat berpikir kritis agar dapat menemukan kesesatan yang ada.

2.Apa yang anda temukan yang bermanfaat dalam hubungan anda sebagai mahasiswa dengan mata kuliah ini?
yaitu saya dapat mengetahui jenis-jenis kesesatan dan bagaimana cara untuk berpikir lebih kritis lagi sehingga bisa saya terpakan dalam kehidupan sehari2 saya. 

Mangala Pratama.S 0000009103

1.Hal apa yang paling menarik dari penyampaian hari ini?
yaitu hal yang menariknya adalah saya dapat belajar pengalaman baru tentang bagaimana cara sistem penulisan yang baik dalam menulis essay yang ternyata dalam penulisannya terdapat banyak sekali bermacam-macam langkah agar dapat menulisnya dengan baik.

2.Apa yang anda temukan paling bermanfaat dalam hubungannya anda sebagai mahasiswa terhadap mata kuliah ini?
yaitu saya dapat mempelajari sistematika penulisan dalam menulis esay sehingga bisa saya terapkan diluar pelajaran ini sebagai suatu ilmu yang bisa saya pakai dalam menulis. 

Mangala Pratama.S 00000009103

1 Hal yang paling menarik apa yang kamu pelajari hari ini?
yaitu pelajaran mengenai menentukan paragraf deduktif dan induktif melalui cara yang berbeda. Karena sampai saat ini saya hanya mengetahui dasar-dasar dalam mengetahui cara menentukan paragraf deduktif maupun induktif seperti yang diajarkan saat SMA namun sekarang saya dapat mengetahui berbagai macam langkah dalam menentukan jenis paragraf.

2. Apa yang anda temukan yang bermanfaat dalam hubungan anda sebagai mahasiswa dengan mata kuliah ini?
yaiut saya dapat mengetahui metode baru dalam meentukan jenis2 paragraf.

Dorothea Agatha D. - 00000008988

Kesesatan dalam Mata Najwa - Para Penantang Ahok

1. Adhyaksa Dault
Terdapat kesesatan hominem sirkumstansial, yaitu saat Adhyaksa Dault mengatakan bahwa Ahok jika ingin menjadi gubernur harus menjadi Islam terlebih dahulu karena Islam merupakan agama mayoritas dan jika Ahok masuk Islam maka Adhyaksa akan mendukungnya.
Selain itu terdapat juga kesesatan pengalihan perhatian, yaitu saat Adhyaksa menjawab pertanyaan yang diberikan Najwa secara bertele-tele.
Terakhir adalah kesesatan verecundiam. Adhyaksa Dault pernah menjabat sebagai mentri selama 5 tahun dan menjabat sebagai kwartir nasional pramuka selain itu juga beliau sudah lama tinggal di Jakarta, oleh karena itu beliau merasa dirinya lebih baik dari pada Ahok. Beliau merasa lebih pantas untuk menjadi gubernur daripada ahok
.
2. Marko Kusumawijaya
Terdapat kesesatan populum langsung. Marko melakukan kampanye agar dirinya menjadi gubernur Jakarta melalui facebook dan menyuarakan pengalamannya khususnya di bidang lingkungan hidup.

3. Prasetyo Edi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Prasetyo merendahkan Ahok  dengan mengeluarkan pernyataan bahwa etika Ahok tidak baik dan menimbulkan beban untuk ketua DPRD DKI. Ahok merupakan pemimpin yang kerjanya bagus tetapi saat berbicara seperti ingin bertengkar.

4. Mohammad Sanusi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Saat M.Sanusi berkata Ahok mau kembali ke gerindra tetapi gerindra belum tentu mau. Disini seakan-akan Ahok sangat menginginkan kembali ke gerindra tetapi ditolak.

5. Bursah Zarnubi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Bursah Zarnubi merupakan pendiri lawan ahok, beliau mengeluarkan pernyataan bahwa Ahok itu memiliki etika yang jelek dan sering berkata-kata kotor.
Selain itu juga terdapat kesesatan elenchi yaitu Bursah Zarnubi ,mengatakan bahwa belum juga pemilu tetapi Ahok sudah mengumpulkan relawan. Pernyataan Bursah tersebut tidak memiliki bukti dan dasar.

6. Tubagus Ramadhan
Terdapat kesesatan bayangan. Saat Tubagus berkata kepada Burdah apakah lawan Ahok ingin menghentikan Ahok berkata kasar atau ingin menghentikan pemimpin yang otoriter.

7. Najwa Sihab

Disini Najwa terlihat seperti pro Ahok (tidak netral). Pernyataan tersebut adalah saat Najwa berkata bahwa gerindra plinplan, Najwa juga berkata bahwa Sanusi terlalu pede bisa menang menjadi gubernur.

Sabtu, 09 Januari 2016

1. Harvey Darian - 00000008857



Tugas mencari kesesatan dari program Mata Najwa: Para Penantang Ahok

      1.       Adhyaksa Dault

Kesesaatan beliau yang dapat kita lihat yang pertama adalah kesesatan verecundiam dan populum langsung. Ketika Najwa bertanya dari ukuran dukungan yang didapat oleh Adhyaksa, apakah beliau dapat menyaingi ahok. Dengan nada yang tegas beliau mengatakan bahwa dia pernah menjadi menteri 5 tahun,  ketua KNPI, HMI. Kemudian beliau juga mengatakan tidak mencari kekuasaan, padahal dengan jelas dia menceritakan latar belakang  dan menyebutkan nama tokoh-tokoh besar yang mendukung beiau. Dengan demikian sebenarnya beliau secara tidak langsung sedang mempromosikan dirinya sendiri.

Yang Kedua adalah pengalihan perhatian, Ketika sebenarnya Najwa hanya menanyakan pertanyaan singkat yaitu apakah bung Adhyaksa mantap untuk maju menjadi calon Gubernur, bung Adhyaksa menjawab dengan berbelit-belit. Seperti, dirinya telah dikukung oleh tokoh-tokoh ternama dan lain sebagainya.

Yang ketiga adalah kesesatan hominem sirkumstansial, kesesatan ini terlihat ketika bung Adhyaksa mengatakan bahwa Ahok akan didukung oleh beliau bila dia beragama Islam. Secara tidak langsung pandangan beliau terhadap Ahok menurun karena Ahok non-muslim

      2.       Marco Kusumawijaya

Kesesatan populum langsung, hal ini dapat dilihat ketika beliau dengan tegas mengatakan bahwa dia memiliki keunggulan dari calon Gubernur lain dilihat dari platform yang dia usulkan. Seperti beliau menyebutkan paling berpengalaman di bidang lingkungan, paling banyak bekerja dalam komunitas  dan berkeja di seni budaya. Beliau juga mengatakan bahwa beliau adalah mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta.  Secara tidak langsung beliau juga mempromosikan dirinya sebagai calon gubernur.

      3.       Prasetyo Edi

Kesesatan hominem merendahkan dan ignorantio elenchi, dapat dilihat ketika bung Prasetyo menyatakan bahwa dia tidak mau maju menjadi calon gubernur dengan alasan permasalahan Jakarta tidak mudah , lalu tiba-tiba dia mengatakan dengan ketegasan Ahok masih kurang lalu menyangkut pautkan dengan etika beliau Ahok yang kurang baik. Hal ini sangat tidak berhubungan dengan pernyataan utama yang menjadi alasan bung Prasetyo tidak mau menjadi Gubernur, malah merendahkan beliau Ahok.
      
4.       Mohammad Sanusi

Kesesatan hominem merendahkan, dapat dilihat ketika beliau mengatakan pimpinan jangan hanya jadi tontonan tetapi juga tuntutan, dan yang paling terlihat adalah “tegas boleh, tetapi kata-katanya harus dijaga.”. Secara tidak langsung, beliau sedang menyindir Ahok.
      
5.       Najwa Shihab

Terlihat memihak Ahok saat dia menanyakan beliau Sanusi, “berani maju? Melawan Ahok?  Menang gak?” Hal ini ditanyakan dengan nada yang sedikit meremehkan. Begitu pula, saat Najwa mengkonfirmasi bahwa partai Gerindra, selalu membukakan pintu untuk Ahok namun bung Sanusi mengatakan intinya tidak. Najwa lalu mengatakan Gerindra partai yang plin-plan.

      6.       Bursah Zarnubi

Sebagai penggagas “Lawan Ahok” menggunakan kesesatan hominem merendahkan. Beliau mengatakan bahwa Ahok sering menggunakan kata-kata kasar dan tidak beretika. Beliau menambahkan Ahok menindas rakyat dan pemimpin yang otoriter. Beliau juga memfitnah bahwa Ahok yang sengaja membuat tim relawan, dan poster yang mendukung beliau menjadi calon Gubernur dibuat oleh tim relawan Ahok untuk menjatuhkan Ahok. Beliau juga menggunakan kesesatan verecundiam,  dengan tegas mengatakan beliau adalah senior poitisi dan menyebutkan bahwa  yang menjadi penonton Mata Najwa di studio adalah  para pendukung ahok serta semua ini adalah sudah menjadi akal-akalan Metro TV.

      7.       Tubagus Ramadhan

Secara langsung menyindir gerakan yang di gagas oleh bung Bursah Zarnubi plin-plan. Dapat dilihat dari pertanyaan beliau yaitu “jadi sebenarnya ingin menghentikan pemimpin yang otoriter atau ingin agar Ahok tidak berkata kasar lagi? Ini terlihat inkonsisten.” 

4. Sarah Yovanka Dhian - 00000008872


Berdasarkan tayangan Mata Najwa di Metro TV yang berjudul "Para Penantang Ahok" ditemukan beberapa kesesatan, yaitu:

1. Marco Kusumawijaya 

Kesesatan populum langsung dengan menunjukkan eksistensinya di dalam komunitas, kesenian dan lingkungan. Ia juga mempromosikan diri sebagai ahli tata kota dan lebih berhak memimpin DKI Jakarta dibanding Ahok. 

2. Adhyaksa Dault 

Kesesatan verecundiam, populum langsung dan hominem sirkumstansial. 

Kesesatan verecundiam dan populum langsung terlihat saat beliau selalu menekankan tentang pengalaman beliau di dunia politik, bahwa beliau sudah menjadi menteri selama lima tahun, juga sebagai ketua kwartir nasional pramuka serta sebagai pengurus dari organisasi-organisasi yang beliau pimpin. Ia merasa yakin dan pantas dapat memimpin Jakarta lebih baik daripada yang lainnya terutama Ahok. Terlihat juga mempromosikan diri sendiri melalui media televisi agar masyarakat memilihnya.

Kesesatan hominem sirkumstansial terlihat saat beliau mengatakan pada Ahok, akan mendukungnya menjadi gubernur bahkan presiden apabila Ahok beragama Islam. Ia juga meminta Ahok untuk masuk ke agama Islam, sehingga secara tidak langsung Ahok direndahkan karena ia non-muslim.

Kesesatan pengalih perhatian karena beliau terkesan tidak pada pointnya dalam menjawab pertanyaan, beliau mengalihkan pembicaraan dengan melakukan pencitraan.


3. Mohammad Sanusi (Fraksi Partai Gerindra dan anggota DPRD DKI Jakarta) 

Kesesatan elenchi dan hominem merendahkan, pada saat beliau berkata bahwa Ahok ingin kembali ke Gerindra namun beliau mengatakan Gerindra tidak akan mau menerima Ahok kembali. Beliau yang mengatakan bahwa Ahok terkesan "mengemis kepada Gerindra" pada saat Ahok ingin maju secara independen. Beliau juga terlihat mengkritisi gaya bicara Ahok dan beliau terlihat merendahkan Ahok.

4. Prasetyo Edi Marsudi 

Kesesatan hominem merendahkan. Beliau ditanya siapa yang berpotensi untuk maju ke pilkada Jakarta (Wagub Djarot) beliau malah menjuruskan pembicaraan dengan merendahkan Ahok yang dikata tidak memiliki etika dengan omongannya yang dirasa terlalu keras.
5. Bursah Zarnubi 

Kesesatan hominem merendahkan Ahok tidak beretika dengan dirasa berkata-kata kotor saat marah serta menuduh bahwa Ahok yang belum selesai menjabat sebagai gubernur sengaja menyuruh para relawan Teman Ahok untuk mendukungnya dengan mengumpulkan KTP. Beliau juga menuduh Teman Ahok mengejek dengan membuat poster yang membuatnya terkesan ingin maju sebagai calon gubernur lalu membentuk gerakan Lawan Ahok. Beliau mengatakan bahwa Ahok  "mengemis dukungan" kepadanya.

6. Tubagus Ramadhan 

Kesesatan argumen bayangan dengan menanyakan apakah gerakan lawan Ahok ingin menghentikan Ahok untuk berkata-kata kotor atau menghentikan pemerintah yang otoriter. Berusaha untuk menunjukkan bahwa Bursah Zarnubi dan gerakannya tidak relevan dan bukan ingin menjadi gerakan moral tetapi ingin mencegah Ahok untuk melanjutkan pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. 

7. Najwa Shihab 

Terlihat tidak netral dan sedikit memihak Ahok

Pada saat ia menanyakan Mohammad Sanusi mengenai Ahok yang tidak lagi diterima lagi oleh Gerindra. Ia berusaha menyerang dengan membacakan sebuah kutipan yang intinya bahwa Ahok masih diterima di Gerindra. Nada bicaranya dan raut muka yang terkesan mengejek pada saat ia melakukan klarifikasi saat Adhyaksa Dault mengaku tidak mendengar video rekaman bahwa ia meminta Ahok masuk Islam.