Selasa, 12 Januari 2016

22. Aldy Dwyan Putra - 00000009063

Acara mata najwa adalah acara yang cukup terkenal dalam kancah pertelevisian Indonesia. Namun pada acara ini, seringkali juga terdapat pernyataan-pernyataan atau Argumen yang mengandung kesesatan. Dalam episode “Para Penantang Ahok” terdapat beberapa kesesatan argumen yang dilakukan oleh para narasumber di mata najwa dan juga dari host mata najwa, yaitu Najwa Shihab.

Marco Kusuma  Wijaya (bakal calon gubernur DKI Jakarta)

Kesesatan populum langsung dilakukan oleh beliau saat beliau menyombongkan dirinya dengen pernyataan kalau beliau lah yang paling unggul di antar para calon karena beliau ahli di bidang lingkungan, mantan ketua kesenian Jakarta, dan lain-lain. Beliau juga membanggakan platform yang beliau milki.

Adhyaksa Dault

Dalam pernyataan pertama beliau yaitu “Saya sudah pernah menteri lima tahun, saya sedang memimpin warnas pramuka,....” terlihat kalau beliau menyombongkan dirinya dan juga jabatan-jabatan yang dimiliki. Hal ini termasuk dalam kesesatan populum langsung. Kesesatan pengalihan perhatian juga dilakukan oleh beliau saat beliau tidak langsung menjawab pertanyaan dari najwa, dengan cara menjawab bertele-tele. Di pertanyaan sesi selanjutanya pun beliau terus menyombongkan jabatan-jabatan yang dia miliki. Contohnya adalah: “Untuk apa jadi wagub? Saya pernah jadi menteri 5 tahun, dll”. Selain itu juga kesesatan hominem sirkumstansial yang menyinggung agama Ahok kalau Ahok itu Kristen. Beliau berkata andai saja Ahok itu Islam, pasti  beliau menjadi presiden.

Prasetyo Adi                                

Kesesatan hominem abuse dilakukan oleh beliau saat beliau mengeluarkan pernyataan “Kerja baik, tapi kalau etika tidak ada...” yang ditunjukan kepada Ahok. Saat mata najwa menanyakan soal mendukung Ahok atau tidak, beliau juga selalu mengalihkan perhatian dengan menjawab: “kembali ke ibu ketua”. Selain itu juga beliau menyatakan kalau Ahok itu bandel karena Ahok sering memecat para PNS di Jakarta yang padahal memang terbukti bersalah.

Mohammad Sanusi

Beliau melakukan kesesatan ignoratio elenchi pada saat beliau berkata bahwa Ahok pasti ingin masuk gerindra, tapi gerindra belom tentu mau. Padahal belom tentu gerindra memang tidak mau mendukung ahok. Beliau juga cenderung plin-plan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Najwa. Beliau juga melakukan kesesatan Hominem abuse saat beliau menyatak “Pemimpin harus jadi tuntunan”. Hal ini seakan-seakan menyerang sikap Ahok yang tidak bisa menjadi tuntunan bagi warga Jakarta. Dalam pernyataan beliau: “Tegas baik, tapi kalu etika tidak ada...” ini juga merupakan kesesatan hominem abuse yang menyerang diri Ahok.

Bursah Zarnubi

Dalam pernyataan beliau kalau pemimpin harus menjaga mulut dan secara tidak langsung beliau juga menyindir ahok sebagai orang yang tidak beradab. Hal ini termasuk dalam kesesatan hominem abuse. Beliau juga secara gamblang mengatakan kalau Ahok tidak memilki etika. Dan lebih dari itu, beliau juga menuding kalau teman Ahok (relawan) adalah suruhan Ahok, tanpa dasar yang jelas. Beliau juga menuding bahwa teman ahok yang telah membuat poster dirinya tanpa bukti dan fakta yang jelas. Beliau juga menyinggung masalah SARA, saat menyebut kata “Cina” yang termasuk kesesatan hominem sirkumstansial.

Tubagus Ramadhan

Tubagus sebenarnya tidak terlalu sering mengeluarkan argumen yang mengandung kesesatan. Namun pada saat Tubagus mengeluarkan pernyataan: “Jadi sebenarnya ingin menghentikan pemimpin yang otoriter atau pengen Ahok supaya gak ngomong kotor lagi?” terkesan mengdistorsi pernyataan lawan dan termasuk dalam argumen bayangan.

Najwa Shihab

Dalam episode ini, najwa cenderung pro ahok karena najwa di beberapa kesempatan melakukan distorsi kepada argumen narasumber yang termasuk ke dalam kesesatan argumen bayangan. Contohnya pada saat mengatakan kalau partai gerindra adalah partai yang plin-plan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar