Rabu, 20 Januari 2016

41. Sesilia Sophia Kadita - 00000009210 (Mata Najwa)

Mencari kesesatan dan kejanggalan yang terjadi dalam tayangan Mata Najwa yang berjudul "Para Penantang Ahok"

1.       Kesesatan pertama yang saya temukan adalah pada menit 16.22 oleh Adhyaksa Dault. Saat itu Najwa Shihab bertanya, apakah pernyataan “apresiasi” dari yang diutarakan Adhyaksa merupakan basa-basi politik atau jujur memuji Ahok. Awalnya Adhyaksa menjawab, bahwa pernyataan tersebut bukan merupakan basa-basi atau memuji, namun ia hanya mengatakan apa yang dilihatnya saja. Kemudian ia lanjut menjawab, bahwa untuk mendapatkan kekuasaan, orang tidak harus menjelek-jelekkan orang lain. Jawaban adhyaksa yang seperti ini tidak menjawab pertanyaan Najwa sama sekali.
2.       Menit 22.08 oleh Adhyaksa Dault. Di tayangkan pernyataan Ahok mengenai pertemuannya bersama Adhyaksa Dault. Ahok berkata bahwa Adhyaksa menginginkan Ahok masuk Islam supaya jalannya di dunia politik menjadi lancar. Najwa bertanya, apakah itu berarti Adhyaksa melakukan rasisme karena suku dan agama Ahok yang tidak seperti mayoritas warna Indonesia. Jawaban Adhyaksa terlihat tidak jelas. Beliau pertama mengatakan, bahwa ia tidak setuju dengan pernyataan Ahok tersebut. Tetapi setelah ditanya lagi dan lagi, Adhyaksa menjawab “Cuma sebagai Islam, saya menginginkan Anda (Ahok) masuk Islam. Kalau Anda masuk Islam, jadi gubernur lagi sudah lancar, karena saya sendiri akan dukung Anda. Kalau dari sisi agama”. Dari pernyataan Adhyaksa tersebut terlihat bahwa Adhyaksa sangat mempermasalahkan agama Ahok yang bukan mayoritas.
3.       Kesesatan selanjutnya adalah dari sang reporter atau pembawa acaranya sendiri, yaitu Najwa Shihab. Saai itu Ketua DPRD yang diundang menjadi tamu berkata, bahwa Ahok itu bandel sejak menjadi Gubernur DKI. Kemudia Najwa berkata, bahwa jika Jakarta harus bandel, kalau tidak bisa ikut arus penjahat-penjahat. Dari pernyataan yang dilontarkan Najwa tersebut, terlihat bahwa ia mulai memihak kepada suatu pihak, yang dalam hal ini adalah ia memihak Ahok. Najwa mendukung Ahok, yang dinilai oleh Ketua DPRD, menjadi bandel saat menjabat sebagai Gubernur DKI.
4.       Pada menit 45.00 oleh salah satu Relawan Ahok, Bursah Zarnubi. Beliau mengatakan, bahwa “Lawan Ahok” ini merupakan organisasi yang dibentuk dengan tujuan agar Ahok tidak berbicara kotor (menjaga mulut). Padahal menit sebelumnya pada 44.15, Beliau sendiri mengucakpan kata-kata umpatan. Bagaimana bisa ia menjalankan organisasi yang tujuannya untuk tidak berbicara kotor, tapi ia sendiri berbicara kotor.
5.       Pada menit 46.10 oleh Najwa Shihab. Pada menit ini Najwa terlihat membela salah satu relawan “Teman Ahok” yang saat itu hadir menjadi bintang tamu. Najwa terlihat membantu relawan dari “Teman Ahok” ketika relawan dari “Lawan Ahok” menyatakan pendapatnya yang tanpa bukti.