1.
Kesesatan pertama yang saya temukan
adalah pada menit 16.22 oleh Adhyaksa Dault. Saat itu Najwa Shihab bertanya,
apakah pernyataan “apresiasi” dari yang diutarakan Adhyaksa merupakan basa-basi
politik atau jujur memuji Ahok. Awalnya Adhyaksa menjawab, bahwa pernyataan
tersebut bukan merupakan basa-basi atau memuji, namun ia hanya mengatakan apa
yang dilihatnya saja. Kemudian ia lanjut menjawab, bahwa untuk mendapatkan
kekuasaan, orang tidak harus menjelek-jelekkan orang lain. Jawaban adhyaksa
yang seperti ini tidak menjawab pertanyaan Najwa sama sekali.
2.
Menit 22.08 oleh Adhyaksa Dault. Di tayangkan
pernyataan Ahok mengenai pertemuannya bersama Adhyaksa Dault. Ahok berkata
bahwa Adhyaksa menginginkan Ahok masuk Islam supaya jalannya di dunia politik
menjadi lancar. Najwa bertanya, apakah itu berarti Adhyaksa melakukan rasisme
karena suku dan agama Ahok yang tidak seperti mayoritas warna Indonesia. Jawaban
Adhyaksa terlihat tidak jelas. Beliau pertama mengatakan, bahwa ia tidak setuju
dengan pernyataan Ahok tersebut. Tetapi setelah ditanya lagi dan lagi, Adhyaksa
menjawab “Cuma sebagai Islam, saya menginginkan Anda (Ahok) masuk Islam. Kalau Anda
masuk Islam, jadi gubernur lagi sudah lancar, karena saya sendiri akan dukung
Anda. Kalau dari sisi agama”. Dari pernyataan Adhyaksa tersebut terlihat bahwa
Adhyaksa sangat mempermasalahkan agama Ahok yang bukan mayoritas.
3.
Kesesatan selanjutnya adalah dari sang
reporter atau pembawa acaranya sendiri, yaitu Najwa Shihab. Saai itu Ketua DPRD
yang diundang menjadi tamu berkata, bahwa Ahok itu bandel sejak menjadi
Gubernur DKI. Kemudia Najwa berkata, bahwa jika Jakarta harus bandel, kalau
tidak bisa ikut arus penjahat-penjahat. Dari pernyataan yang dilontarkan Najwa
tersebut, terlihat bahwa ia mulai memihak kepada suatu pihak, yang dalam hal
ini adalah ia memihak Ahok. Najwa mendukung Ahok, yang dinilai oleh Ketua DPRD,
menjadi bandel saat menjabat sebagai Gubernur DKI.
4.
Pada menit 45.00 oleh salah satu Relawan
Ahok, Bursah Zarnubi. Beliau mengatakan, bahwa “Lawan Ahok” ini merupakan
organisasi yang dibentuk dengan tujuan agar Ahok tidak berbicara kotor (menjaga
mulut). Padahal menit sebelumnya pada 44.15, Beliau sendiri mengucakpan
kata-kata umpatan. Bagaimana bisa ia menjalankan organisasi yang tujuannya
untuk tidak berbicara kotor, tapi ia sendiri berbicara kotor.
5.
Pada menit 46.10 oleh Najwa Shihab. Pada
menit ini Najwa terlihat membela salah satu relawan “Teman Ahok” yang saat itu
hadir menjadi bintang tamu. Najwa terlihat membantu relawan dari “Teman Ahok”
ketika relawan dari “Lawan Ahok” menyatakan pendapatnya yang tanpa bukti.