22. Aldy Dwyan Putra - 00000009063
Acara mata najwa adalah
acara yang cukup terkenal dalam kancah pertelevisian Indonesia. Namun pada
acara ini, seringkali juga terdapat pernyataan-pernyataan atau Argumen yang
mengandung kesesatan. Dalam episode “Para Penantang Ahok” terdapat beberapa
kesesatan argumen yang dilakukan oleh para narasumber di mata najwa dan juga
dari host mata najwa, yaitu Najwa Shihab.
Marco Kusuma Wijaya (bakal calon gubernur DKI Jakarta)
Kesesatan populum
langsung dilakukan oleh beliau saat beliau menyombongkan dirinya dengen
pernyataan kalau beliau lah yang paling unggul di antar para calon karena
beliau ahli di bidang lingkungan, mantan ketua kesenian Jakarta, dan lain-lain.
Beliau juga membanggakan platform yang
beliau milki.
Adhyaksa Dault
Dalam pernyataan pertama
beliau yaitu “Saya sudah pernah menteri lima tahun, saya sedang memimpin warnas
pramuka,....” terlihat kalau beliau menyombongkan dirinya dan juga
jabatan-jabatan yang dimiliki. Hal ini termasuk dalam kesesatan populum
langsung. Kesesatan pengalihan perhatian juga dilakukan oleh beliau saat beliau
tidak langsung menjawab pertanyaan dari najwa, dengan cara menjawab
bertele-tele. Di pertanyaan sesi selanjutanya pun beliau terus menyombongkan
jabatan-jabatan yang dia miliki. Contohnya adalah: “Untuk apa jadi wagub? Saya pernah
jadi menteri 5 tahun, dll”. Selain itu juga kesesatan hominem sirkumstansial
yang menyinggung agama Ahok kalau Ahok itu Kristen. Beliau berkata andai saja
Ahok itu Islam, pasti beliau menjadi
presiden.
Prasetyo
Adi
Kesesatan hominem abuse
dilakukan oleh beliau saat beliau mengeluarkan pernyataan “Kerja baik, tapi
kalau etika tidak ada...” yang ditunjukan kepada Ahok. Saat mata najwa
menanyakan soal mendukung Ahok atau tidak, beliau juga selalu mengalihkan
perhatian dengan menjawab: “kembali ke ibu ketua”. Selain itu juga beliau
menyatakan kalau Ahok itu bandel karena Ahok sering memecat para PNS di Jakarta
yang padahal memang terbukti bersalah.
Mohammad Sanusi
Beliau melakukan
kesesatan ignoratio elenchi pada saat beliau berkata bahwa Ahok pasti ingin
masuk gerindra, tapi gerindra belom tentu mau. Padahal belom tentu gerindra memang
tidak mau mendukung ahok. Beliau juga cenderung plin-plan dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Najwa. Beliau juga melakukan kesesatan
Hominem abuse saat beliau menyatak “Pemimpin harus jadi tuntunan”. Hal ini
seakan-seakan menyerang sikap Ahok yang tidak bisa menjadi tuntunan bagi warga
Jakarta. Dalam pernyataan beliau: “Tegas baik, tapi kalu etika tidak ada...”
ini juga merupakan kesesatan hominem abuse yang menyerang diri Ahok.
Bursah Zarnubi
Dalam pernyataan beliau
kalau pemimpin harus menjaga mulut dan secara tidak langsung beliau juga
menyindir ahok sebagai orang yang tidak beradab. Hal ini termasuk dalam
kesesatan hominem abuse. Beliau juga secara gamblang mengatakan kalau Ahok
tidak memilki etika. Dan lebih dari itu, beliau juga menuding kalau teman Ahok
(relawan) adalah suruhan Ahok, tanpa dasar yang jelas. Beliau juga menuding
bahwa teman ahok yang telah membuat poster dirinya tanpa bukti dan fakta yang
jelas. Beliau juga menyinggung masalah SARA, saat menyebut kata “Cina” yang
termasuk kesesatan hominem sirkumstansial.
Tubagus Ramadhan
Tubagus sebenarnya tidak
terlalu sering mengeluarkan argumen yang mengandung kesesatan. Namun pada saat
Tubagus mengeluarkan pernyataan: “Jadi sebenarnya ingin menghentikan pemimpin
yang otoriter atau pengen Ahok supaya gak ngomong kotor lagi?” terkesan mengdistorsi
pernyataan lawan dan termasuk dalam argumen bayangan.
Najwa Shihab
Dalam episode ini, najwa
cenderung pro ahok karena najwa di beberapa kesempatan melakukan distorsi
kepada argumen narasumber yang termasuk ke dalam kesesatan argumen bayangan. Contohnya
pada saat mengatakan kalau partai gerindra adalah partai yang plin-plan.