Ilmu komunikasi adalah yang mempelajari tata cara
berkomunikasi serta menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai sarana
komunikasi terhadap masyarakat. Ilmu komunikasi juga mempelajari proses
transfer ide dan pesan dari satu individu/kelompok kepada individu/kelompok.
Proses transfer tersebut dilakukan melalui sarana media, baik lisan ataupun
tertulis. Dalam program studi ilmu komunikasi di Universitas Multimedia
Nusantara, terutama di semester awal, terdapat beberapa mata kuliah yang
menjadi dasar bagi mahasiswa ilmu komunikasi.
Mata kuliah
pengantar ilmu komunikasi, mengajarkan teori-teori ilmu komunikasi yang
dikemukakan oleh pemikir-pemikir ilmu komunikasi. Materi penulisan kreatif
(creative writing) mengajarkan mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan
kreatifitasnya dalam menuliskan karya tulis. Mata kuliah ini merupakan salah
satu mata kuliah yang penting terutama untuk mahasiswa yang ingin mengambil
jurusan jurnalistik di semester 3. Di mata kullah fotografi, mahasiswa diajari
hal-hal teknis berkaitan dengan pengoperasian kamera dan pembuatan foto.
Mungkin terlihat tidak terlalu berhubungan dengan ilmu komunikasi namun
fotografi, terutama foto juga merupakan salah satu sarana atau media untuk
berkomunikasi.
Cara menjadi
seorang wirausaha yang berbasis teknologi sambil berusaha memecahkan masalah
dan memenuhi kebutuhan masyarakat diajarkan kepada mahasiswa melalui mata
kuliah technopreneurship. Mata kuliah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
diterima oleh mahasiswa dan mata kuliah ini merupakan salah satu materi
terpenting di ilmu komunikasi. Ilmu komunikasi berkaitan dengan penyampaian ide
dan pesan dari satu pihak kepada pihak lain. Tanpa pemahaman dan keterampilan
dalam berbahasa, komunikasi tidak akan menjadi efektif. Maka keterampilan
berbahasa sangatlah penting dalam ilmu komunikasi melalui mata kuliah Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris.
Ilmu
komunikasi berhubungan dengan dunia jurnalistik dan humas. Menjadi seorang
jurnalis ataupun humas erat kaitannya dengan cara penyampaian gagasan dan ide
yang benar dan berkualitas oleh satu individu kepada invidu lainnya.
Penyampaian ini dilakukan melalui media baik lisan maupun tertulis. Oleh karena
itu, kemampuan berbahasa yang fasih sangat diperlukan. Begitu pula dengan
pemikiran kritis dan kreatif yang ada di dalam mata kuliah critical and
creative thinking. Berpikir kritis dan kreatif di dalam ilmu komunikasi sangat
diperlukan.
Mahasiswa
ilmu komunikasi diarahkan ke dalam dua bidang karir. Sebagai jurnalis atau
humas. Sebagai seorang jurnalis maupun humas, kelak, kreativitas adalah salah
satu senjata utama dalam melakukan pekerjaannya. Menjadi kreatif membuka banyak
kesempatan dan membuat mahasiswa handal di dalam pekerjaannya sebagai jurnalis
yang menuntut penulisan artikel atau berita yang cepat namun menarik, juga
humas yang berkutat dengan presentasi dan penyampaian ide yang harus
disampaikan secara menarik dan tentu saja kreatif.
Seorang jurnalis harus bisa
menyampaikan ide dan gagasannya sendiri dan beda dengan jurnalis lain. Saat
seorang jurnalis dapat menyampaikan idenya dengan baik dan memiliki sesuatu
yang khas atau unik yang tidak dimiliki jurnalis lain, itulah ciri-ciri seorang
jurnalis yang kreatif. Begitu pula seorang humas, humas yang memiliki kecakapan
dalam berbicara, menyampaikan ide-ide yang out
of the box, tidak terpikirkan oleh orang lain, merupakan contoh humas yang
kreatif dan hal-hal ini bisa didapat di dalam pelajaran critical and creative
thinking.
Selain itu
sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, sudah seharusnya menyampaikan ide dan
gagasan melalui presentasi ataupun tulisan merupakan sesuatu yang harus
dikuasai. Ide dan gagasan bisa didukung oleh informasi-informasi yang didapat
melalui research. Namun tidak semua
informasi itu benar adanya. Disinilah peran pemikiran kritis untuk menentukan
mana informasi yang benar dan mana yang salah. Contoh, seorang jurnalis yang
akan menulis sebuah artikel harus melakukan research mengenai
informasi-informasi yang berhubungan dengan tema artikel yang akan ditulis.
Metode yang paling umum adalah pencarian melalui internet. Namun di internet
tidak semua informasi benar.
Di dalam
pelajaran critical and creative thinking, mahasiswa diajarkan untuk membedakan
antara fakta dan opini. Berpikir kritis juga menuntut mahasiswa untuk
membedakan informasi yang hoax dan yang benar. Dengan pemikiran kritis, seorang
jurnalis yang mempunyai tugas untuk mengumpulkan informasi untuk pembuatan artikelnya,
dapat memilah informasi mana yang relevan dengan tema artikelnya. Ia bisa
memilih mana informasi yang berupa fakta, mana yang berupa opini, dan informasi
mana yang tidak benar dan tidak seharusnya dimasukkan ke dalam artikel yang ia
buat.
Penggunaan
logika juga merupakan salah satu faktor yang bisa membuat seorang jurnalis
berpikir kritis yang membuatnya bisa membedakan mana informasi yang salah dan
mana informasi yang benar. Humas pun juga memerlukan hal yang sama. Pemikiran
kritis yang bersumber dari jalannya logika menentukan kesuksesan seorang humas.
Seorang humas juga harus menyampaikan informasi berupa fakta, bahkan terkadang
opininya dalam melakukan presentasi. Oleh karena itu, pemikiran kritis, yang
bisa membedakan mana informasi yang mengandung fakta, mana informasi yang hoax,
dan bagaimana cara mengemukakan opini melalui argumentasi.
Dalam
pelajaran critical and creative thinking, hal-hal seperti ini didapatkan oleh
mahasiswa. Cara berpikir kritis, penggunaan logika untuk berpikir secara
kritis, juga cara melakukan argumentasi yang baik dan benar. Dari penjelasan
diatas, pelajaran-pelajaran ini sangat diperlukan oleh mahasiswa ilmu
komunikasi terutama nanti apabila mereka sudah melakukan penjurusan dan
peminatan sesuai dengan karir yang ingin dituju. Berpikir kritis dan kreatif
membantu mahasiswa ilmu komunikasi dalam dunia perkuliahan dan kelak di dunia
profesional.
(Email
pribadi untuk kritik dan saran: christiankarnandayang@gmail.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar