Sabtu, 17 Oktober 2015

28. Karissa Belinda - 00000009127

Hubungan Berpikir Kritis dan Kreatif Terhadap Ilmu Komunikasi

Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mengajarkan kita cara berkomunikasi dengan baik dan benar. Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang tepat, serta apa yang kita sampaikan harus logis dan juga koheren. Ketika memutuskan untuk mengambil ilmu komunikasi, hal yang akan kita pelajari adalah bagaimana menyampaikan suatu informasi baik secara verbal maupun non-verbal kepada orang lain dan membuat mereka terpengaruh akan apa yang kita sampaikan.

Selain itu, seorang komunikator tidak bisa asal pada saat menyampaikan informasi, namun menyusun sebuah informasi secara baik dan benar dengan menggunakan langkah-langkah yang ada terlebih dahulu. 

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan yang pertama adalah menginderifikasi sebuah masalah terlebih dahulu, tidak langsung jump into conclusion. Yang kedua mencari cara dalam menyelesaikan masalah yang ada kemudian mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan. Dalam menyusun informasi tersebut, kita harus menggunakan bahasa yang tepat dan yang sesuai dengan topik agar tidak terjadi keambiguan pada sebuah informasi. Setelah itu, evaluasi malasah seluruh fakta dan data yang ada kemudian menarik kesimpulan. Karena pada dasarnya komunikasi tidak hanya berbicara mengenai menyampaikan informasi melainkan menerima informasi juga, diperlukan suatu ketrampilan untuk mengkritisi setiap informasi yang kita terima. Pada saat menerima informasi, kita tidak langsung mempercayai informasi tersebut namun mencari tahu lebih lagi tentang informasi yang diberikan.

Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi UMN, tentunya kita tidak lepas dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh Kompas Gramedia yaitu 5C; caring, credible, competent, competitive, and customer delight. 5 hal itulah yang akan membantu kita menjadi komunikator dan techno/entre-preneur yang handal. Sesuai dengan tagline UMN yaitu “Excellent Career Begins With Excellent Education”, UMN mengharapkan kita untuk memiliki karir yang gemilang yang dimulai dengan pendidikan yang terbaik. Karir yang gemilang dapat kita capai ketika kita memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kita. Seperti misalnya seorang mahasiswa ilmu komunikasi sukses menjadi komunikator yang handal atau  menjadi techno/entre-preneur yang sukses. Ia mencapai kesuksesan tersebut karena minat dan bakatnya ditunjang oleh pendidikan yang mendukungnya untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Untuk menjadi komunikator yang handal, dibutuhkan pengetahuan yang luas terutama mengenai topic yang akan dibicarakan. Misalnya, seorang dosen akan membahas topic politik. Apabila sang dosen tidak memiliki pengetahuan yang cukup luas di bidang politik maka informasi yang disampaikan tidak dapat tersampaikan secara efektif. Pengetahuan yang luas juga dibutuhkan untuk menjadi techno/entre-preneur. Seorang techno/entre-preneur tidak bisa menjalankan usahanya dengan baik apabila pengetahuan mengenai usaha yang dijalankannya tidak luas.

Ketrampilan juga dibutuhkan untuk menjadi komunikator dan techno/entre-preneur yang handal. Ketrampilan seperti menyimpulkan informasi kemudian memanfaatkan informasi untuk memecahkan suatu masalah, menilai suatu hal secara objektif dan juga melakukan analisis dan introspeksi. Contohnya, suatu perusahaan tengah mengalami kerugian besar. Seorang pengusaha yang kritis akan mencari informasi yang ia butuhkan seperti apa penyebab perusahaan tersebut mengalami kerugian besar, apa yang bisa ia lakukan, kemudian menggunakan setiap informasi yang ada untuk memecahkan masalah perusahaan tersebut.

Sebagai calon-calon jurnalis penerus, tentunya kita membutuhkan kemampuan dan ketrampilan untuk berargumentasi dan mutlak untuk dikuasai. Terutama sebagai jurnalis yang trampil dan kritis. Seperti ketika berargumen harus menyertakan bukti dan alasan yang kuat, tidak asal mengkritik sesuatu hal, trampil dalam membuat seseorang atau orang banyak percaya dan memberikan alasan mengapa hal tersebut harus dipercayai.

Dalam menulis sebuah artikel politik misalnya. Seorang jurnalis harus menuliskan arugmen-argumen yang  tidak hanya berkontradiksi namun memberikan sebuah alasan dan bukti yang kuat mengapa ia membenarkan atau menyalahkan hal tersebut. Apabila alasan yang diberikan tidak valid, maka akan sulit untuk membuat masyarakat percaya mengenai hal tersebut. Meskipun pada kenyataannya hal yang ia katakan benar adanya. Namun, karena alasan dan juga bukti yang ia sertakan tidak kuat (hanya berdasarkan pendapatnya saja) maka ia gagal menjadi jurnalis yang trampil.

Jadi, untuk menjadi seorang komunikator yang handal dibutuhkan setiap ketrampilan untuk berpikir kreatif dan juga kritis agar dapat memberikan pengaruh atau dampak terhadap orang banyak.

kritik dan saran: karissabelinda@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar