Jumat, 16 Oktober 2015

1. Harvey Darian Kusnadi - 00000008857

Hubungan Ilmu Komunikasi Dengan Berpikir Kritis dan Kreatif

Ilmu komunikasi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana kita menjadi seorang komunikator sekaligus komunikan yang handal baik verbal maupun non verbal mungkin dari tata cara maupun kesistematisan dalam berbahasa. Tetapi sayangnya banyak orang yang salah dalam menilai ilmu komunikasi. Setiap orang yang mengambil jurusan ilmu komunikasi dalam perkuliahan selalu dinilai orang yang pinter berbicara, cerewet dan sangat peraya diri. Namun, kenyataannya tidak begitu. Ilmu komunikasi tidak selalu mengajarkan untuk berbicara saja tetapi juga menulis. Mahasiswa ilmu komunikasi diajarkan bagaimana menulis dengan baik seperti penulisan yang kreatif, kritis, efektif dan menggunakan kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Ilmu komunikasi nantinya dipecah menjadi 2 yaitu Jurnalistik dan Public Relation (PR). Namun sebelum itu, mahasiswa diajarkan dasar-dasar ilmu  salah satunya adalah cara berpikir kritis dan kreatif baik dalam berbicara maupun penulisan.  Pada pembelajaran berpikir kritis dan kreatif, banyak hal yang diperlukan mahasiswa, seperti  langkah-langkah berpikir dan berpikir kritis dalam pemecahan suatu masalah, membedakan suatu pernyataan fakta atau opini dan cara berargumen yang baik dan logis. Misalnya saat mahasiswa membaca suatu berita di internet tentang kecelakaan bus di Bogor saat malam hari akibat supir mengantuk. Sebagai seorang mahasiswa ilmu komunikasi kita tidak boleh langsung mempercayai dengan apa yang telah kita baca, kita harus berpikir kritis, mencari dan mengumpulkan data-data disumber lain, setelah itu kita baru bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan adanya keterampilan seperti itu maka dapat mendukung dan membantu mengolah data atau informasi  yang telah kita terima kemudian menggabungkan sebagai satu kesatuan informasi yang benar dan terpercaya. Contoh lain, seorang jurnalis sedang meliput berita tentang kebakaran rumah. Sebagai jurnalis, dia  harus bisa mengolah suatu fakta atau opini dari pernyataan yang diungkapkan oleh saksi mata, seperti “tadi kata orang sekitar, kebakarannya baru saja terjadi mungkin akibat tersambar petir.” ini opini, sedangkan bila “kebakaran mulai terjadi sekitar jam 20.45, kebaran terjadi karena tersambar petir.” Ini fakta. Dan dalam penulisannya ke media cetak dia harus mengutamakan fakta yang didalamnya terdapat data yang jelas dan logis.

Ilmu komunikasi juga mengajarkan bagaimana menjadi komunikator yang handal dan terampil. Komunikator yang handal dan terampil maksudnya adalah yang dalam setiap pembicaraannya terdapat kelogisan dan keterkaitan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain. Selain itu, dituntunt juga banyak pengetahuan umum. Contohnya seorang mahasiswa mengikuti lomba debat tentang jurnalistik, tetapi dia sendiri tidak mengerti apa itu jurnalistik, etika-etika jurnalistik dan sebagainya. Sehingga dalam berargumentasi dia tidak bisa memberikan argumen yang kuat akibat pengetahuannya yang kurang tersebut.

Dengan demikian sebagai mahasiswa ilmu komunikasi kita harus selalu bisa berpikir kritis dan kreatif karena itu penting bagi kehidupan baik dalam keluarga maupun masyarakat luas. Karena dengan berpikir kritis dan kreatif kita dapat mendapatkan ide-ide/solusi-solusi  dari setiap masalah yang kita hadapi.

kritik dan saran: hd.kusnadi@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar