Hubungan
Ilmu Komunikasi Dengan Berpikir Kritis dan Kreatif
Ilmu komunikasi merupakan ilmu yang mempelajari
bagaimana kita menjadi seorang komunikator sekaligus komunikan yang handal baik
verbal maupun non verbal mungkin dari tata cara maupun kesistematisan dalam
berbahasa. Tetapi sayangnya banyak orang yang salah dalam menilai ilmu
komunikasi. Setiap orang yang mengambil jurusan ilmu komunikasi dalam
perkuliahan selalu dinilai orang yang pinter berbicara, cerewet dan sangat
peraya diri. Namun, kenyataannya tidak begitu. Ilmu komunikasi tidak selalu
mengajarkan untuk berbicara saja tetapi juga menulis. Mahasiswa ilmu komunikasi
diajarkan bagaimana menulis dengan baik seperti penulisan yang kreatif, kritis,
efektif dan menggunakan kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Ilmu komunikasi nantinya dipecah menjadi 2 yaitu
Jurnalistik dan Public Relation (PR). Namun sebelum itu, mahasiswa diajarkan
dasar-dasar ilmu salah satunya adalah
cara berpikir kritis dan kreatif baik dalam berbicara maupun penulisan. Pada pembelajaran berpikir kritis dan
kreatif, banyak hal yang diperlukan mahasiswa, seperti langkah-langkah berpikir dan berpikir kritis
dalam pemecahan suatu masalah, membedakan suatu pernyataan fakta atau opini dan
cara berargumen yang baik dan logis. Misalnya saat mahasiswa membaca suatu
berita di internet tentang kecelakaan bus di Bogor saat malam hari akibat supir
mengantuk. Sebagai seorang mahasiswa ilmu komunikasi kita tidak boleh langsung
mempercayai dengan apa yang telah kita baca, kita harus berpikir kritis,
mencari dan mengumpulkan data-data disumber lain, setelah itu kita baru bisa
menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan adanya keterampilan seperti itu maka dapat
mendukung dan membantu mengolah data atau informasi yang telah kita terima kemudian menggabungkan
sebagai satu kesatuan informasi yang benar dan terpercaya. Contoh lain, seorang
jurnalis sedang meliput berita tentang kebakaran rumah. Sebagai jurnalis, dia harus bisa mengolah suatu fakta atau opini
dari pernyataan yang diungkapkan oleh saksi mata, seperti “tadi kata orang
sekitar, kebakarannya baru saja terjadi mungkin akibat tersambar
petir.” ini opini, sedangkan bila “kebakaran mulai terjadi sekitar jam 20.45,
kebaran terjadi karena tersambar petir.” Ini fakta. Dan dalam penulisannya ke
media cetak dia harus mengutamakan fakta yang didalamnya terdapat data yang
jelas dan logis.
Ilmu komunikasi juga mengajarkan bagaimana menjadi
komunikator yang handal dan terampil. Komunikator yang handal dan terampil
maksudnya adalah yang dalam setiap pembicaraannya terdapat kelogisan dan keterkaitan
antara satu kalimat dengan kalimat yang lain. Selain itu, dituntunt juga banyak
pengetahuan umum. Contohnya seorang mahasiswa mengikuti lomba debat tentang
jurnalistik, tetapi dia sendiri tidak mengerti apa itu jurnalistik, etika-etika
jurnalistik dan sebagainya. Sehingga dalam berargumentasi dia tidak bisa
memberikan argumen yang kuat akibat pengetahuannya yang kurang tersebut.
Dengan demikian sebagai mahasiswa ilmu komunikasi
kita harus selalu bisa berpikir kritis dan kreatif karena itu penting bagi
kehidupan baik dalam keluarga maupun masyarakat luas. Karena dengan berpikir
kritis dan kreatif kita dapat mendapatkan ide-ide/solusi-solusi dari setiap masalah yang kita hadapi.
kritik dan saran: hd.kusnadi@gmail.com
kritik dan saran: hd.kusnadi@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar