Selasa, 13 Oktober 2015

19. Cherish E. Liharja - 00000009043

Essai

 
Hubungan Antara Ilmu Komunikasi dengan Berfikir Kritis dan Kreatif

Dalam ilmu komunikasi, saya mengambil konsentrasi jurnalistik. Dunia jurnalistik adalah dunia, dimana informasi mengalir dengan cepat dari berbagai sumber atau pihak. Ditengah arus informasi yang mengalir dengan deras dan cepat tersebut, seorang jurnalis haruslah senantiasa dapat berfikir kritis dan kreatif dalam memberikan informasi atau berita yang tetap segar tapi juga berbobot.
Kenapa harus bisa berfikir kritis dan kreatif? Harus bisa berfikir kritis karena dalam arus informasi yang bergerak, tidak semua informasi yang kita temukan, yang kita dengar, yang kita dapat adalah benar. Ada saja informasi yang merupakan sebuah opini dari seseorang, atau sebuah fakta, ataupun sebuah argumen.
Kenapa harus bisa berfikir kreatif? Harus bisa berfikir kreatif agar dapat menciptakan suasana baru, inovasi baru seperti citizen journalism dalam dunia jurnalistik agar tidak terkesan monoton, tapi tentu saja dengan berita-berita yang berbobot untuk masyarakat.
Lantas, apa hubungannya dengan dunia jurnalistik? Disinilah hubungannya, seorang jurnalis, yang bertugas untuk mencari berita haruslah bisa menyajikan berita yang relevan dengan kenyataan, yang berbobot yaitu yang dapat menambah wawasan masyarakat, dan sesuai dengan fakta di lapangan, serta kritis dan kreatif dalam menyajikan dan mencari, serta membuat sebuah berita, dan juga tidak bias dalam menyampaikan sebuah informasi. Seorang jurnalis juga tidak boleh membelokkan fakta atau menyebarkan kebohongan kepada masyarakat karena jurnalis juga salah satu pelayan rakyat.



**Kritik dan saran dapat melalui e-mail: cherish_el@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar