Jumat, 16 Oktober 2015

22. Aldy Dwyan Putra - 00000009063 & 24. Kevin Meydio - 00000009095

                                                                                          Maraknya Kasus Begal di Indonesia
Kasus begal tentunya sudah tidak asing ditelinga para masyarakat. Maraknya kasus pembegalan terjadi di pertengahan tahun 2015 dan sangat menghebohkan masyarakat. Kejadian yang banyak menelan korban ini tentunya sangat meresahkan para warga. Tidak sedikit, nyawa yang telah terbuang sia-sia karena pembegalan.
Banyak faktor yang menyebabkan banyaknya kasus pembegalan yang terjadi. Ekonomi dan kebutuhan keluarga adalah faktor utama yang menjadi alasan para pelaku begal untuk melakukan asksinya. Tingginya tingkat kemiskinan membuat mereka terpaksa melakukan tindak kriminal demi memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan Polda Metro Jaya mencatat ada 80 kasus begal yang terjadi sepanjang Januari 2015 di wilayah hukumnya. Sebanyak 80 kasus itu tersebar di berbagai wilayah di Jakarta dan daerah-daerah penyangganya yaitu Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan, 80 kasus tersebut terdiri dari 31 penodongan, 45 perampasan, dan empat perampokan. Sebagian kasus tersebut sudah berhasil diungkap.
 
Dari wawancara yang telah kami lakukan kepada beberapa mahasiswa mengenai kasus begal yang marak terjadi, mereka berpendapat bahwa pembegalan sangat membuat mereka resah khususnya ketika mereka keluar di malam hari. Mereka juga berharap pihak yang berwajib mampu memberantas tindak begal yang semakin marak.
Jadi semua masyarakat berharap agar maraknya kasus begal dapat diberantas dengan tuntas. Tidak hanya mengandalkan peran kepolisian saja, namun juga peran aktif masyarakat untuk menjaga wilayah sekitar agar dapat mencegah terjadinya tindak begal dan menghilangkan keresahan warga sekitar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar