Maraknya
Kasus Begal di Indonesia
Kasus begal tentunya sudah tidak asing
ditelinga para masyarakat. Maraknya kasus pembegalan terjadi di pertengahan
tahun 2015 dan sangat menghebohkan masyarakat. Kejadian yang banyak menelan
korban ini tentunya sangat meresahkan para warga. Tidak sedikit, nyawa yang
telah terbuang sia-sia karena pembegalan.
Banyak faktor yang menyebabkan
banyaknya kasus pembegalan yang terjadi. Ekonomi dan kebutuhan keluarga adalah
faktor utama yang menjadi alasan para pelaku begal untuk melakukan asksinya. Tingginya
tingkat kemiskinan membuat mereka terpaksa melakukan tindak kriminal demi
memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan Polda Metro Jaya mencatat ada 80 kasus begal yang terjadi
sepanjang Januari 2015 di wilayah hukumnya. Sebanyak 80 kasus itu tersebar di
berbagai wilayah di Jakarta dan daerah-daerah penyangganya yaitu Depok,
Tangerang, dan Bekasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan, 80 kasus tersebut terdiri dari 31 penodongan, 45 perampasan, dan empat perampokan. Sebagian kasus tersebut sudah berhasil diungkap.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan, 80 kasus tersebut terdiri dari 31 penodongan, 45 perampasan, dan empat perampokan. Sebagian kasus tersebut sudah berhasil diungkap.
Dari wawancara yang telah kami
lakukan kepada beberapa mahasiswa mengenai kasus begal yang marak terjadi,
mereka berpendapat bahwa pembegalan sangat membuat mereka resah khususnya
ketika mereka keluar di malam hari. Mereka juga berharap pihak yang berwajib
mampu memberantas tindak begal yang semakin marak.
Jadi semua masyarakat berharap
agar maraknya kasus begal dapat diberantas dengan tuntas. Tidak hanya
mengandalkan peran kepolisian saja, namun juga peran aktif masyarakat untuk
menjaga wilayah sekitar agar dapat mencegah terjadinya tindak begal dan
menghilangkan keresahan warga sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar