Mengutip Berita dan Identifikasi Masalah Berdasarkan 8 Cara Berpikir Kritis
Christian Karnanda Yang
00000008881
Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/10/03/144133/3034859/4/rizal-ramli-ribuan-cruise-berlayar-mampir-ke-ri-cuma-10-kapal
Jakarta -Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli menyebut, ribuan kapal pesiar mewah (cruise) berbagai ukuran berseliweran di laut membawa wisatawan menuju obyek wisata di dunia.
Dari ribuan cruise, Rizal mengaku, hanya 10 sampai 20 kapal pesiar yang mampir ke Indonesia.
"Ada ribuan cruise di luar, tapi yang mampir di Indonesia hanya 10-20 biji karena aturan (di Indonesia) ribet sekali," kata Rizal, saat merayakan hari batik nasional di Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2015).
Minimnya crusie yang nyangkut ke Indonesia bukan tanpa sebab. Rizal menilai ada regulasi yang menghambat, bahkan memberatkan pemilik atau pebisnis kapal pesiar bila masuk ke Indonesia.
"Sekarang kita bilang, izin ini, harus cek ini. Saya bilang silakan masuk, prosesnya disederhanakan. Tahun depan saya kira mulai ada cruise masuk ratusan," ujarnya.
Untuk mendukung program menggenjot wisatawan, pemerintah akan membuka jumlah negara penerima bebas visa menjadi 47 negara.
Selain mempermudah izin masuk cruise dan menambah jumlah negara penerima visa, Kemenko Maritim dan Sumber Daya akan mengkoordinasikan pengembangan 10 destinasi wisata baru.
Destinasi wisata di luar Pulau Bali akan dikelola dan dibangun secara profesional, guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing.
"Saya ingin 10 lokasi saja. Dulu pemerintah usulkan 40 lokasi baru, itu tidak mungkin, susah. Makanya 10 saja," ujarnya
Langkah tersebut, kata Rizal, bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dari 10 juta per tahun menjadi 20 juta per tahun.
"Jumlah wisatawan di Indonesia 10 juta orang. Target kami dalam 5 tahun jadi 20 juta orang/tahun, sehingga tenaga kerja langsung di pariwisata bisa meningkat dari 3 juta jadi 7 juta," sebutnya.
Rizal Ramli: Ribuan Cruise Berlayar, Mampir ke RI Cuma 10 Kapal
Sabtu, 03/10/2015 14:41 WIB
Jakarta -Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli menyebut, ribuan kapal pesiar mewah (cruise) berbagai ukuran berseliweran di laut membawa wisatawan menuju obyek wisata di dunia.
Dari ribuan cruise, Rizal mengaku, hanya 10 sampai 20 kapal pesiar yang mampir ke Indonesia.
"Ada ribuan cruise di luar, tapi yang mampir di Indonesia hanya 10-20 biji karena aturan (di Indonesia) ribet sekali," kata Rizal, saat merayakan hari batik nasional di Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2015).
Minimnya crusie yang nyangkut ke Indonesia bukan tanpa sebab. Rizal menilai ada regulasi yang menghambat, bahkan memberatkan pemilik atau pebisnis kapal pesiar bila masuk ke Indonesia.
"Sekarang kita bilang, izin ini, harus cek ini. Saya bilang silakan masuk, prosesnya disederhanakan. Tahun depan saya kira mulai ada cruise masuk ratusan," ujarnya.
Untuk mendukung program menggenjot wisatawan, pemerintah akan membuka jumlah negara penerima bebas visa menjadi 47 negara.
Selain mempermudah izin masuk cruise dan menambah jumlah negara penerima visa, Kemenko Maritim dan Sumber Daya akan mengkoordinasikan pengembangan 10 destinasi wisata baru.
Destinasi wisata di luar Pulau Bali akan dikelola dan dibangun secara profesional, guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing.
"Saya ingin 10 lokasi saja. Dulu pemerintah usulkan 40 lokasi baru, itu tidak mungkin, susah. Makanya 10 saja," ujarnya
Langkah tersebut, kata Rizal, bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dari 10 juta per tahun menjadi 20 juta per tahun.
"Jumlah wisatawan di Indonesia 10 juta orang. Target kami dalam 5 tahun jadi 20 juta orang/tahun, sehingga tenaga kerja langsung di pariwisata bisa meningkat dari 3 juta jadi 7 juta," sebutnya.
Identifikasi
Masalah :
Minimnya wisatawan asing yang datang menggunakan kapal pesiar
dari luar negeri dan berkunjung ke Indonesia
Alasan mengapa
kapal pesiar yang membawa wisatawan asing sangat jarang mengunjungi destinasi
wisata di Indonesia :
Menteri
Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengatakan, bahwa sebenarnya
ada ribuan kapal pesiar mewah (cruise) yang hilir mudik membawa ratusan bahkan
ribuan wisatawan asing menuju objek-objek wisata di seluruh dunia, namun hanya
sedikit sekali yang datang ke Indonesia untuk singgah dan mengunjungi
objek-objek wisata di Indonesia. Beliau mengatakan dari ribuan kapal pesiar,
hanya sepuluh sampai dua puluh kapal yang singgah dan mengunjungi destinasi
wisata di Indonesia.
Masalah
ini dikarenakan, aturan dan regulasi yang menghambat masuknya kapal-kapal
pesiar asing ini ke Indonesia. Regulasi dan peraturan yang berlaku ini dianggap
memberatkan dan merugikan pemilik atau perusahaan kapal pesiar yang ingin masuk
ke Indonesia dan mengunjungi destinasi-destinasi wisata di Indonesia. Pemberian
izin yang dipersulit, berbagai macam syarat yang harus dilakukan, sampai
pengecekan yang berbelit-belit, merupakan beberapa masalah yang dihadapi
pemilik kapal pesiar yang ingin masuk ke Indonesia.
Selain
alasan utama tadi, masih ada alasan lain
yang menyebabkan masalah ini terjadi.
Salah satunya adalah kurangnya destinasi wisata bahari di Indonesia. Destinasi
wisata bahari yang terkenal di Indonesia adalah Bali dan kemungkinan Bali hanya
satu-satunya destinasi wisata bahari yang diketahui oleh kapal-kapal pesiar
asing ini. Walaupun sebenarnya masih ada banyak destinasi wisata bahari lain
selain Bali, namun minimnya promosi, pengelolaan yang kurang profesional, serta
pembangunan sarana dan infrastruktur yang terhambat, membuat
destinasi-destinasi yang harusnya bisa disuguhkan kepada wisatawan-wisatawan
dari kapal-kapal pesiar asing ini tidak terdeteksi. Hal ini yang membuat
kurangnya kunjungan wisatawan asing yang datang meggunakan kapal pesiar.
Cara-cara yang dilakukan
untuk menangani masalah ini :
Dengan
adanya masalah ini, Rizal Ramli mengatakan bahwa ia dan Kemenko Maritim dan
Sumber Daya akan melakukan beberapa cara untuk menghentikan masalah ini.
Pertama, pemberian kelonggaran izin bagi pemilik dan perusahaan pengelola kapal
pesiar asing yang ingin masuk ke Indonesia untuk berwisata. Selain
menyederhanakan izin dan melonggarkan regulasi dan peraturan, Kemenko Maritim
dan Sumber Daya telah berhasil menyakinkan pemerintah untuk menaikan jumlah
negara penerima bebas visa menjadi empat puluh tujuh negara. Dengan
langkah-langkah ini, diharapkan jumlah wisatawan asing terutama yang ingin
masuk dan mengunjungi destinasi wisata di Indonesia dapat meningkat. Ia yakin
dengan langkah ini kenaikan wisatawan asing dapat menigkat drastis dari 10 juta
orang per tahun menjadi 20 juta per tahun.
Selain
pelonggaran izin serta kemudahan dalam mendapatkan visa, pemerintah juga
menyiapkan 10 destinasi wisata bahari diluar Bali yang akan dikelola dan
dibangun secara profesional. Hal ini
merupakan langkah awal pemerintah untuk menarik minat dan kunjungan wisatawan
asing terutama yang menggunakan kapal pesiar. Dengan langkah ini, Bali bukanlah
menjadi satu-satunya destinasi wisata bahari yang dikenal oleh masyarakat
asing. Akan muncul sepuluh destinasi wisata bahari baru selain Bali yang
diharapkan dapat membantu Kemenko Maritim dan Sumber Daya untuk mencapai target
kunjungan ratusan kapal pesiar asing yang masuk ke Indonesia.
Mengapa cara-cara
ini dilakukan?
Pemerintah
mengatakan bahwa dengan berkembangnya pariwisata Indonesia khususnya wisata
bahari, akan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat. Dengan
meningkatnya jumlah turis asing terutama yang menggunakan kapal pesiar,
ditambah dengan pengadaan sepuluh destinasi wisata bahari baru selain Bali,
pemerintah yakin tenaga kerja langsung di bidang pariwisata dapat meningkat
dari tiga juta orang menjadi tujuh juta orang. Hal ini berarti dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bagi mereka yang merupakan
tenaga kerja di bidang pariwisata. Selain itu, dengan langkah ini pemerintah
juga akan berhasil mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.
Manfaat
lain yang akan didapat Indonesia adalah meningkatnya pendapatan negara. Dengan
meningkatnya wisatawan asing yang datang ke Indonesia, tingkat konsumsi dalam
negeri akan bertambah juga dengan industri-industri lain yang berhubungan
dengan pariwisata. Industri perhotelan, industri transportasi, serta
industri-industri lain yang berhubungan dengan pariwisata. Hal ini dapat
meningkatkan investasi di dalam industri-industri ini, terutama industri
pariwisata. Pembayaran pajak yang meningkat dari sektor-sektor yang
bersangkutan, serta pemberdayaan ekonomi lokal di daerah wisata, dirasa dapat
meningkatkan penerimaan negara dan membantu dalam perekonomian Indonesia
Selain
itu, dengan banyaknya wisatawan asing datang ke Indonesia ada kemungkinan bahwa
depresiasi mata uang rupiah yang sudah mencapai masa-masa terburuknya ini dapat
berangsur-angsur hilang. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang masuk
ke Indonesia, mereka akan menukarkan mata uang mereka dengan rupiah. Dengan
begitu permintaan terhadap mata uang rupiah akan meningkat, dan sesuai dengan
hukum permintaan apabila permintaan meningkat, maka harga suatu komoditi akan
meningkat. Dalam hal ini nilai mata uang rupiah dapat meningkat bila permintaan
terus menanjak. Salah satu cara adalah dengan meningkatkan aktivitas di sektor
pariwisata Indonesia dan dengan datangnya wisatawan asing ke Indonesia, hal ini
menjadi sebuah hal yang memungkinkan. Depresiasi mata uang rupiah terutama
terhadap dollar Amerika bisa diatasi.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa sektor
pariwisata Indonesia mengalami sebuah masalah yaitu rendahnya kedatangan
wisatawan asing yang menggunakan kapal pesiar mewah. Rata-rata hanya ada
sepuluh sampai dua puluh kapal pesiar yang datang mengunjungi destinasi wisata
di Indonesia. Kapal-kapal pesiar ini sangat jarang mengunjungi destinasi wisata
di Indonesia diakibatkan sulitnya regulasi dan perizinan bagi kapal pesiar
serta wisatawan asing untuk masuk dan berwisata di Indonesia. Minimnya
destinasi wisata bahari selain Bali juga merupakan salah satu alasan mengapa
masalah ini terjadi. Disinyalir, karena kurangnya promosi dan pengelolaan yang
tidak profesional membuat tempat wisata lain di luar Bali tertutup dibelakang
kepopuleran Bali sebagai destinasi wisata bahari bagi turis asing terutama yang
menggunakan kapal pesiar.
Menyikapi masalah ini, pemerintah
yang diwakili oleh Kemenko Maritim dan Sumber Daya, telah berhasil membuat
perizinan dan segala regulasi untuk kapal-kapal pesiar untuk dipermudah. Selain
itu pembebasan visa bagi wisatawan asing juga ditambah untuk lebih banyak
negara asing. Dengan begitu, turis asing yang menggunakan kapal pesiar dapat
dengan mudah berkunjung ke Indonesia tanpa perlu repot mengurus perijinan dan
mengikuti peraturan yang berbelit-belit. Selain itu, pemerintah juga sudah
menyiapkan sepuluh lokasi wisata baru di luar Bali yang kemungkinan merupakan
destinasi wisata bahari. Pemerintah sudah mulai membangun lokasi-lokasi ini dan
siap mengelolanya dengan profesional untuk menarik minat para wisatawan asing
yang menggunakan kapal pesiar. Ditargetkan jumlah kapal pesiar yang masuk akan
naik menjadi ratusan kapal, sementara jumlah turis asing ditargetkan juga akan
naik seiring dengan naiknya jumlah kapal pesiar yang masuk, dari sepuluh juta
turis menjadi dua puluh juta turis.
Aksi pemerintah ini dapat
bermanfaat bagi Indonesia karena dengan adanya peningkatan turis dan
perkembangan sektor-sektor wisata, jumlah lapangan pekerjaan di sektor
pariwisata dapat bertambah. Dengan bertambahnya lapangan pekerjaan, tingkat
pengangguran di Indonesia dapat berkurang. Hal ini baik untuk perekonomian
Indonesia karena dengan berkurangnya tingkat pengangguran, serta perkembangan
sektor pariwisata yang menstimulasi perkembangan sektor-sektor lain yang
berhubungan dekat dengan sektor pariwisata, hal ini bisa meningkatkan
pendapatan negara. Yang terpenting juga adalah dengan banyaknya turis asing
yang berkunjung ke Indonesia, ada kemungkinan bahwa Indonesia dapat mengatasi
masalah depresiasi rupiah yang terus menerus terjadi akhir-akhir ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar