Sabtu, 03 Oktober 2015

24. Kevin Meydio Pradipta - 00000009095

1.         Identifikasi masalah:
 Kebakaran hutan yang terjadi di 3 provinsi, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan
2.         Cara menangani masalah:
·      Melakukan modifiikasi cuaca berupa hujan buatan yang dilakukan oleh SATGASNAS, SATGASDA, dan LHK
·     Melakukan pemadaman darat dengan melibatkan Manggala Agni dibantu TNI dan POLRI. Daerah yang merupakan titik panas diberi pengeboman air
·    Membangun kanal oleh PT Wirakarya Sakti yang menuguasai 390 ribu hektare lahan
3.         .Mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan
1.    PT Sinar Mas dan juga pihak - pihak yang berafiliasi dengan kelompoknya diduga melakukan tindakan pembakaran hutan.
2.       Terdapat kurang lebih 111 titik kebakaran yang ada di pulau Sumatera. Ini sudah berkurang sejak awal kasus ini terjadi terdapat 693 titik api
3.     Saat ini sudah terus dilakukan upaya upaya untuk terus mengurangi titik - titik kebakaran seperti membangun kanal dan melakukan modifikasi cuaca.
4.        Untuk menyelesaikan kasus ini ASEAN berencana melakukan pertemuan guna membahas langkah - langkah yang akan dilakukan selanjutnya
5.          Atas terjadinya insiden ini warga yang tinggal di daerah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan merasakan dampak yang cukup merugikan mereka. Tidak hanya itu pihak Angkasa Pura pun rugi puluhan miliar atas ditutupnya Bandara F.L Tobing
4.         Kesimpulan:
Kebakaran hutan yang melanda Riau dan sekitarnya ini terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Keegoisan dan juga tuntutan pekerjaan membuat PT Sinar Mas nekat melakukan pembakaran di area yang tidak seharusnya. Atas insiden ini, banyak pihak yang cukup dirugikan. Yang paling utama tentunya masyarakat Riau dan sekitarnya. Aktifitas mereka menjadi terganggu dan juga aktifitas penerbangan menjadi ikut lumpuh. Parahnya lagi, evakuasi yang dilakukan berjalan lambat. Masih banyak warga yang belum mendapat bantuan dan juga belum dievakuasi. Banyak pihak yang ikut angkat bicara mengenai insiden ini. Menteri, WWF, ASEAN dan masih banyak lagi, Tentunya ini sudah menjadi perhatian bagi kita dan juga dunia internasional. Insiden ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk tidak mengutamakan kepentingan sendiri dan juga lebih mengutamakan keselamatan lingkungan serta keselamatan orang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar