Sabtu, 03 Oktober 2015

22. Aldy Dwyan Putera - 00000009063

Sekjen PBNU: Kebocoran Kuota Haji Akibat Potong Jalur Sampai 40%


Liputan6.com, Jakarta - Orang yang melaksanakan ibadah haji memiliki keinginan untuk kembali melaksanakan ibadah tersebut. Namun, panjangnya daftar antrean membuat mereka memotong jalur. Hal ini yang menjadi penyebab terjadinya kebocoran kuota haji.

"‎Masa sudah haji tapi bolak balik terus, padahal ada yang (usia) 70 tahun waiting list terus. Ada sekitar 30-40% orang yang masih berhaji lebih dari 1 kali," kata Sekjen PBNU Helmy Faizal Zaini di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Helmy menuturkan, modus memotong jalur itu‎ dengan melakukan duplikasi KTP dan pengelabuan nama. Oleh karena itu, sistem informasi sangat penting agar kebocoran kuota haji tidak terjadi.

Selain itu, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu juga menyoroti masalah tarif dan tempat tinggal dalam penyelenggaraan haji. Ongkos haji sebenarnya dapat lebih murah dengan sedikit penyesuaian di bagian transportasi.

Sementara‎, pemerintah Indonesia harus lebih proaktif untuk menyediakan tempat tinggal atau hotel di sana.

"Avtur itu kalau Garuda beli dari Pertamina maka ada pengurangan harga yang signifikan. Lalu dari penginapan, harusnya ada hotel Indonesia yang dekat di sana. Kita belum ada format jelas soal ini," jelas Helmy.

Sedangkan Khatib Am PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa cara memotong jalur hingga menyebabkan kebocoran kuota telah menyakiti hati Allah. Bahkan, ia menyebut orang-orang yang melakukan hal tersebut tak berbeda dengan pengikut ISIS.

"Ini jadi tidak waras seperti fans band metal, ini lebih gila. Sama seperti ISIS atau Al-Qaeda, mau cari ridho Allah tapi malah celakai tamu Allah," kata Yahya.

Yahya memberikan perumpamaan, jemaah yang mau melakukan ibadah haji seperti tamu-tamu yang mau berkunjung ke rumah Allah. Tapi dalam perjalanannya‎ para tamu saling sikut untuk bisa masuk ke rumah tersebut.

"‎Mungkin ada salah kaprah dalam persepsikan ibadah haji, sering abaikan esensi nilai yang penting dan lebih menyangkut atau berdampak pada hubungan sesama manusia. Mereka berebut ridho Allah tapi dengan cara menyakiti tamu Allah," tandas Yahya.‎ (dikutip dari: http://news.liputan6.com/read/2331450/sekjen-pbnu-kebocoran-kuota-haji-akibat-potong-jalur-sampai-40)

Dengan menerapkan 8 langkah berpikir kritis terhadap berita di atas, saya menarik kesimpulan bahwa:

Kebocoran kuota haji sebesar 40% yang terjadi dikarenakan banyaknya para calon haji yang melakukan tindakan curang. Tindakan curang tersebut berupa menduplikasi KTP dan melakukan pengelabuan nama. Selain itu, ketidakcermatan sistem informasi juga berpengaruh pada terjadinya tindak kecurangan ini.
Dari fakta yang ada pada berita tersebut juga disebutkan bahwa banyak yang sudah berstatus haji tetapi bisa melakukan ibadah haji sampai berkali-kali, sedangkan ada calon haji yang sudah berusia 70 tahun tetapi masih berada dalam waiting list.

Masalah ini dapat ditangani dengan menindak tegas kecurangan berupa menduplikasi KTP atau bentuk kecurangan lainnya dan juga mengevaluasi kerja sistem informasi agar lebih cermat untuk menyaring kuota haji di Indonesia agar tidak terjadi kebocoran yang parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar