Sabtu, 03 Oktober 2015

5. Christian Karnanda Yang - 00000008881

Tugas Critical and Creative Writing
Mengutip Berita dan Identifikasi Masalah Berdasarkan 8 Cara Berpikir Kritis

Christian Karnanda Yang
00000008881

Sumber : http://finance.detik.com/read/2015/10/03/144133/3034859/4/rizal-ramli-ribuan-cruise-berlayar-mampir-ke-ri-cuma-10-kapal

Rizal Ramli: Ribuan Cruise Berlayar, Mampir ke RI Cuma 10 Kapal

Muhammad Idris - detikfinance
Sabtu, 03/10/2015 14:41 WIB

Jakarta -Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli menyebut, ribuan kapal pesiar mewah (cruise) berbagai ukuran berseliweran di laut membawa wisatawan menuju obyek wisata di dunia.

Dari ribuan cruise, Rizal mengaku, hanya 10 sampai 20 kapal pesiar yang mampir ke Indonesia.

"Ada ribuan cruise di luar, tapi yang mampir di Indonesia hanya 10-20 biji karena aturan (di Indonesia) ribet sekali," kata Rizal, saat merayakan hari batik nasional di Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2015).

Minimnya crusie yang nyangkut ke Indonesia bukan tanpa sebab. Rizal menilai ada regulasi yang menghambat, bahkan memberatkan pemilik atau pebisnis kapal pesiar bila masuk ke Indonesia.

"Sekarang kita bilang, izin ini, harus cek ini. Saya bilang silakan masuk, prosesnya disederhanakan. Tahun depan saya kira mulai ada cruise masuk ratusan," ujarnya.

Untuk mendukung program menggenjot wisatawan, pemerintah akan membuka jumlah negara penerima bebas visa menjadi 47 negara. 

Selain mempermudah izin masuk cruise dan menambah jumlah negara penerima visa, Kemenko Maritim dan Sumber Daya akan mengkoordinasikan pengembangan 10 destinasi wisata baru.

Destinasi wisata di luar Pulau Bali akan dikelola dan dibangun secara profesional, guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing.

"Saya ingin 10 lokasi saja. Dulu pemerintah usulkan 40 lokasi baru, itu tidak mungkin, susah. Makanya 10 saja," ujarnya

Langkah tersebut, kata Rizal, bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dari 10 juta per tahun menjadi 20 juta per tahun.

"Jumlah wisatawan di Indonesia 10 juta orang. Target kami dalam 5 tahun jadi 20 juta orang/tahun, sehingga tenaga kerja langsung di pariwisata bisa meningkat dari 3 juta jadi 7 juta," sebutnya.

Identifikasi Masalah
Minimnya wisatawan asing yang datang menggunakan kapal pesiar dari luar negeri dan berkunjung ke Indonesia

Alasan mengapa kapal pesiar yang membawa wisatawan asing sangat jarang mengunjungi destinasi wisata di Indonesia :
                Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengatakan, bahwa sebenarnya ada ribuan kapal pesiar mewah (cruise) yang hilir mudik membawa ratusan bahkan ribuan wisatawan asing menuju objek-objek wisata di seluruh dunia, namun hanya sedikit sekali yang datang ke Indonesia untuk singgah dan mengunjungi objek-objek wisata di Indonesia. Beliau mengatakan dari ribuan kapal pesiar, hanya sepuluh sampai dua puluh kapal yang singgah dan mengunjungi destinasi wisata di Indonesia.

                Masalah ini dikarenakan, aturan dan regulasi yang menghambat masuknya kapal-kapal pesiar asing ini ke Indonesia. Regulasi dan peraturan yang berlaku ini dianggap memberatkan dan merugikan pemilik atau perusahaan kapal pesiar yang ingin masuk ke Indonesia dan mengunjungi destinasi-destinasi wisata di Indonesia. Pemberian izin yang dipersulit, berbagai macam syarat yang harus dilakukan, sampai pengecekan yang berbelit-belit, merupakan beberapa masalah yang dihadapi pemilik kapal pesiar yang ingin masuk ke Indonesia.

                Selain alasan utama  tadi, masih ada alasan lain yang menyebabkan masalah  ini terjadi. Salah satunya adalah kurangnya destinasi wisata bahari di Indonesia. Destinasi wisata bahari yang terkenal di Indonesia adalah Bali dan kemungkinan Bali hanya satu-satunya destinasi wisata bahari yang diketahui oleh kapal-kapal pesiar asing ini. Walaupun sebenarnya masih ada banyak destinasi wisata bahari lain selain Bali, namun minimnya promosi, pengelolaan yang kurang profesional, serta pembangunan sarana dan infrastruktur yang terhambat, membuat destinasi-destinasi yang harusnya bisa disuguhkan kepada wisatawan-wisatawan dari kapal-kapal pesiar asing ini tidak terdeteksi. Hal ini yang membuat kurangnya kunjungan wisatawan asing yang datang meggunakan kapal pesiar.

Cara-cara yang dilakukan untuk menangani masalah ini :
                Dengan adanya masalah ini, Rizal Ramli mengatakan bahwa ia dan Kemenko Maritim dan Sumber Daya akan melakukan beberapa cara untuk menghentikan masalah ini. Pertama, pemberian kelonggaran izin bagi pemilik dan perusahaan pengelola kapal pesiar asing yang ingin masuk ke Indonesia untuk berwisata. Selain menyederhanakan izin dan melonggarkan regulasi dan peraturan, Kemenko Maritim dan Sumber Daya telah berhasil menyakinkan pemerintah untuk menaikan jumlah negara penerima bebas visa menjadi empat puluh tujuh negara. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jumlah wisatawan asing terutama yang ingin masuk dan mengunjungi destinasi wisata di Indonesia dapat meningkat. Ia yakin dengan langkah ini kenaikan wisatawan asing dapat menigkat drastis dari 10 juta orang per tahun menjadi 20 juta per tahun.

                Selain pelonggaran izin serta kemudahan dalam mendapatkan visa, pemerintah juga menyiapkan 10 destinasi wisata bahari diluar Bali yang akan dikelola dan dibangun secara profesional.  Hal ini merupakan langkah awal pemerintah untuk menarik minat dan kunjungan wisatawan asing terutama yang menggunakan kapal pesiar. Dengan langkah ini, Bali bukanlah menjadi satu-satunya destinasi wisata bahari yang dikenal oleh masyarakat asing. Akan muncul sepuluh destinasi wisata bahari baru selain Bali yang diharapkan dapat membantu Kemenko Maritim dan Sumber Daya untuk mencapai target kunjungan ratusan kapal pesiar asing yang masuk ke Indonesia.
Mengapa cara-cara ini dilakukan?
                Pemerintah mengatakan bahwa dengan berkembangnya pariwisata Indonesia khususnya wisata bahari, akan menciptakan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah turis asing terutama yang menggunakan kapal pesiar, ditambah dengan pengadaan sepuluh destinasi wisata bahari baru selain Bali, pemerintah yakin tenaga kerja langsung di bidang pariwisata dapat meningkat dari tiga juta orang menjadi tujuh juta orang. Hal ini berarti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bagi mereka yang merupakan tenaga kerja di bidang pariwisata. Selain itu, dengan langkah ini pemerintah juga akan berhasil mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

                Manfaat lain yang akan didapat Indonesia adalah meningkatnya pendapatan negara. Dengan meningkatnya wisatawan asing yang datang ke Indonesia, tingkat konsumsi dalam negeri akan bertambah juga dengan industri-industri lain yang berhubungan dengan pariwisata. Industri perhotelan, industri transportasi, serta industri-industri lain yang berhubungan dengan pariwisata. Hal ini dapat meningkatkan investasi di dalam industri-industri ini, terutama industri pariwisata. Pembayaran pajak yang meningkat dari sektor-sektor yang bersangkutan, serta pemberdayaan ekonomi lokal di daerah wisata, dirasa dapat meningkatkan penerimaan negara dan membantu dalam perekonomian Indonesia

                Selain itu, dengan banyaknya wisatawan asing datang ke Indonesia ada kemungkinan bahwa depresiasi mata uang rupiah yang sudah mencapai masa-masa terburuknya ini dapat berangsur-angsur hilang. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia, mereka akan menukarkan mata uang mereka dengan rupiah. Dengan begitu permintaan terhadap mata uang rupiah akan meningkat, dan sesuai dengan hukum permintaan apabila permintaan meningkat, maka harga suatu komoditi akan meningkat. Dalam hal ini nilai mata uang rupiah dapat meningkat bila permintaan terus menanjak. Salah satu cara adalah dengan meningkatkan aktivitas di sektor pariwisata Indonesia dan dengan datangnya wisatawan asing ke Indonesia, hal ini menjadi sebuah hal yang memungkinkan. Depresiasi mata uang rupiah terutama terhadap dollar Amerika bisa diatasi.

Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa sektor pariwisata Indonesia mengalami sebuah masalah yaitu rendahnya kedatangan wisatawan asing yang menggunakan kapal pesiar mewah. Rata-rata hanya ada sepuluh sampai dua puluh kapal pesiar yang datang mengunjungi destinasi wisata di Indonesia. Kapal-kapal pesiar ini sangat jarang mengunjungi destinasi wisata di Indonesia diakibatkan sulitnya regulasi dan perizinan bagi kapal pesiar serta wisatawan asing untuk masuk dan berwisata di Indonesia. Minimnya destinasi wisata bahari selain Bali juga merupakan salah satu alasan mengapa masalah ini terjadi. Disinyalir, karena kurangnya promosi dan pengelolaan yang tidak profesional membuat tempat wisata lain di luar Bali tertutup dibelakang kepopuleran Bali sebagai destinasi wisata bahari bagi turis asing terutama yang menggunakan kapal pesiar.

Menyikapi masalah ini, pemerintah yang diwakili oleh Kemenko Maritim dan Sumber Daya, telah berhasil membuat perizinan dan segala regulasi untuk kapal-kapal pesiar untuk dipermudah. Selain itu pembebasan visa bagi wisatawan asing juga ditambah untuk lebih banyak negara asing. Dengan begitu, turis asing yang menggunakan kapal pesiar dapat dengan mudah berkunjung ke Indonesia tanpa perlu repot mengurus perijinan dan mengikuti peraturan yang berbelit-belit. Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan sepuluh lokasi wisata baru di luar Bali yang kemungkinan merupakan destinasi wisata bahari. Pemerintah sudah mulai membangun lokasi-lokasi ini dan siap mengelolanya dengan profesional untuk menarik minat para wisatawan asing yang menggunakan kapal pesiar. Ditargetkan jumlah kapal pesiar yang masuk akan naik menjadi ratusan kapal, sementara jumlah turis asing ditargetkan juga akan naik seiring dengan naiknya jumlah kapal pesiar yang masuk, dari sepuluh juta turis menjadi dua puluh juta turis.

Aksi pemerintah ini dapat bermanfaat bagi Indonesia karena dengan adanya peningkatan turis dan perkembangan sektor-sektor wisata, jumlah lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dapat bertambah. Dengan bertambahnya lapangan pekerjaan, tingkat pengangguran di Indonesia dapat berkurang. Hal ini baik untuk perekonomian Indonesia karena dengan berkurangnya tingkat pengangguran, serta perkembangan sektor pariwisata yang menstimulasi perkembangan sektor-sektor lain yang berhubungan dekat dengan sektor pariwisata, hal ini bisa meningkatkan pendapatan negara. Yang terpenting juga adalah dengan banyaknya turis asing yang berkunjung ke Indonesia, ada kemungkinan bahwa Indonesia dapat mengatasi masalah depresiasi rupiah yang terus menerus terjadi akhir-akhir ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar