Sabtu, 17 Oktober 2015

6. Angela Evelina T. - 00000008883

Hubungan Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Ilmu Komunikasi
Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara berkomunikasi dengan baik. Bagaimana caranya untuk menalarkan suatu informasi yang disampaikan oleh sumber ke penerima dengan baik, secara verbal maupun non verbal. Berkomunikasi sangatlah berhubungan erat dengan berpikir kritis dan kreatif atau critical and creative thinking. Untuk mempelajari cara berkomunikasi yang benar tidaklah mudah, walaupun kita sebagai manusia tidak dapat hidup tanpa berkomunikasi. Univeristas Media Nusantara (UMN) sangat menjunjung 5C, yaitu caring, credible, competent, competitive, dan customer delight. 5C sangatlah penting dan berguna bagi semua mahasiswa UMN nantinya. Untuk menjadi seorang jurnalis dan PR, 5C akan mempengaruhi hidupnya kelak dalam pekerjaanya, terlebih untuk seorang hurnalis dama menulis berita dan juga seorang PR dalam mengerjakan tugasnya.

Seorang jurnalis dan PR harus memiliki kepedulian terhadap sesama, bertanggung jawab dengan apa yang telah dikerjakan, bekerja dengan profesionalitas yang tinggi, berani berkompetisi secara sehat, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pihak lain. Bukan hanya untuk seorang jurnalis atau PR saja tetapi untuk semua orang.

Dalam critical and creative thinking  mempelajari beberapa tahap, Diawali dengan pengertian kritis dan kreatif, perbedaan antara seseorang yang berpikir kritis dengan tidak kritis, analitik, empiris, evaluatif, langkah-langkah dalam berpikir kritis, dan argumen. Keterampilan yang sangat bermanfaat adalah argumen. Argumen  adalah  suatu usaha untuk membenarkan suatu kesimpulan, memcoba membuat seseorang percayai sesuatu dan memberi alasan mengapa harus percaya. Menurut deskripsi tersebut sangatlah bermanfaat bagi seorang PR. Seorang PR harus bisa meyakinkan clientnya dalam menyampaikan suatu produk perusahaanya hingga ia percaya dengannya bedasarkan fakta-fakta yang ada. Bukan hanya seorang PR atau seorang jurnalis, tetapi seorang moderator juga harus memiliki keterampilan tersebut.

Untuk menjadi seorang komunikator yang handal dan untuk menjadi seorang entrepreneurship atau technopreneurship yang handal, harus memiliki keterampilan argumentasi dan pengetahuan umum dan khusus dibidang tertentu. Mengapa harus argumentasi? Karena argument sangat membantu mereka dalam memproduksikan produknya dengan kata-kata yang baik sehingga customer tertarik untuk mencoba produk mereka. Berpikir kritis dan kreatif mengambil posisi yang sangat penting dalam menjadi seorang entre atau techno preneurship. Untuk seorang technopreneurship, ia harus terampil dan kreatif dalam mengisi web sitenya, dimulai dari tampilan awal hingga isi dan juga kritis dalam menulis berita-berita di dalam webnya. Semakin menarik web tersebut semakin menarik perhatian banyak orang. Untuk seorang entrepreneurship, ia juga arus kreatif dalam memasarkan produknya, dimulai dari kemasannya dan ide-ide kreatif dalam menyajikan produknya tersebut sehingga banyak customer yang tertarik mencobanya.

Sebagai seorang jurnalis yang harus memiliki keterampilan yang mutlak untuk menyampaikan ide-idenya, banyak sekali keterampilan yang harus dikuasai, yaitu menulis berita dengan baik dan semenarik mungkin, kelogisan antar kalimat, berita yang disajikan harus sesuai dengan faka yang ada, pemilihan bahasa Indonesia yang baik dan dapat dimengerti pembaca, dan harus kritis dalam menulis berita. Sebagai contoh, seorang jurnalis yang menulis berita tentang kebakaran hutan akibat kelalayan manusia di Sumatera. Ia menulis awal beritanya dengan baik, tidak ada salah penulisan, pemilihan katanya yang baik sehingga mudah dimengerti pembaca dan logis. Berita tersebut mwmbuat pembaca nyaman untuk membacanya dan juga jurnalis tersebut berhasil meyakinkan pembaca bahwa kebakaran hutan di Sumatera akibat kelalayan manusia. Tetapi jika seorang jurnalis yang tidak memiliki keterampilan tersebut, keterampilan argumentasinya tidak ada, tetapi membuat pembaca bingung dengan isi beritanya yang rancu. Pada awal hinga pertengahan kalimat, ia mencoba untuk meyakinkan seorang pembaca tetapi karena ia tidak berpendirian teguh dengan apa yang ia tulis maka pada akhir kalimat berubalah kesimpulan beritanya. Itu kejadian yang sangat fatal bagi seorang jurnalis

Jadi, untuk menjadi komunikator yang handal harus dalam berpikir kritis dan kreatif adalah argumentasi yang bersifat membujuk pendengar atau customer menjadi percaya dengan apa yang telah disampaikan.


 kritik dan saran: angela.evelina@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar