Para penantang politik.
1.
Mohamad Sanusi (Anggota DPRD fraksi Gerindra)
Beliau mengatakan
bahwa sebenarnya Ahok ingin masuk partai Gerindra, tetapi partai Gerindra belum
tentu menerimanya. Beliau juga menjelaskan mengenai sejarah calon-calon Ahok independen
maka dari itu pak Ahok tidak mendapat KTP, dan akhirnya Pak Ahok bertemu dengan
temannya dipartai Gerindra sehingga pak Ahok dapat masuk dalam partai Gerindra.
Dari pernyataan tersebut bapak Sanusi
seolah ingin menekankan bahwa dirinya dan partai Gerindra tidak
mendukung Ahok. Najwa selalu memberikan pertanyaan kepada Sanusi, dan
memberikan pernyataan dari Sandiagas,
adik ketua umum sekaligus wakil ketua dewan Pembina, yang mengatakan bahwa
pintu akan selalu terbuka untuk pak Ahok.
Kesesatan dari argument dari pak Sanusi
adalah kesesatan Elenchi
2.
Adhyaksa Dault (Ketua Kwartir Nasional Pramuka)
Beliau selalu men
jawab pertanyaan dengan berbelit-belit dan bertele-tele. Contoh yang pertama pada saat Adhyaksa
bertele-tele dalam menjawab pertanyaan adalah pada saat Najwa menanyakan
mengenai kemantapan Adhyaksa dalam mencalonkan diri sebagai calon gubernur
2017. Tetapi Adhyaksa Dault bukan menjawab pertanyaan tersebut, melainkan
member tahukan banyak teman-temannya berdaulat mendukungnya secara penuh.
Kesesatan dialam pernyataan ini adalah kesesatan pengalihan perhatian.
Contoh kedua
adalah pada saat Najwa mengkonfirmasi apakah benar pemimpin yang baik untuk
kota Jakarta adalah masyarakat yang beragama muslim. Adhyaksa kembali menjawab
pertanyaan tersebut dengan bertele-tele dan mengatakan bahwa maksud dia tidak
seperti itu, banyak juga tokoh-tokoh masyarakat yang bukan pribumi atau tidak
beragama muslim mendukungnya sebagai gubernur Jakarta 2017. Beliau ingin
mendukung pak Ahok, jika pak Ahok masuk dalam agama muslim. Kesesatan dalam hal
ini adalah kesesatan pengalihan perhatian dan Hominem Sirkumtansial.
3.
Bursah Zarnubi (Relawan lawan Ahok)
Beliau selalu
merendahkan Ahok, dalam pernyataan beliau, beliau selalu membicarakan mengenai
kata-kata kasar yang sering Ahok katakan, beliau juga mengatakan bahwa sebagai
seorang pemimpin tidak pantas mengatakan kata-kata seperti comberan. Kesetan
ini menggunakan kesesatan hominem merendahkan dan elenchi.
4.
Tubagus Ramadhan (Relawan temen Ahok)
Tubagus menanyakan
Bursah mengenai pendiriannya, Bursah
mengatakan gerekan lawan Ahok bertujuan untuk memberhentikan kata-kata kasar
yang sering Ahok katakan dimedia massa ataupun kepada para menantangnya dan
menghentikan pemimpin yang memiliki ototriter. Kesesatan dalam hal ini adalah
kesesatan Argumen bayangan.
5.
Marko Kusumawijaya
Dalam pernyataan atau argumen yang
dia katakana ketika menjawab pertanyaan, yang menanyakan apakah dia siap
menjadi pemimpin Jakarta 2017. Beliau selalu mengatakan akan lebih berpusat
kepada kepentingan warga Jakarta , dengan menyebutkan track recordnya karena
dia adalah seorang yang ahli mengenai tata kota. Menurut beliau Jakarta akan
semakin lebih baik karena pengalamannya menjadi ahli tata kota. Kesesatan ini
termasuk kesesatan Populum langsung.
Pertanyaan Najwa yang terlihat memihak kepada Ahok :
1.
Pada saat Pak Sanusi mengatakan, bahwa
sebenarnya Ahok ingin kembali ke partai Garindra, tetapi Najwa mengatakan bahwa
Ahok sudah keluar dari Gerindra, dan menanyakan kembali kepada pak Sanusi, mengapa
beliau yakin bahwa Ahok ingin kembali ke partai garindra.
2.
Pada saat Najwa menanyakan kepada Adhyaksa
Dault, apakah seorang Adhyaksa Dault dapat memimpin Jakarta lebih baik dari
pada Ahok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar