Selasa, 12 Januari 2016

18. Silvia Veronika S - 00000009031



Para penantang politik.
1.       Mohamad Sanusi (Anggota DPRD fraksi Gerindra)
Beliau mengatakan bahwa sebenarnya Ahok ingin masuk partai Gerindra, tetapi partai Gerindra belum tentu menerimanya. Beliau juga menjelaskan mengenai sejarah calon-calon Ahok independen maka dari itu pak Ahok tidak mendapat KTP, dan akhirnya Pak Ahok bertemu dengan temannya dipartai Gerindra sehingga pak Ahok dapat masuk dalam partai Gerindra. Dari pernyataan tersebut bapak Sanusi  seolah ingin menekankan bahwa dirinya dan partai Gerindra tidak mendukung Ahok. Najwa selalu memberikan pertanyaan kepada Sanusi, dan memberikan pernyataan dari  Sandiagas, adik ketua umum sekaligus wakil ketua dewan Pembina, yang mengatakan bahwa pintu akan selalu terbuka untuk pak Ahok.
Kesesatan dari argument dari pak Sanusi adalah kesesatan Elenchi

2.       Adhyaksa Dault (Ketua Kwartir Nasional Pramuka)
Beliau selalu men jawab pertanyaan dengan berbelit-belit dan bertele-tele.  Contoh yang pertama pada saat Adhyaksa bertele-tele dalam menjawab pertanyaan adalah pada saat Najwa menanyakan mengenai kemantapan Adhyaksa dalam mencalonkan diri sebagai calon gubernur 2017. Tetapi Adhyaksa Dault bukan menjawab pertanyaan tersebut, melainkan member tahukan banyak teman-temannya berdaulat mendukungnya secara penuh. Kesesatan dialam pernyataan ini adalah kesesatan pengalihan perhatian. 
Contoh kedua adalah pada saat Najwa mengkonfirmasi apakah benar pemimpin yang baik untuk kota Jakarta adalah masyarakat yang beragama muslim. Adhyaksa kembali menjawab pertanyaan tersebut dengan bertele-tele dan mengatakan bahwa maksud dia tidak seperti itu, banyak juga tokoh-tokoh masyarakat yang bukan pribumi atau tidak beragama muslim mendukungnya sebagai gubernur Jakarta 2017. Beliau ingin mendukung pak Ahok, jika pak Ahok masuk dalam agama muslim. Kesesatan dalam hal ini adalah kesesatan pengalihan perhatian dan Hominem Sirkumtansial.

3.       Bursah Zarnubi (Relawan lawan Ahok)
Beliau selalu merendahkan Ahok, dalam pernyataan beliau, beliau selalu membicarakan mengenai kata-kata kasar yang sering Ahok katakan, beliau juga mengatakan bahwa sebagai seorang pemimpin tidak pantas mengatakan kata-kata seperti comberan. Kesetan ini menggunakan kesesatan hominem merendahkan dan elenchi.

4.       Tubagus Ramadhan (Relawan temen Ahok)
Tubagus menanyakan Bursah mengenai pendiriannya,  Bursah mengatakan gerekan lawan Ahok bertujuan untuk memberhentikan kata-kata kasar yang sering Ahok katakan dimedia massa ataupun kepada para menantangnya dan menghentikan pemimpin yang memiliki ototriter. Kesesatan dalam hal ini adalah kesesatan Argumen bayangan.

5.       Marko Kusumawijaya
Dalam pernyataan atau argumen yang dia katakana ketika menjawab pertanyaan, yang menanyakan apakah dia siap menjadi pemimpin Jakarta 2017. Beliau selalu mengatakan akan lebih berpusat kepada kepentingan warga Jakarta , dengan menyebutkan track recordnya karena dia adalah seorang yang ahli mengenai tata kota. Menurut beliau Jakarta akan semakin lebih baik karena pengalamannya menjadi ahli tata kota. Kesesatan ini termasuk kesesatan Populum langsung.

Pertanyaan Najwa yang terlihat memihak kepada Ahok :
1.       Pada saat Pak Sanusi mengatakan, bahwa sebenarnya Ahok ingin kembali ke partai Garindra, tetapi Najwa mengatakan bahwa Ahok sudah keluar dari Gerindra, dan menanyakan kembali kepada pak Sanusi, mengapa beliau yakin bahwa Ahok ingin kembali ke partai garindra.

2.       Pada saat Najwa menanyakan kepada Adhyaksa Dault, apakah seorang Adhyaksa Dault dapat memimpin Jakarta lebih baik dari pada Ahok.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar