Senin, 11 Januari 2016

Dorothea Agatha D. - 00000008988

Kesesatan dalam Mata Najwa - Para Penantang Ahok

1. Adhyaksa Dault
Terdapat kesesatan hominem sirkumstansial, yaitu saat Adhyaksa Dault mengatakan bahwa Ahok jika ingin menjadi gubernur harus menjadi Islam terlebih dahulu karena Islam merupakan agama mayoritas dan jika Ahok masuk Islam maka Adhyaksa akan mendukungnya.
Selain itu terdapat juga kesesatan pengalihan perhatian, yaitu saat Adhyaksa menjawab pertanyaan yang diberikan Najwa secara bertele-tele.
Terakhir adalah kesesatan verecundiam. Adhyaksa Dault pernah menjabat sebagai mentri selama 5 tahun dan menjabat sebagai kwartir nasional pramuka selain itu juga beliau sudah lama tinggal di Jakarta, oleh karena itu beliau merasa dirinya lebih baik dari pada Ahok. Beliau merasa lebih pantas untuk menjadi gubernur daripada ahok
.
2. Marko Kusumawijaya
Terdapat kesesatan populum langsung. Marko melakukan kampanye agar dirinya menjadi gubernur Jakarta melalui facebook dan menyuarakan pengalamannya khususnya di bidang lingkungan hidup.

3. Prasetyo Edi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Prasetyo merendahkan Ahok  dengan mengeluarkan pernyataan bahwa etika Ahok tidak baik dan menimbulkan beban untuk ketua DPRD DKI. Ahok merupakan pemimpin yang kerjanya bagus tetapi saat berbicara seperti ingin bertengkar.

4. Mohammad Sanusi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Saat M.Sanusi berkata Ahok mau kembali ke gerindra tetapi gerindra belum tentu mau. Disini seakan-akan Ahok sangat menginginkan kembali ke gerindra tetapi ditolak.

5. Bursah Zarnubi
Terdapat kesesatan hominem merendahkan. Bursah Zarnubi merupakan pendiri lawan ahok, beliau mengeluarkan pernyataan bahwa Ahok itu memiliki etika yang jelek dan sering berkata-kata kotor.
Selain itu juga terdapat kesesatan elenchi yaitu Bursah Zarnubi ,mengatakan bahwa belum juga pemilu tetapi Ahok sudah mengumpulkan relawan. Pernyataan Bursah tersebut tidak memiliki bukti dan dasar.

6. Tubagus Ramadhan
Terdapat kesesatan bayangan. Saat Tubagus berkata kepada Burdah apakah lawan Ahok ingin menghentikan Ahok berkata kasar atau ingin menghentikan pemimpin yang otoriter.

7. Najwa Sihab

Disini Najwa terlihat seperti pro Ahok (tidak netral). Pernyataan tersebut adalah saat Najwa berkata bahwa gerindra plinplan, Najwa juga berkata bahwa Sanusi terlalu pede bisa menang menjadi gubernur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar