HUBUNGAN ILMU KOMUNIKASI DENGAN
BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF
Ilmu komunikasi? Banyak diantara kita yang mungkin masih mepertanyakan apa itu ilmu komunikasi ? Untuk apa kita mempelajari suatu ilmu yang setiap hari sudah kita praktekkan dengan berbicara dengan orang lain? Nah, jika diantara kalian ada yang berpikir demikian, ilmu komunikasi bukan hanya sekedar mempelajari cara berbicara dengan orang lain. Memang sejak dulu, bahkan berpuluh-pulu tahun yang lalu manusia sudah berkomunikasi dengan orang lain. Tapi belum tentu semua paham caranya bukan ? Untuk itulah imu komunikasi hadir sebagai salah satu jurusan dalam dunia perkuliahan, sehngga dalam ilmu komunikasi ini dipelajari lagi secara lebih mendalam tentang bagaimana cara-cara untuk mentransfer ide dari satu individu ataupun grup ke individu atau grup yang lain. Proses transfer itu sendiri bisa melalui media tertulis, lisan, maupun media-media yang lain.
Seperti yang telah kita ketahui, komunikasi merupakan sesuatu yang unik. Karena komunikasi bisa menjadi penyebab sekaligus solusi dari sebuah konflik. Dalam jurusan Ilmu Komunikasi juga akan mempelajari secara lebih dalam mengenai aspek-aspek komunikasi, baik secara teori dan praktik. Aspek-aspek komunikasi yang akan dipelajari tentunya harus di dukung oleh cara berpikir kita. Untuk itulah dalam mempelajari ilmu komunikasi khususnya di Universitas Multimedia Nusantara juga terdapat mata kuliah Critical and Creative Writing (CCT).
Berpikir
kritis (Critical Thinking) adalah kemampuan
untuk membuat penilaian terhadap sejumlah pernyataan berdasarkan pada pertimbangan
yang objektif dan fakta-fakta yang mendukung. Nah, dari hasil pemikiran kritis
tersebut, maka segala sesuatu harus kita pertanyakan apabila hal tersebut belum
tentu benar dari situlah kita dilatih untuk menjadi para pemikir kritis yang
mampu mencari kekurangan yang terdapat dalam argumen-argumen dan menolak
pernyataan-pernyataan yang tidak didukung fakta. Setelah mempunyai pola pikir
yang kritis tersebut, muncul pemikiran out
of the box sehingaa timbul otak keatif dari kita sebagai para pemikir kritis.
Sehingga dalam berpikir kritis mencakup kemampuan untuk bersikap kreatif dan
konstruktif, kemampuan melontarkan berbagai penjelasan alternatif terhadap
kejadian-kejadian yang ada, memikirkan dampak dari hasil penelitian yang
diperoleh, dan mengaplikasikan pengetahuan baru keberbagai masalah sosial
maupun pribadi.
Dengan
memahami bagaimana berpikir kritis dan kreatif tersebut tentunya akan sangat
membantu kita dalam proses mempelajari Ilmu Komunikasi di dunia perkuliahan
ini. Misalnya saja, sebagai mahasiswa tentunya kita masih menerima pembelajaran
dari para dosen. Saat kita menerima pelajaran oleh para dosen, dosen bukan hanya
sekadar menginformasikan pelajaran tsb kepada kita, beliau juga berusaha meyakinkan
kita bahwa materi yang disampaikanya benar dan bisa diterima oleh kita para muridnya.
Kita sebagai mahasiswa harus bisa pula memilah-milah materi tersebut. Bagaimana
memilah-milahnya ? tentu saja dengan menggunakan dasar pemikiran kritis seperti
yang telah saya sebutkan diatas, sehinga melalui Mata Kuliah Berpikir Kritis
dan Kreatif kita diupayakan untuk bisa
paham tentang paradigma kritis, dasar-dasar berpikir kritis. Sehingga dengan memhami
materi perkuliahan ini akan sangat menolong kita untuk tidak menjadi seperti
"kerbau yang dicocok hidung" nya yang hanya menyetujui saja apa yang
dikatakan oleh orang lain, tanpa mengkritisinya lagi lebih lanjut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar