Bisnis di Usia Muda
Dewasa ini, kita
banyak melihat ataupun menemukan pebisnis-pebisnis berusia sekitar 20-an ke
atas dan banyak dari mereka yang sudah sukses namun tak jarang ada juga yang
mengalami kegagalan. Mindset masyarakat Indonesia mengasumsikan bahwa
orang-orang yang usianya di bawah 20-an masih harus fokus dalam menyelesaikan
studi dan masih dianggap belum bisa mengelola suatu bisnis tertentu. Padahal,
di luar negeri anak-anak muda (terutama anak SMA) sudah diajarkan untuk hidup
mandiri bahkan menyelesaikan studi sambil bekerja, misalnya menjadi pelayan
restoran, kasir toko, dan masih banyak lagi.
Tidak menutup
kemungkinan, jiwa-jiwa muda di Indonesia saat ini sudah ada yang berani mencoba
berbisnis walaupun belum sebanyak remaja-remaja di luar negeri. Kami mempunyai
dua narasumber yang sudah berani mencoba berbisnis di usia muda, yaitu Angelina
Evelina yang bergerak di bidang EO bernama Wonder Mac sejak usianya masih 17
tahun dan Edfano yang memulai bisnis
online nya bernama DIECAST MALANG sejak usianya 21 tahun, pada saat itu dia baru semeter 6.
Memulai bisnis
EO di usia tersebut ternyata banyak menemukan masalah, salah satunya adalah
harga saing dengan EO lainnya yang tinggi serta harga vendor yang lumayan tinggi.
Sedangkan di Wonder Mac, Angel lebih mengutamakan dengan servis yang baik
dengan cara selalu sabar tidak mudah marah dalam menangani pelanggan dan juga harus
pintar membujuk customer.
Selain Angel ada
juga pembisnis muda yaitu Edfano. Dalam bisnisnya ini Edfano menjual beberapa
miniatur mainan mobil-mobilan dengan berbagai merek seperti hotwheels,
kinsmart, matchbox, jada. Dalam bisnisnya
ini ia menggunakan prinsip ATM (Amati Tiru Modifikasi). Edfano memulai bisnis
Diecast nya ini dengan modal awal 3 Juta, dalam memulai bisnisnya dia mengambil
uang dari tabungannya sebesar Rp 2.250.000 dan juga hasil ia menjual PS sebesar
Rp 2.750.000.
Edfano
mendapatkan barangnya ini dari Malaysia dan China dengan sistem supply.
Jadi, ketika barang sudah datang, akan
dikumpulkan di gudang Surabaya yang notabene adalah tempat perkumpulan
penjualnya. Kemudian dibagi ke beberapa penjual di Jawa Timur, biasanya di berikan
uang sebesar 10-20 juta tiap bulan dan diperbolehkan membayar belakangan asal barang tidak dikembali
ke gudang lagi, dan di supply bertahap sebulan 3-7 kali tergantung
barang yang masuk ke gudang.
Kesulitannya
dalam berbisnis ini salah satunya adalah banyaknya persaingan. Edfano pernah
menghadapi kegagalan berkali-kali, tapi dia menghadapinya dengan terus belajar
dari kegagalan tersebut, mencari penyebabnya, terus mengembangkan bisnisnya,
tidak berhenti di satu titik sukses saja, dan juga jangan cepat merasa puas dan
aman, dan dia juga terus mencoba lagi
bisnisnya berkali-kali sampai tujuannya tercapai.
Kedua contoh
narasumber di atas dapat disimpulkan bahwa memang memulai bisnis di usia muda
dan bukan suatu hal yang mudah. Akan terdapat banyak rintangan dalam menjalaninya,
namun justru dari rintangan ataupun kegagalan itulah kita dapat belajar suatu
pengalaman berharga. Yang penting adalah komitmen yang harus kita pegang sejak
awal membuka usaha. Dan juga tidak mudah menyerah menghadapi masalah-masalah di
dalamnya nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar