Sabtu, 17 Oktober 2015

40. Monica Pratiwi 000 000 09207




TUGAS CRITICAL AND CREATIVE THINKING 5
Nama : Monica Pratiwi Dewi Gigih Putri
NIM : 000 000 09207

PERTANYAAN :
Mengutip suatu berita dari koran dan ditelusuri menurut delapan langkah-langkah berpikir kritis!
JAWABAN :
1.      Menangani masalah.
Masalah yang dihadapi oleh Pemprov DKI, menyiasati keterbatasan lahan di tengah naiknya harga lahan untuk pembangunan rusun bagi warga Jakarta  yang terkena daerah normalisasi baik yang berada di bantaran sungai atau sekitar  rel kereta api hingga yang berada di sekitar waduk. Ketiga daerah tersebut perlu diadakan relokasi ke beberapa rusunawa yang sudah ada.
2.      Menemukan cara-cara untuk menangani masalah.
Sejauh ini berbagai cara terus dilakukan oleh Pemprov DKI untuk menyelesaikan masalah rrelokasi warga yang terkena normalisasi.  Salah satucaranya adalah dengan pembangunan rusunawa secara vertikal (meningkat keatas atau bertingkat). Cara ini dinilai menjawab masalah keterbatasan lahan ditengah mendesaknya kebutuhan akan rusun baru dan meroketnya kondisi harga tanah di ibu kota.

3.      Mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan.
·         Pemerintah pusat dan Pemprov DKI sepakat menggunakan hunian vertikal (rusunawa).
·         Menurut Menteri agraria dan tata ruang, ferry mursyidan baldan, penataan bantaran sungai di Jakarta terpaksa memakai konsep relokasi terutama bagi warga negara yang bermukim di lahan sempadan sungai atau bantaran dan tidak memiliki dokumen kepemilikan tanah.
·         Meskipun diadakan relokasi, jaringan sosial antar warga harus tetep terjalin.
·         Persoalan utama setiap kota adalah ketersediaan lahan. Hunian rusun adalah jalan keluar agar tidak mengorbankan lahan produktif yang ada.
·         Pemerintah pusat dan Pemprov DKI telah menyiapkan rusun, namun hingga tahun 2013 rusun tersebut masih kosong.
·         Pemprov DKI bersama dengan gperusahaan properti mengusahakan untuk menambahkan hunian rakyat berupa rumah susun.
·         Adanya target pembangunan rusun tersebut hingga mencapai 50.000 unit yang akan di peruntukkan bagi warga yang akan direlokasi dari bantaran sungai dan pinggir rel kereta.
·         Di samping pembangunan rusunawa mandiri, Pemprov DKI juga berencana membangun rusun terpadu dengan pasar.
                                   
4.      Mengenali asumsi-asumsi.
·         Pemprov DKI masih mengalami kesulitan dalam pendirian rusunawa di beberapa daerah di Jakarta.
·         hubungan antar masyarakat yang terkena daerah normalisasi kurang terjalin baik dan cenderung merenggang antara satu dengan yang lain. 
·         harga tanah cenderung naik setiap tahunnya, sehingga menyulitkan Pemprov  DKI dalam mendirikan rusunawa di sekitar daerah rusunawa.
·         perusahaan properti masih sulit  bekerja sama dengan Pemprov DKI yang berkaitan dengan rusunawa.

5.      Menggunakan bahasa yang tepat, jelas, dan khas.
·         Pemprov DKI akan membangun sejumlah rusunawa dibeberapa daerah sekitar Jakarta.



6.      Mengevaluasi data, fakta, serta pernyataan-pernyataan.
·         Ada beberapa hal yang kurang lengkap karena narasumber tidak menyertakan data secara lengkap mengenai banyaknya warga yang dipindah ke rusunawa,
·         Tidak memaparkan alasan yang jelas, mengapa beberapa rusunawa yang masih kosong pada tahun 2009.

7.      Mencermati hubungan logis.
Berita dengan judul Rusun Menjadi Solusi sudah memiliki hubungan yang logis dan saling berkesinambungan antara masalah yang dipaparkan dengan solusi. Masalah yang dihadapi oleh Pemprov DKI adalah keterbatasan lahan untuk mendirikan rusunawa bagi warga yang rumahnya terkena normalisasi di bantaran sungai, waduk, dan rel kereta api. Lalu sebagai solusi, yang dilakukan Pemprov DKI adalah mendirikan rusunawa vertikal
( bertingkat hingga beberapa lantai ) agar dapat menampung warga dalam jumlah banyak.
8.      Menarik kesimpulan atau pendapat.
Pemprov DKI mengusahakan pembangunan rusunawa bagi warga yang terkena daerah normalisasi meskipun dilanda naiknya harga tanah.  Selain itu, hubungan akrab antar satu warga dengan warga yang lain terus dipertahankan meski sudah tinggal di rusunawa. Pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga dirasa penting, untuk mencapai kehidupan yang layak dan memadai.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar