Hubungan Ilmu Komunikasi Dengan Berpikir Kritis dan Kreatif
Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang
bagaimana cara menyampaikan pesan/informasi kepada khalayak umum. Bukan hanya
cara menyampaikan pesan saja, tetapi juga bagaimana cara untuk merangkai pesan
tersebut agar dapat dimengerti oleh khalayak umum.Ilmu komunikasi juga
mempelajari tentang media yang digunakan dalam komunikasi, efek dari terjadinya
komunikasi tersebut, hingga gangguan (noise) yang muncul saat berkomunikasi. Di
dalam ilmu komunikasi juga mengajarkan untuk menjadi seorang jurnalis dan public
relation yang handal.
Untuk menjadi seorang jurnalis atau public relation, harus
bisa berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan bekal dasar untuk menjadi
seorang jurnalis atau public relation yang handal dan berkompeten. Contoh, untuk
mengetahui sebuah kebenaran, seorang jurnalis harus kritis. Seorang jurnalis
harus bisa melihat kejanggalan apa yang ada saat proses wawancara berlangsung.
Selain itu, hasil yang telah didapatkan jangan semata-mata diterima
mentah-mentah, harus dikritisi lagi sampai pada akhirnya mencapai sebuah hasil
yang tidak janggal lagi. Selain itu, seorang jurnalis atau public relation
harus bisa melihat inti dari masalahnya, dapat mengumpulkan fakta dan informasi
untuk mendukung argument yang disampaikan. Argumen harus memiliki alasan kuat
dan tentu saja logis.
Dalam ilmu komunikasi juga diajarkan bagaimana kita mengemas
sebuah pesan untuk menarik perhatian masyarakat umum untuk membaca atau
mendengarkannya. Untuk bisa mengemas pesan tersebut agar menarik, dibutuhkan
ide-ide yang kreatif dari seorang jurnalis atau public relation. Misalnya
seperti iklan. Penggunaan bahasa di iklan sangatlah penting. Contoh: iklan sabun mandi. Jika kita menggunakan bahasa ilmiah misalnya tentang bahan-bahan kimia
yang menjadi bahan dasar sabun mandi tersebut, maka belum tentu semua orang tahu
istilah-istilah ilmiah tersebut. Belum tentu masyarakat golongan bawah mengerti
akan hal semacam itu, maka otomatis masyarakat yang tidak mengerti, tidak akan
membeli sabun mandi tersebut. Sebaliknya, jika kita menggunakan bahasa yang ringan
dan dimengerti banyak orang dan memberikan gambar ataupun video ilustrasi ,
dengan hal itu dapat membantu masyarakat lebih mengerti apa kegunaan sabun mandi
tersebut, apa kelebihannya, dan lain sebagainya. Dan otomatis masyarakat akan
lebih memilih untuk membeli sabun mandi yang mereka sudah pahami apa kegunaannya,
dari pada membeli sabun mandi yang mereka tidak mengerti kegunaannya.
Kritik dan Saran : dorotheaagathadwyastri@yahoo.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar