Sabtu, 17 Oktober 2015

36. Valentina Ferbbyan Setiawan - 00000009180 dan 37. Tesalonika Dara Ivory - 00000009181


Janji-Janji Jokowi

Selama masa kampanye, banyak sekali janji-janji Jokowi yang sampai sekarang mungkin masih sekedar omongan yang belum dijalani. Sebenarnya ada banyak janji Jokowi tapi kami hanya mendiskusikan 10 janji Jokowi dari 66 janji yang lain. 10 janji Jokowi yang akan kami bahas adalah:
Membenahi Jakarta. Sampai saat ini masalah banjir di Jakarta balum dianggap tuntas karena setiap tahun masih terus terjadi. Banjir masih saja menjadi keluh kesah masyarakat yang tinggal di bantaran kali atau yang tinggal di perkampungan pinggiran Jakarta. Sebenarnya Jokowi sudah merelokasi sebagian dari perkampungan tersebut, tetapi kendala yang tim Jokowi hadapi adalah masih banyak masyarakat yang tidak ingin di relokasi. Sebenarnya cara itu sudah sangat bagus untuk membangun Jakarta secara perlahan. Tapi proses tersebut masih saja dihalangi oleh beberapa masalah yang ada, maka belum berjalan lancer. Masalah pendanaan pada proses ini ternyata juga masih jadi penghalang karena adanya korupsi yang dilakukan, sehingga pembangunan masin berjalan merangkak.
Jokowi berjanji tidak akan berada di bawah bayangan Megawati. Selama masa jabatan Jokowi ini, memanh tidak di bawah bayangan Megawati karena pada saat kedatangan Jokowi ke kantor redaksi bisnis Indonesia, Jokowi mengaku mendapatkan tiga titipan dari kegtua umum partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Tiga hal tersebut yakni menjalankan pemerintahan yang berdaulat dalam politik, kemandirian dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya. Maka Jokowi sudah bisa dibilang tidak berada di bawah bayangan Megawati.
Jokowi menjanjikan Indonesia sehat dan Indonesia pintar. Sebenarnya proses ini sedang berlangsung saat ini. Namun kendalanya adalah masih banyak rakyat yang memang membutuhkan tapi belum mendapatkan fasilitas yang dijanjikan. Banyak masyarakat yang tergolong mampu malah menyalahgunakan fasilitas tersebut. Oleh karena itu, masyarakat yang memang membutuhkan belum dapat merasakan fasilitas-fasilitas tersebut. Dalam kartu pintar terdapat ketetentuan bahwa kartu tersebut hanya berlaku sampai lulus SMA saja. Masih banyak kendala yang dihadapi oleh Jokowi. Seharusnya masyarakat juga ikut membantu melancarkan proses tersebut.
Mengganti bahan bakar menjadi gas selama 3 tahun. Proses ini memang terbilang sangat rumit karena sulit sekali menyeimbangkan pemakaian mobil pada saat ini. Semakin berkembangya zaman akan semakin banyak pula kendaraan yang diproduksi, maka digarisbesarkan proses ini akan memakan banyak waktu. Oleh karena itu seharusnya produksi mobil dikurangi setiap tahunnya. Dengan demikian, akan bisa mewujudkan rencana tersebut karena dapat mengimbanginya.
Dana 1,4 millyar perdesa setiap tahun. Sebenarnya ini berjalan, tetapi pasti belum semua desa. Rakyat belum mau dibenahi secara benar karena dana juga belum tersalurkan secara langsung. Rakyat belum bisa paham bagaimana cara menggunakan dana tersebut. Maka yang  terjadi jika itu dijalankan adalah banyak dana yang tidak sampai ke desa yang dituju. Seharusnya semua bisa terstruktur dengan baik jika diarahkan dengan benar.
Ujian nasional akan dihapuskan. Sampai sekarang hanya sebuah wacana. Ujian nasional sampai saat ini masih berlangsung karena masih banyak proses yang harus dilakukan untuk menghapus ujian nasional. Banyak juga orang yang pro dan kontra terhadap masalah ini. Menurut orang-orang yang pro terhadap masalah ini,  banyak siswa yang stress karena akan menghadapi ujian nasional, banyak siswa yang tidak lulus. Sedangkan kontra mengganggap bahwa peniadaan ujian nasional dalam system pendidikan mengarahkan pelemahan sumber daya manusia bahkan UN justru disebut sebagai salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia. UN harus tetap diadakan karena berkaitan dengan uji kemampuan seseorang yang terstandarisasi secara nasional. Masalah ini masih belum dibicarakan secara serius.
Sekolah gratis. Saat ini memang sudah ada yang dibangun untuk fasilitas rakyat yang kurang mampu menyekolahkan anak dengan biaya mahal, maka sekolah gratis sudah di bangun. Tetapi, sebagian masyarakat Indonesia yang seharusnya mendapatkan fasilitas tersebut masih belum merasakan. Karena banyaknya masyarakat yang mampu malah memanipulasi keadaan ekonomi keluarga mereka agar mendapat sekolah gratis. Ternyata dari hal kecil saja masyarakat dapat korupsi, bagaimana Indonesia dapat berkembang menjadi Negara maju. Maka itu, hal ini juga belum berjalan lancer.
Membangun tol laut dari Aceh sampai Papua. Hal ini tidak akan mungkin dapat dilakukan, secara sumber daya manusia di Indonesia masih sangat terbatas. Pembangunan seperti ini akan membutuhkan banyak sekali SDM, oleh karena itu masih sangat tidak mungkin terjadi. Saat ini, baru tol yang di bangun untuk memudahkan pengguna jalan menuju bandara Ngurah Rai. Membangun tol itu juga memakan banyak biaya. Kita juga tidak dapat mengetahui bagaimana kondisi cuaca di laut saat ini, sehingga kemungkinan sangat kecil melakukan hal itu.
Membatasi bank asing di Indonesia. Saat ini masih banyak bank asing di Indonesia. Apalagi di daerah Jakarta masih banyak bank asing yang masih dalam proses pembangunan. Ternyata Jokowi masih belum bisa mengatasi masalah tersebut karena mungkin banyak yang harus dilakukan untuk menangani hal tersebut.

Jokowi akan tetap blusukan bila sudah menjadi presiden. Sebenarnya blusukan adalah cara yang bagus karena dapat mengetahui langsung bagaimana kondisi rakyat yang sebenarnya. Jadi dengan cara demikian, lebih memudahkan masyarakat menuangkan aspirasi dan opini yang diinginkan. Sebagian besar masyarakat justru sangat mengharapkan Jokowi untuk blusukan ke daerah mereka, karena Jokowi terkenal dengan keramahannya. Oleh Karena itu, setiap Jokowi melakukan blusukan, masyarakat sangat menerima dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar