Rabu, 14 Oktober 2015

17. Elizabeth Listiani C. - 00000009023



Essai Hubungan Ilmu Komunikasi dengan Berpikir Kritis”
         
Sesuai dengan tagline Universitas Multimedia Nusantara yaitu excellent career begins with excellent education, di kampus ini pembelajaran ilmu komunikasi menjadi lebih menyenangkan karena sudah menyediakan fasilitas-fasilitas yang lengkap dan mendukung, juga dosen-dosen yang berpengalaman yang siap membimbing kita menjadi seorang jurnalistik handal. Belajar berkomunikasi tidak se-simpel bagaimana cara kita berbicara antara satu orang dengan orang yang lainnya, melainkan ada beberapa hal yang dapat mendukung kita menjadi seorang komunikator handal. Dalam belajar ilmu komunikasi, kita belajar memahami argumen  yang berbeda-beda dari orang lain, berusaha tidak hanya mengikuti pendapat dari satu pihak saja melainkan dapat mengkritisinya lebih lanjut. Belajar berpikir kreatif dalam menangani suatu permasalahan yang ada sehingga akhirnya benar-benar bisa tercapai jalan keluar yang cerdas.
            Ilmu komunikasi juga mendukung seseorang yang ingin mendalami dunia jurnalistik. Karena, di dalam dunia jurnalistik diperlukan pengkrtitisan dalam menangani suatu permasalahan, pemikiran yang kreatif sehingga dapat menuangkannya dengan baik dalam bentuk tulisan. Tulisan yang kita buat tersebut pada akhirnya harus menarik untuk dibaca masyarakat. Di sisi lain sebagai host, kita akan berhadapan dengan narasumber. Di sinilah pemikiran kritis dan kreatif diperlukan karena  kita akan dituntut menggunakan bahasa yang mudah dipahami penonton, tidak bias, objektif, serta mampu mengklarifikasi mana pernyataan yang valid dan tidak valid. Sehingga pada akhirnya sesi tanya jawab yang berlangsung tidak berhenti di tengah-tengah dan mampu membangkitkan rasa penasaran bagi penonton.  
Seperti contohnya host Andy Noya dalam acara yang dibawakannya, yaitu Kick Andy. Andy berhasil membuat penonton baik di dalam studio maupun penonton di rumah penasaran akan kelanjutan cerita tiap narasumber yang diundangnya dalam acara tersebut. Salah satunya dalam acaranya yang berjudul “Uncover Papua”, Andy berhasil menerapkan langkah-langkah berpikir kritis dalam tanya jawabnya dengan kedua narasumber. Ia mengulik lebih dalam tentang kegiatan-kegiatan mereka selama 80 hari di Papua, kesulitan-kesulitan yang dialami, tak jarang juga Andy menyelipkan guyonan sehingga lebih menarik. Andy juga mencatat hal-hal penting yang diutarakan narasumbernya, sehingga akhirnya bisa diambil kesimpulan dari keseluruhan jawaban yang diberikan tersebut. Andy menerapkan cara berpikir secara empiris, artinya, dia tidak hanya menerima jawaban yang diberikan narasumber begitu saja kemudian beralih ke pertanyaan lain, namun mempertanyakan lebih dalam. Menjadi seorang host juga harus pintar-pintar memilah pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan. Jangan sampai pertanyaan yang  diberikan menghasilkan jawaban ya/tidak saja. Inilah alasan mengapa belajar menjadi pribadi yang kritis dan kreatif begitu penting berkaitan dengan jurusan ilmu komunikasi.


Kritik dan saran: elizabethlistianic@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar