Jumat, 16 Oktober 2015

35. GABRIELA NELLY THELMA - 00000009176

HUBUNGAN ILMU KOMUNIKASI DENGAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

Ilmu komunikasi adalah sebuah pengetahuan yang mempelajari tentang semua seluk-beluk komunikasi. Yang dapat dipelajari dari komunikasi itu sangat banyak, antara lain sejarah komunikasi, teori-teori komunikasi, cara berpikir kritis dan kreatif, perbedaan opini dan fakta, kemampuan berpikir kritis, keterampilan dalam berpikir kritis, pengertian analitik, cara membuat laporan secara koheren, pemahaman tentang evaluatif, empiris, dan analitik, langkah-langkah berpikir kritis , perbedaan subjektif dan obejktif serta pengertian argumen. Keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang diperlukan oleh masyarakat, khususnya mahasiswa antara lain memahami hubungan-hubungan logis antar gagasan, mengidentifikasi, mengkonstruksi, dan mengevaluasi argumen, medeteksi kesalahan umum dalam pemberian alasan, memecahkan masalah secara sistematis, mengidentifikasi relevansi dan kepentingan gagasan, dan merefleksikan kebenaran keyakinan dan nilai-nilai diri sendiri. Contohnya, saat saya sedang meneliti suatu wacana di internet tentang koruptor bernama Rudi Rubiandini. Dalam kasus tersebut, bisa dilihat keharmonisan antar gagasan, menganalisis argumen yang terjadi mengenai Rudi Rubiandini, mencari alasan-alasan yang kurang masuk akal dalam wacana tersebut, mencari solusi yang tepat terhadap permasalahan, menilai gagasan-gagasan yang penting dan relevan, serta memberikan tanggapan,kritik dan saran pribadi terhadap kasus tersebut. Keterampilan seperti diatas membantu dan mendukung saya untuk lebih teliti dan fokus dalam berpikir kreatif dan kritis. Tidak hanya berpikir, namun berbicara , bertanya dan semuanya yang bersangkutan dengan komunikasi.

Untuk menjadi komunikator yang handal dan menjadi seorang pebisnis yang baik, keterampilan dan pengetahuan yang saya perlukan adalah semua yang saya pelajari dalam ilmu komunikasi, seperti contohnya saat saya ingin membuat laporan kerja yang akan diserahkan kepada atasan kita. Dalam membuat laporan kerja tersebut, kita harus mengenali dan menguasai, mempraktekkan, dan merangkai bahan laporan yang akan kita buat. Cara menguasai itu semua membutuhkan pengetahuan yang luas sehingga dalam penyusunan laporan itu dapat berjalan lancar. Menjadi komunikator yang handal juga membutuhkan keterampilan dan pengetahuan dalam berbicara. Contohnya, saat kita ingin mempromosikan suatu barang. Jika ingin mempromosikan suatu barang kepada konsumen, kita harus mampu membuat konsumen tertarik dengan produk tersebut, dengan menggunakan cara persuasi ( mengajak dan mempengaruhi ). Tentunya, kita tidak hanya asal bicara, karen sifat setiap konsumen berbeda. Ada baiknya kita menggunakan bahasa yang sopan dan santun, sehingga setiap konsumen merasa nyaman saat mendengar perkataan yang kita ucapkan. Semua itu membutuhkan pengetahuan dan keterampilan. Bahasa memiliki fungsi kritis dalam mengungkapkan ide-ide kreatif dan mampu merubah cara berpikir seseorang. Untuk itu, kemampuan mengkomunikasikan melalui keterampilan argumentasi mutlak dikuasai, khususnya sebagai seorang jurnalis yang terampil dan kritis. Keterampilan argumentasi yang perlu kita kuasai yaitu mampu bermain dengan kata-kata, maksudnya kita mampu merangkai kata yang akan kita sampaikan kepada komunikan. Dalam hal ini, secara tidak sadar otak kita dipaksa untuk mampu berpikir dengan kritis dan kreatif terhadap argumentasi yang akan kita sampaikan kepada target yang dituju, mampu membuat orang percaya dengan argumen yang kita berikan disertakan dengan alasan mengapa harus mempercayai itu.


KRITIK DAN SARAN : gabnellys13@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar