Hubungan Berpikir
Kritis dan Kreatif dalam Ilmu Komunikasi
Ilmu komunikasi adalah ilmu yang
mempelajari tentang cara berkomunikasi dengan baik. Bagaimana caranya untuk
menalarkan suatu informasi yang disampaikan oleh sumber ke penerima dengan
baik, secara verbal maupun non verbal. Berkomunikasi sangatlah berhubungan erat
dengan berpikir kritis dan kreatif atau critical
and creative thinking. Untuk mempelajari cara berkomunikasi yang benar
tidaklah mudah, walaupun kita sebagai manusia tidak dapat hidup tanpa
berkomunikasi. Univeristas Media Nusantara (UMN) sangat menjunjung 5C, yaitu caring, credible, competent, competitive, dan customer delight. 5C sangatlah penting dan berguna bagi semua
mahasiswa UMN nantinya. Untuk menjadi seorang jurnalis dan PR, 5C akan mempengaruhi hidupnya kelak dalam pekerjaanya, terlebih
untuk seorang hurnalis dama menulis berita dan juga seorang PR dalam mengerjakan tugasnya.
Seorang jurnalis dan PR harus memiliki kepedulian terhadap
sesama, bertanggung jawab dengan apa yang telah dikerjakan, bekerja dengan
profesionalitas yang tinggi, berani berkompetisi secara sehat, dan memberikan
pelayanan yang terbaik kepada pihak lain. Bukan hanya untuk seorang jurnalis
atau PR saja tetapi untuk semua
orang.
Dalam critical and creative
thinking mempelajari beberapa tahap,
Diawali dengan pengertian kritis dan kreatif, perbedaan antara seseorang yang
berpikir kritis dengan tidak kritis, analitik, empiris, evaluatif, langkah-langkah
dalam berpikir kritis, dan argumen. Keterampilan yang sangat bermanfaat adalah argumen.
Argumen adalah suatu usaha untuk membenarkan suatu
kesimpulan, memcoba membuat seseorang percayai sesuatu dan memberi alasan
mengapa harus percaya. Menurut deskripsi tersebut sangatlah bermanfaat bagi
seorang PR. Seorang PR harus bisa meyakinkan clientnya dalam
menyampaikan suatu produk perusahaanya hingga ia percaya dengannya
bedasarkan fakta-fakta yang ada. Bukan hanya seorang PR atau seorang jurnalis, tetapi seorang moderator juga harus
memiliki keterampilan tersebut.
Untuk menjadi seorang komunikator
yang handal dan untuk menjadi seorang entrepreneurship
atau technopreneurship yang handal,
harus memiliki keterampilan argumentasi dan pengetahuan umum dan khusus
dibidang tertentu. Mengapa harus argumentasi? Karena argument sangat membantu
mereka dalam memproduksikan produknya dengan kata-kata yang baik sehingga
customer tertarik untuk mencoba produk mereka. Berpikir kritis dan kreatif
mengambil posisi yang sangat penting dalam menjadi seorang entre atau techno preneurship.
Untuk seorang technopreneurship, ia
harus terampil dan kreatif dalam mengisi web
sitenya, dimulai dari tampilan awal hingga isi dan juga kritis dalam
menulis berita-berita di dalam webnya.
Semakin menarik web tersebut semakin menarik perhatian banyak orang. Untuk seorang
entrepreneurship, ia juga arus
kreatif dalam memasarkan produknya, dimulai dari kemasannya dan ide-ide kreatif
dalam menyajikan produknya tersebut sehingga banyak customer yang tertarik mencobanya.
Sebagai seorang jurnalis yang
harus memiliki keterampilan yang mutlak untuk menyampaikan ide-idenya, banyak
sekali keterampilan yang harus dikuasai, yaitu menulis berita dengan baik dan
semenarik mungkin, kelogisan antar kalimat, berita yang disajikan harus sesuai
dengan faka yang ada, pemilihan bahasa Indonesia yang baik dan dapat dimengerti
pembaca, dan harus kritis dalam menulis berita. Sebagai contoh, seorang
jurnalis yang menulis berita tentang kebakaran hutan akibat kelalayan manusia di
Sumatera. Ia menulis awal beritanya dengan baik, tidak ada salah penulisan,
pemilihan katanya yang baik sehingga mudah dimengerti pembaca dan logis. Berita
tersebut mwmbuat pembaca nyaman untuk membacanya dan juga jurnalis tersebut
berhasil meyakinkan pembaca bahwa kebakaran hutan di Sumatera akibat kelalayan
manusia. Tetapi jika seorang jurnalis yang tidak memiliki keterampilan
tersebut, keterampilan argumentasinya tidak ada, tetapi membuat pembaca bingung
dengan isi beritanya yang rancu. Pada awal hinga pertengahan kalimat, ia
mencoba untuk meyakinkan seorang pembaca tetapi karena ia tidak berpendirian
teguh dengan apa yang ia tulis maka pada akhir kalimat berubalah kesimpulan
beritanya. Itu kejadian yang sangat fatal bagi seorang jurnalis
Jadi, untuk menjadi komunikator
yang handal harus dalam berpikir kritis dan kreatif adalah argumentasi yang
bersifat membujuk pendengar atau customer
menjadi percaya dengan apa yang telah disampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar