Jumat, 16 Oktober 2015

18. Silvia Veronika S - 00000009031

Hubungan Ilmu Komunikasi dengan berfikir kritis dan kreatif 

Komunikasi adalah cara penyampaian(komunikator) atau penerima (komunikan) pesan dari individu maupun kelompok. Dalam setiap aktifitas manusia melakukan banyak model komunikasi. Cara berkomunikasi bisa disampaikan secara verbal maupun non verbal. Maka Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tata cara berkomunikasi. Tata cara komunikasi disini adalah bagaimana kita dapat menyampaikan informasi yang tepat dan benar. Supaya tidak terjadi kekeliruan dan ambiguitas. Tidak hanya dalam berfikir dalam hal mempelajari sesuatu ada tingkatan tertentu, misalnya mengenai Blooms Taxonomy atau Level of Learning. Dasar awal kita belajar dari remembering hingga creating sesuatu hal yang akan kita pelajari.

Saat kita mempelajari Ilmu Komunikasi kita dituntut nuntuk menyampaikan informasi yang baik dan tepat, maka dari itu sebelum kita mengemukakan pertanyaan, pernyataan, atau pendapat kita dalam berkomunikasi. Kita harus memikirkan pesan apa yang akan kita sampaikan. Maka dari itu sangat penting bagi kita mempelajari cara berfikir kritis dan kreatif. Contoh pemikiran yang kritis disini bukan hanya kita menjawab segala pertanyaan dengan santai dan cepat, tetapi seseorang yang dapat menggemukan pendapat dengan kritis dia akan menggunakan logika dia dan melihat kepada realita. Menjadi komunikator, Technopreneurship yang handal sangatlah membutuhkan usaha dan pemikiran yang luas, karena kita harus melihat dari berbagai macam sisi dan sumber yang ada. Dasar dari pemikiran yang kritis adalah menggunakan logika jika logika berjalan dengan baik maka kita dapat menjadi komunikator yang handal.

Ide-ide dalam berfikir kritis dan kreatif dapat diwujudkan jika kita menjawab sebuah masalah dengan melihat berbagai macam aspek, dengan realita yang ada. Contoh hal tersebut adalah jika kita mendapat masalah, kita tidak memprioritaskan apa yang kita anggap mudah, tetapi melihatnya dari berbagai macam arah. Begitu juga dalam keterampilan berargumen, argumen yang kita berikan harus terbukti kebenarannya tidak hanya memojokan satu pihak. Contohnya seperti kita dihadapkan dalam suatu masalah yang memiliki pertimbangan yang berat, kita harus bisa berargumen jika yang dilakukan dari hal tersebut adalah salah.


Kritik dan Saran : silviaveronika@outlook.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar