Akhir-akir ini
kasus akibat kekerasan di sekolah makin sering ditemui baik melalui informasi
di media cetak maupun yang kita saksikan di layar televisi. Selain tawuran
antar pelajar sebenarnya ada bentuk-bentuk perilaku agresif atau kekerasan yang
mungkin sudah lama terjadi di sekolah-sekolah, namun tidak mendapat perhatian,
bahkan mungkin tidak dianggap sesuatu hal yang serius.
Sekolah
sebagai suatu institusi pendidikan, seharusya menjadi tempat yang aman yang
nyaman bagi anak didik untuk mengembangkan dirinya, serta menjadikan anak didik
yang mandiri, berilmu, berprestasi dan berakhlak mulia, bukan malah sebaliknya
mencetak siswa- siswa yang siap pakai menjadi tukang jagal dan preman. Kasus
bully di Indonesia sudah tidak asing lagi dikuping masyarakat, sudah terdapat
banyak kasus bully yang mulai dari luka ringan bahkan sampai menyebabkan
kematian.
Banyak
faktor yang membuat siswa melakukan tindak kekerasan pada satu sama lain
(bullying) contohnya, kurangnya perhatian dalam hidupnya sehingga ia mencari
perhatian orang lain dengan melakukan kekerasan, tindakan meniru yang bisa
diakibatkan dari menonton film di televisi, merasa punya kekuasaan (sok jago),
senioritas, dan masih banyak lagi.
Ada
banyak contoh bully yang terjadi dikalangan remaja sekarang ini seperti, menyisihkan
seseorang dari pergaulan, menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat
ejekan, mengerjai seseorang untuk mempermalukannya, mengintimidasi
atau mengancam korban,
melukai secara fisik, melakukan
pemalakan/ pengompasan.
Dampak
yang di akibatkan dari pembulian ini adalah depresi, rendahnya
kepercayaan diri / minder, pemalu dan penyendiri, merosotnya prestasi akademik, merasa terisolasi dalam pergaulan, terpikir
atau bahkan mencoba untuk bunuh diri.
Ada
berbagai cara untuk mengatasi masalh bully ini contohnya adalah sebagai
berikut, berbicara dengan orangtua si anak yang
melakukan bully terhadap anak yang menjadi korban, mengingatkan sekolah tentang masalah seperti
ini, datangi konselor profesional untuk ikut membantu mengatasi masalah ini.
Jadi, ada banyak kasus kekerasan yang terjadi di
kalangan remaja di lingkungan sekolah tetapi banyak yang tidak menanggapi hal
ini dengan serius karena merasa fase ini merupakan bagian dari pertumbuhan
remaja, pemikiran seperti itu sangat salah, sebaliknya kasus kekerasan (bully)
ini harus sangat diperhatikan karena masa – masa remaja adalah masa dimana
seseorang mencari jati dirinya. Kasus bully harus segera dikurangi karena
menyangkut nyawa seseorang, nyawa seseorang bisa menjadi taruhannya.
Source :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar