Langkah-langkah berpikir kritis:
a)
Mengenali masalah, jangan jump to conclusion.
Pernah mengunjungi Taman
Margasatwa Ragunan di hari libur, dan merasakan ngerinya terpisah dari
rombongan di tengah ratusan ribu pengunjung yang berdesakan? Atau merasa
kebingungan menjelajah kebun binatang terbesar kedua di dunia itu demi demi
mencari kandang binatang favorit?
b)
Menemukan cara-cara untuk menangani masalah.
Semua itu bakal jadi masa lalu. Tak perlu lagi panik mencari
teman seperjalanan yang terpisah, tak perlu lagi bingung mencari arah di
rerindangan Taman Margasatwa Ragunan. Unduh aplikasi Ragunan Zoo, dan jadikan
gawai pintar memandu.
Ragunan Zoo, yang diluncurkan sejak Juni 2015, memberi
pengalaman baru menjelajah taman margasatwa seluas 147 hektar itu. Begitu
dibuka, aplikasi itu memberikan informasi berbagai aktivitas menarik yang bakal
berlangsung selama kunjungan Anda. Setiap pukul 15.00, misalnya, para pawang bakal
memberi makan gorilla, salah satu satwa ikonik di Taman Margasatwa Ragunan.
c)
Mengumpulkan dan menyusun informasi yang
diperlukan.
Bingung mencari kandang gorilla agar tiba tepat waktu?
Aktifkan perangkat global positioning
system (GPS) dalam gawai, lalu buka fasilitas peta dalam aplikasi itu.
Segera saja, gawai menyuguhkan peta yang menuntun kita menuju kandang sang kera
raksasa itu. Dengan cara yang sama, pengguna juga bakal menghemat waktu dalam
mencari 2.010 satwa yang ada di taman margasatwa itu. Informasi singkat dan
foto berbagai satwa koleksi Ragunan juga tersedia.
d)
Mengenali asumsi-asumsi yang tidak secara
eksplisit dinyatakan orang lain.
Aplikasi Ragunan Zoo bisa menyelamatkan pengguna yang
terpisah dari rombongan. Aplikasi itu memiliki fasilitas untuk mengirimkan
lokasi pengguna ke gawai lain, bahkan ketika gawai tujuan tidak memasang
aplikasi Ragunan Zoo.
Staf Hubungan Masyarakat Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi
Bambang P menyebutkan aplikasi Ragunan Zoo sebagai program corporate
social responsibility (CSR) dari Indosat, salah satu penyedia layanan
telekomunikasi.
e)
Menggunakan bahasa yang tepat, jelas,
menggunakan istilah sesuai topik, jangan bias.
Telepon pintar alias gawai sejatinya seperti pintu yang bisa
kita bawa kemana-mana, membuat kapan saja kita bisa memasuki dunia maya dan
menjangkau apa saja di dalamnya. Miliaran data, teks, foto, suara, bahkan video
bisa dijangkau dari gawai.
f)
Mengevaluasi data, fakta, pernyataan-pernyataan.
“Aplikasi itu tergolong cepat dibangun. April lalu kami bertemu
dengan Indosat, lalu pada Juni aplikasi itu sudah tersedia. Kami terus
memberikan informasi terbaru, misalnya, koordinat kandang jerapah koleksi
terbaru Ragunan. Para pengelola aplikasi dari Indosat memasukkannya sehingga
informasi baru diketahui pengguna,” kata Wahyudi.
g)
Mencermati hubungan logis antara masalah dan
jawaban.
Aplikasi Ragunan Zoo tergolong canggih
karena memberi jurus anti tersesat bagi pengguna yang menjelajah taman
margasatwa terbear di Asia itu. Namun, Ragunan Zoo bukan satu-satunya aplikasi
pemandu. Aplikasi pemandu kian jamak digunakan untuk memperkaya pengalaman
seseorang saat mengunjungi pameran, destinasi wisata, mendatangi museum, atau
mencari koleksi perpustakaan misalnya.
h)
Menarik kesimpulan.
Namun, penggunaan berbagai aplikasi pandu
dalam gawai gampang-gampang susah karena ditentukan kemampuan pemilik gawai
beradaptasi dengan teknologi baru itu. Pameran seni rupa Art JOG 15 di
Yogyakarta pada 6-28 Juni lalu misalnya, awalnya dirancang menjadi pameran yang
sepenuhnya memandu pengunjung dengan aplikasi pemandu pameran dan QR Code.
Belakangan, Heri Pemad selaku penyelenggara pameran memutuskan melapis panduan
gawai dengan cara konvensional, yaitu pemandu pameran dan katalog fisik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar